Title : Return (sekual Please don’t go)
Pairing : Onkey
Length : oneshoot
Author : Keytakaoru
Rating : T
Genre : hurt/comfort, sad, romance, drama (sebenernya saya juga gak tau mana yang bener #plak)
Desclaimer : Onkey itu milik satu sama lain meski
saya sebenernya juga tergila-gila dengan yang namanya Key tapi rela deh saya
kalo buat Key bahagia, apadeh #ditampol
Warning : miss typho, tdk sesuai
EYD, death chara, may be out of character, BL dll jadi buat yang gak suka daripada
membashing saya atau lebih parahnya bias saya yang jadi pair di cerita ini,
mending Anda menjauh
return leaves to the
forest
return tears to the
lake
please, return you to
me
“Hyung, ayo makan. Aku sudah menyiapkannya untukmu”
“Hyung, kau belum tidur? Ini sudah larut malam, kau harus
menjaga kesehatanmu”
“Hyung sadarlah, kau harus meneruskan hidupmu.”
Kalimat-kalimat tersebut terus keluar dari mulut Key
beberapa kali dalam sehari. Setelah pemakaman Jonghyun berlalu Onew sama sekali
tidak mau berbicara, ia terus mengurung diri di kamar. Hari ini sudah lewat
beberapa hari setelah kematian Jonghyun tapi Onew tidak menunjukkan perbedaan
sedikitpun.
Key tertidur di sofa setelah kelelahan mengurus rumah, belum
lagi mengkhawatirkan Onew. Namja itu mengurus sendiri semuanya karena Onew
sendiri tampak sama sekali tidak peduli dengan apapun. Ia masih shock atas
kepergian Jonghyun yang begitu cepat.
Onew akhirnya bangkit dari tempat tidur, ia membuka pintu
untuk pertama kalinya setelah kepergian Jonghyun. Ia hendak menenangkan diri
dengan mencari udara segar di luar tapi begitu melihat Key sedang duduk di sofa
memandanginya sekarang, ia berbalik menuju kembali kamarnya. Ia belum sanggup
melihat Key saat ini.
Key tahu Onew menghindarinya maka secepat mungkin ia berlari
menyusul namja itu masuk ke kamarnya sebelum pintu kamar Onew tertutup. Onew
duduk di atas tempat tidur, sama sekali tidak berusaha menyapa Key atau
mengatakan sesuatu untuk menenangkan namja itu atas sikapnya.
“Hyung, kau marah padaku eoh? Miane, tapi aku tidak tahu
kalau akhirnya bakal seperti ini.”
Onew tetap diam.
“kumohon hyung, bicaralah, marahlah padaku kalau perlu, tapi
jangan diami aku seperti ini.”
Onew bosan, bosan dengan segala sikap baik Key sekarang. Ia
masih berkabung atas kematian Jonghyun. Ia masih merasa bersalah pada Jonghyun
dan belum sanggup melihat Key yang notabene membuat semua ini terjadi, tapi Key
bersikap seperti semua baik-baik saja. Onew hendak pergi meninggalkan Key, ia
sudah membuka kenop pintu sebelum Key menariknya dari belakang, memeluknya.
“aku tahu ini semua berat untukmu Hyung”
Onew menahan amarahnya. Tidak, Key sama sekali tidak tahu
betapa sakit rasanya ditinggalkan oleh satu-satunya orang yang kau anggap adik
dan itu semua karena kesalahannya sendiri.
“KAU SAMA SEKALI TIDAK TAHU, MAKA BERHENTILAH BERSIKAP
SEPERTI INI. KEMBALILAH KE RUMAHMU”
Key terkesiap. Ini pertama kalinya Onew menjawabnya tapi
dengan teriakan seperti ini, Key benar-benar ketakutan melihat amarah Onew.
“ania Hyung. Aku akan disini sampai kau pulih.”
“aku sama sekali tidak sakit”
“huh? Kau tidak lihat keadaanmu sekarang? Kau benar-benar
butuh perawatan.”
“tapi bukan kau yang harus merawatku, aku bisa sendiri.”
“tapi aku mencintaimu Hyung. Aku tidak bisa melihat kau
seperti ini.”
“cinta? Cinta kita berdua Key yang telah membunuh Jonghyun”
“kau salah Hyung. Jonghyun memilih sendiri kematiannya demi
kebahagiaanmu.”
“ya, memang. Andai saja kau tidak muncul dalam hidup kami,
semua ini tidak bakal terjadi.”
“ini takdir Hyung. Jonghyun melakukannya karena ia
mencintaimu juga. Bagaimana kau bisa hanya menyalahkanku seperti ini. Akupun
merasa bersalah padanya.”
Onew merasa marahnya sudah sampai di ubun-ubun. Kata-kata
Key semakin memojokkannya.
