Title : Y.O.U
Pairing : 2Min
Length : chapter
Author : Keytakaoru
Rating : T
Genre : drama, romance, gaje
Desclaimer : 2Min itu milik satu sama lain meski
saya sebenernya agak gak rela nyerahin Taemin yang unyu-unyu ke kodok belo
macem Minho #dicekek flamers.
Warning : miss typho, tdk sesuai
EYD, may be out of character, BL dll jadi buat yang gak suka daripada
membashing saya atau lebih parahnya bias saya yang jadi pair di cerita ini,
mending Anda menjauh
Flashback
“kyaaa… ciuman pertamaku.” Teriak Taemin.
“kau boleh juga ternyata, haha…” Minho justru
menertawakannya.
“Mulai hari ini kau jadi milikku, ingat itu Taemin.”
####
Taemin menopangkan dagunya sambil terus mengingat kejadian
kemarin, saat-saat ia hanya berdua dengan Minho. Ia masih tidak bisa percaya
bagaimana orang seperti dia bisa berani menembak sang ice prince Minho dan
herannya lagi ia diterima, ckck… sungguh sebuah keajaiban.
“sudah kuduga kau ada
di perpustakaan” sahut Minho dari belakang, Taemin berbalik dan mendapati wajah
tampan Minho.
“tuh kan, kau menulis adegan begini lagi.” Minho
mengomentari kertas hasil tulisan Taemin yang sekarang sudah ada di tangannya.
“aduh jangan dibaca”
“kau pasti ingat yang kemarin”
“eh?” Taemin jadi berkeringat dingin.
“kau memang menarik, terlihat polos saja di luarnya, haha…”
Minho mengacak rambut Taemin sayang
“Minho, kau ada disini rupanya.” Onew dan Jonghyun mendekati mereka berdua.
“eh anak itu ?” Jonghyun tampak terkejut melihat Minho yang terlihat
akrab dengan Taemin.
“dia pacarku.” Tegas Minho
Dan bisa ditebak, seluruh perpustakaan jadi heboh, baik
yeoja maupun namja manis disana merasa patah hati massal. Sedangkan yang
dihebohkan justru tidak merasa. Minho justru semakin mengeratkan pelukannya
pada Taemin yang kini jauh lebih gugup dengan keringat sebesar bulir jagung
terus membasahi pelipisnya.
“Oia, Minnie kau membawa yang aku bilang di telepon kemarin
kan ?” tanya Minho.
“Minnie?”
“iya, itu panggilan sayangku. Manis bukan?”
Taemin tidak tahu jadi mau merespon apa. Ia hanya
menganggukkan kepalanya pelan.
“kalau begitu aku kembali ke kelas dulu.” Minho pergi
diiringi Onew dan Jonghyun
Selang beberapa lama Key datang dan langsung memeluk erat
Taemin.
“aku tahu, aku tahu, kau hebat Taemin. Kau ternyata
selangkah lebih dulu daripada aku.” Ujar Key semangat.
“sesak hyung. Ish… itu semua karena idemu yang meminta aku
mencari pacar hyung. Sekarang tinggal kau saja yang mesti lebih berusaha.”
Keduanya terlibat perbincangan tidak penting sebelum
akhirnya bel pelajaran dimulai. Sementara itu, seorang gadis di bangku paling
ujung menatap benci pada Taemin.
####
Pulang sekolah Taemin sudah dihadang oleh Minho di depan
kelasnya dan sekali lagi kelas Taemin menjadi sangat heboh. Minho acuh saja toh
itu adalah hal lumrah dimana saja ia berada sedangkan Taemin hanya bisa
mengulas senyum takut-takut pada teman-temanya yang tampak seperti akan
menerkam ia hidup-hidup. Minho kemudian membawa Taemin ke ruang ganti olahraga.
Di sana, terlebih dahulu Minho membuka seragamnya dan
menampakkan tubuh atletisnya dalam balutan kaos berwarna merah yang tampak
begitu pas. Taemin yang melihatnya dari belakang hanya bisa menelan ludah,
bagaimana bisa ia selalu terjebak perasaan macam ini jika bersama Minho.
“ke..kenapa kau buka baju ? mau apa kita disini ?” Kata
Taemin tergagap.
“ah iya, kau juga lepaskan bajumu. Sini aku bantu membuka
kancingnya.”
Sebelum Minho sukses membuka kancing seragam Taemin, sebuah
jitakan telah berhasil mendarat di kepalanya.
“appo, kau pikir aku akan apa? Bukankah aku menyuruhmu
membawa baju ganti di balik seragam kita.”
“tapi kau tiba-tiba mau melepas seragamku, bikin aku shock
saja.”
“itu sih karena pikiran mesummu saja. Makanya jangan
kebanyakan nulis yang tidak-tidak.”
“iya-iya. Miane. Sekarang kau berbaliklah aku mau mengganti
bajuku dulu.”
Taemin mengganti baju seragamnya dengan kaos manis berwarna
putih, sesuai sekali dengan wajah polosnya yang imut. Setelah itu ia menyuruh
Minho berbalik kembali. Minho tersenyum melihat pakaian Taemin. Sungguh ia
sadar kalau sebenarnya Taemin adalah namja yang sangat manis. Kalau tidak, ia
tidak mungkin akan dengan sebegitu cerobohnya menerima peenyataan cinta namja
yang baru saja dikenalnya beberapa jam. Bahkan ketika ia tahu bahwa namja yang
tampak polos di luarnya itu justru menulis novel dewasa.
“kau terlihat sangat manis mengenakan kaos itu. Ayo
berangkat.”
Sepanjang perjalanan Minho terus menggenggam tangan Taemin.
Dan karena itu, semua orang jadi memperhatikan mereka berdua. Bagaimana tidak?
Seorang namja bak pangeran bergandengan tangan dengan namja manis yang siapapun
jadi ingin menjadikannya adik. Hari itu keduanya menghabiskan waktu bersama
jalan-jalan berkeliling hingga malam layaknya kekasih betulan.
Tujuan terakhir mereka adalah sebuah café dengan dekorasi
yang sangat romantis. Taemin dengan bakat menulisnya langsung saja terpikir
untuk membuat setting tempat itu dalam ceritanya, kemudian ia jadi ingat apa
tujuan awalnya meminta Minho untuk dijadikan pacar.
“Minho, beritahu aku semua rahasia namja keren sepertimu!”
Kata Taemin tiba-tiba.
“mwo? Hahahahaha….” Minho tidak dapat menahan tawanya
sampai-sampai ia harus memegangi perutnya karena geli dengan pertanyaan Taemin.
“kau namja juga kan Taemin? Bagaimana bisa kau tanya seperti
itu kepadaku hah?”
“jangan begitu dong, gara-gara pekerjaan aku jadi tidak
terlalu memperhatikan sekitar.”
“jadi penulis itu sebegitu mengasyikkan kah?” Tanya Minho
penasaran.
“tentu saja, meski berat karena editorku selalu berkomentar
soal ceritanya, bela-belain begadang demi mengejar deadline tapi walaupun capek
sekali rasanya langsung hilang kalau karyaku disukai pembaca.”
“kelihatannya benar-benar asyik. Aku jadi iri kau bisa bikin
sesuatu yang serius begitu.”
“sekarang, giliran aku yang tanya. Kenapa kau belum pacaran
?”
“ heum?”
“setiap hari pasti ada yang bilang suka padamu kan?”
“kalau nggak suka apa kau mau tetap pacaran ?”
“ani… tapi biarpun sudah bertemu kalau orang yang kau sukai
tidak suka padamu bagaimana ?”
“aku akan berusaha untuk menjadi orang yang disukainya.”
Taemin terdiam sekian lama, entah kenapa diam-diam ia merasa
sakit membayangkan akan ada waktu dimana Minho benar-benar menyukai seseorang
dan harus meninggalkannya. Ia tahu ini kemauannya untuk menjadikan Minho
sebagai objek penelitian demi cerita novelnya tapi jujur ia tidak rela melepas
Minho saat ini. Taemin kembali menampakkan senyum manisnya, mencoba kembali
meneguhkan hatinya bahwa yang ia inginkan dari namja dihadapannya hanyalah
sekedar bahan untuk cerita tidak lebih.
“gomawo, hari ini banyak sekali yang bisa aku pelajari, aku
senang sekali.”
“gwenchana, aku juga senang”
Mereka berdua pun memutuskan untuk pulang setelah beberapa
saat. Minho mengantar Taemin hingga ke depan rumah.
“sekali lagi terima kasih. Ini semua berkatmu.”
Alih-alih menjawab, Minho justru mendekatkan wajahnya.
Taemin secara reflex menutup matanya mengantisipasi bahwa Minho akan kembali
menciumnya seperti hari lalu namun yang ia rasakan adalah Minho kini mencium
keningnya. Kecewa? Tidak sama sekali. Entah kenapa Taemin justru merasa Minho begitu
manis bersikap begitu.
####
“seperti biasa hasilnya memuaskan.” Ucap editor Taemin.
“ngomong-ngomong hari ini kau kelihatan lebih keren. Pasti
Taemin goon mau kencan ya?” tebak sang editor.
“a..aku…” Taemin tergagap mau menjawab apa.
“aku tahu. Naskahmu jadi lebih hidup karena kau lagi jatuh
cinta kan? Usahamu berhasil. Haha… sukses kencannya ya !”