“kalau begitu kau harus melakukan sesuatu juga. Kau
mencintaiku kan Key? Kau rela melakukan apapun demi aku seperti Jonghyun juga
kan?”
Onew mendekat perlahan menuju Key, memerangkap namja itu
diantara dirinya dan dinding yang dingin.
“kau mau aku melakukan apa Hyung?” sungguh saat ini Key
ketakutan melihat tatapan Onew.
Hmphhh….
Onew memaksakan ciuman pada Key. Key mencoba memberontak
tapi apa daya kemarahan Onew telah meningkatkan kekuatan cengkraman tangannya.
Selama beberapa saat Key hanya bisa pasrah hingga Onew
melepaskan ciumannya karena kehabisan nafas.
PLAK…
Key menampar pipi Onew dengan keras, mencoba menyadarkan
namja itu.
“Kau gila hyung”
“ya, aku gila karenamu. Aku bingung harus tetap mencintaimu
atau tidak. Maka dari itu aku harus memastikannya dengan melakukan ini”
Key belum sempat menjawab ketika Onew kembali mendorong Key.
Kali ini Key jatuh ke kasur empuk milik Onew. Onew menindih Key dan melahap
bibir Key kembali dengan penuh nafsu. Malam itu, pekatnya malam membuat sang
matahari harus kehilangan sinarnya, sang iblis yang menguasai hati Onew telah
mematahkan sayap rapuh milik Key.
####
Onew terbangun karena sinar mentari yang menerobos masuk ke
dalam kamarnya melalui celah-celah tirai yang terbingkai di jendela kamar.
Membuka mata perlahan dan kemudian perlahan mengembalikan ingatan tentang apa
yang terjadi malam sebelumnya. Setelah sepenuhnya sadar ia menoleh ke samping
tempat tidur dimana seharusnya terdapat namja lain disana.
Key berada di seberang tempat tidurnya. Namja itu tidak
menampakkan ekspresi apapun, ia tidak pula menangis, ia hanya bergeming seperti
sebuah raga tanpa jiwa. Onew bingung harus berkata apa untuk menenangkan Key
setelah apa yang terjadi semalam, namun kata-kata yang keluar dari mulutnya
justru hal yang tidak benar-benar ia maksudkan
“ kau tidak usah khawatir. Aku akan bertanggung jawab. Aku
akan menikahimu setelah ini.”
Key bangkit dari tempat tidur, ia sama sekali tidak peduli
dengan bagaimana tubuhnya sekarang terlihat. Ia menuju kamar mandi, menutup
pintu kamar mandi dengan pelan, ia hanya tidak sanggup menghadapi Onew
sekarang. Setelah menutup pintu kamar mandi, tubuhnya jatuh merosot ke lantai, Key
menggigit bibirnya menahan isak tangis yang sudah ia tahan sebelumnya. Sementara
di luar Onew hanya bisa merutuki segala kebodohannya,
####
Pernikahan berlangsung secara sederhana. Hanya kedua
mempelai yang hadir, yakni Onew dan Key. Sisanya hanya seorang pendeta dan
beberapa saksi yang disewa, tidak ada keluarga yang datang dari pihak siapapun
baik Onew maupun Key. Onew memang telah hilang ikatan dengan seluruh
keluarganya sejak orang tuanya meninggal sedangkan Key memang merasa pernikahan
itu bukan sesuatu yang patut dibanggakan. Betapapun ia mencintai Onew tapi
bukan pernikahan semacam ini yang ia harapkan. Maka, ia memutuskan membiarkan
orang tuanya berbahagia di luar negeri berfikir anaknya baik-baik saja.
Setelah menikah sikap Onew pada Key sama sekali tidak
berubah, namja itu tetap bersikap dingin pada Key. Bahkan ia memutuskan untuk
tidur di kamar yang berbeda. Key hanya pasrah menerima segalanya. Ia sudah
tidak berharap apapun setelah malam itu. kali ini ia hanya mengikuti sejauh
mana takdir akan mempermainkan hidupnya.
Tidak jarang Onew menghabiskan malamnya dengan pergi ke Bar
dan pulang dalam keadaan mabuk berat. Kalau sudah seperti itu ia akan
memaki-maki dirinya sendiri. Betapa bodohnya ia membiarkan Jonghyun mati karena
dirinya. Dan Key akan membantu Onew menuju kamar tidurnya. Mengganti pakaian
Onew dengan piyama dan memastikan Onew tertidur dengan nyaman di kasurnya,
namun setelah itu ia akan pergi ke kamarnya sendiri dan menangis semalaman di
sana..