Taemin keluar kantor penerbit dengan muka merah padam.
Bagaimana tidak? Editornya terus dan terus mengoloknya soal kencan hari ini.
Tapi bagaimanapun ia senang, ia memang akan pergi jalan-jalan lagi bersama
Minho. Sudah terlihat sosok Minho yang kali ini memakai kemeja formal datang
menjemputnya. Andai saja Minho pacar betulannya, Taemin berharap.
Mereka berdua datang ke sebuah café, kali ini café khusus,
tampaknya café dewasa, maksudnya bukan yang aneh-aneh tapi untuk kalangan
tinggi bukan café yang harganya masih bisa dijangkau anak sekolah, terlihat
dari desain interiornya yang begitu menakjubkan dan untuk kesekian kali Taemin
hanya bisa terpana dengan selera Minho. Masuk ke dalamnya mereka sudah di
sambut oleh Onew dan Jonghyun.
“hai Taemin, makanlah yang banyak, di sini makanannya enak
loh.“ Onew berkata sejenak setelah Taemin baru saja mendudukkan dirinya.
“Baru pertama kali ini loh Minho mengajak orang lain ke café
ini selain kami berdua” Jonghyun angkat bicara.
“kau ini, dia kan pacarku, wajar saja kalau aku
mengajaknya.”
Taemin menyadari bahwa pipinya bersemu merah kembali. Minho
selalu bisa membikin perasaannya jadi tidak menentu.
“Taemin ah, kenapa kau bisa suka dengan Minho ?memangnya dia
baik? ” seperti diketahui, siapa lagi kalau bukan Onew sangtae yang menanyakan
hal bodoh macam ini.
“kalian berdua sudah pernah ciuman ?” dan pertanyaan inipun
sudah jelas berasal dari si pervert Jonghyun.
Taemin yang gugup dengan pertanyaan-pertanyaan aneh yang
dilontarkan oleh kedua makhluk tidak jelas yang notabene adalah sahabat Minho
itu akhirnya memutuskan untuk melarikan diri pura-pura izin ke toilet. Belum
sampai ke toilet ia dihadang oleh beberapa namja tak dikenal. Kemudian seorang
gadis keluar dari kerumunan yang menghadangnya tadi.
“mau memonopoli Minho? Takkan kubiarkan. Kau pikir kau
siapa?”
“bayaran kalian akan segera aku transfer, yang penting bikin
anak ini tidak berani muncul lagi di hadapan Minho.” Tambah si gadis kepada
para namja yang mirip preman itu.
Taemin hanya bisa memejamkan mata ketika melihat bahwa
preman yang ada di hadapannya hendak melakukan hal yang tidak-tidak padanya.
Namun setelah beberapa lama, ia sadar tidak ada yang terjadi. Mencoba sedikit
membuka matanya dan ia mendapati Minho sedang menghajar habis-habisan
preman-preman tadi.
“gwenchana ?” tanya Minho dengan wajah khawatir.
“Minho yah” Taemin tanpa sadar memeluk Minho karena
ketakutan.
“tenang saja, aku akan melindungimu.”
Onew dan Jonghyun ikut menyusul kemudian menolong Minho
membereskan preman-preman kelas teri tadi. Minho tampak mencari-cari seseorang.
Berlari meninggalkan Taemin yang masih ketakutan. Beberapa saat kemudian Minho
sudah tampak kembali bersama gadis yang diketahui Taemin sebagai gadis yang
berniat melukainya tadi.
“MINTA MAAF PADANYA.” Teriak Minho menyeramkan.
“m..mi..miane Taemin.” Gadis itu tampak ketakutan karena
selain Minho yang menyentaknya juga karena cengkraman Minho di kerah bajunya.
“kalau kau berani menyentuh pacarku lagi. Takkan ku maafkan
kau.”
Minho membantu Taemin duduk dan mengambilkan air minum
untuknya. Taemin masih shock dengan apa yang barusan terjadi padanya. Untuk
beberapa saat Taemin jadi limbung kemudian jatuh pingsan.
####
Hari ini masih ada deadline…
MATI, deadlinenya gak keburu
Eh, deadlinenya kan sudah lewat
LUPA, AKU KAN SEKOLAH HARI INI
Taemin sontak terbangun dari mimpinya, ia kaget mendapati
dirinya ternyata hanya mimpi, lebih kaget lagi ketika ia mendapati Minho
tertidur di sampingnya. Melihat pakaiannya, ia sudah berganti dengan kemeja
yang tampak kebesaran, sepertinya milik Minho. Taemin kemudian melirik apa yang
dipakai Minho, topless.
AAAAAAAAAAAaaaaaaaaaaaaaaa………………….
TBC…








0 komentar:
Posting Komentar