Pagi hari akan menjadi sama menyiksanya. Onew akan berangkat
entah kemana tanpa menyentuh apapun yang dimasak Key. Onew seperti hidup dalam
dunianya sendiri. Namun hari ini untuk pertama kalinya Onew berbicara lagi pada
Key
“kau tidak usah menungguku hari ini. Aku mungkin tidak akan
pulang. Aku punya urusan.”
“tapi Hyung kau sudah selalu pulang malam dan kali ini tidak
pulang ? kalau kau mau menghukumku bukan begini caranya Hyung.”
“apa maksudmu? Aku memang sedang punya urusan. Kau tidak
usah peduli padaku. Kau juga bisa keluar dari rumah ini untuk bermain dengan teman-temanmu.
Jangan biarkan dirimu terus tersiksa di rumah ini.”
Onew kemudian keluar daru rumah tanpa berusaha mendengar
jawaban Key.
####
“Onew? Lee Jinki?”
“Joon? Lee Joon kan ?”
“ne. ah bagaimana bisa siswa teladan sepertimu bermain di
tempat seperti ini ?”
Lee Joon adalah sahabat dekat Onew saat di panti asuhan.
Orang kedua terdekat Onew setelah Jonghyun. Namun, setelah Onew dan Jonghyun
keluar dari panti asuhan mereka sama sekali tidak mendengar kabar Joon yang
juga keluar dari panti asuhan untuk bekerja di luar negeri.
“ah. Kau pasti belum mendengar kabarku selama ini.”
“ne. aku baru saja pulang dari New York dan aku harus
dikejutkan dengan bertemu dirimu di tempat seperti ini.
“kau pasti kaget. Kau mau mendengar ceritaku Joon? Aku butuh
seseorang untuk membagi bebanku sekarang.”
“ne, ceritakan semuanya. Aku sedang tidak ada kerjaan
sekarang.”
Onew menceritakan segala kejadian pada Joon. Bagaimana
pertemuannya dengan Key, bagaimana ia diam-diam mencintai Key dan mengetahui
bahwa cintanyapun berbalas karena Key juga mencintainya. Kemudian saat-saat
kematian Jonghyun, alasannya dan bagimana rasa bersalah Onew akan kematian itu.
tidak tertinggal juga bagaimana kehidupan Onew sekarang setalah menikah dengan
Key serta alasan kenapa ia akhirnya menikahi Key.
Joon sampai tidak mempercayai pendengarannya. Semua cerita
Onew mengagetkan dirinya. Sikap Onew yang banyak berubah, ia sungguh tidak bisa
percaya dengan semua itu.
“pertama-tama aku turut berduka atas kematian Jonghyun”
“ne. gomawo.”
“tapi aku harus marah padamu sekarang Onew.”
“wae?” dengan polosnya Onew bertanya akan sikap marah Joon.
“kau mengabaikan istrimu sejauh ini ?”
“ne. aku hanya tidak tau akan bersikap bagaimana. Setiap aku
melihatnya rasa bersalahku terhadap Jonghyun semakin menguat. Aku selalu
berfikir kalau ini adalah kesalahan kami.”
“kau bodoh. Jonghyun memilih mati agar kalian berdua bahagia
dan apa yang kau lakukan sekarang? Kau membuat usahanya sia-sia. Harusnya kalau
kau memang merasa tidak sanggup melihat namja itu, kau harusnya tidak
menyentuhnya sejak awal. Sekarang setelah semunya terjadi kau bersikap seperti
ini. Dia juga pasti merasa bersalah sepertimu. Tapi bebannya lebih berat. Itu
semua karena kau.”
“kau tidak tahu Joon”
“kau yang tidak tahu Onew. Kau hanya melihat perasaanmu
sendiri tanpa berpikir tentang perasaan istrimu. Kau harusnya berbahagia
dengannya dan membuat kematian Jonghyun jadi ada artinya.”
Onew berfikir untuk beberapa saat. Ia sama sekali tidak bisa
membantah perkataan Lee Joon. Ia sebenarnya sadar sejak awal kalau dirinya
salah namun ia lebih memilih mengambil jalur aman dengan lari dari kenyataan.
“pulanglah Onew. Kembalilah pada istrimu, minta maaf padanya
dan berbahagialah.”
Onew hanya terdiam beberapa saat. Ia ingat pagi tadi berkata
pada Key kalau dia tidak akan pulang. Entah Key masih ada di rumah atau tidak
sekarang.
“aku tidak yakin” ujar Onew
“yakinlah sebelum semuanya terlambat.
Onew akhirnya melangkahkan kakinya keluar Bar dan pulang
menuju rumahnya dan Key.
####
Onew memikirkan kembali apa yang dikatakan Joon padanya saat
bertemu di Bar tadi. Memang seharusnya ia tidak lari dari kenyataan. Ia telah
begitu lama menghukum dirinya sendiri terutama Key karena rasa bersalah yang
tidak beralasan. Kini ia akan memperbaiki semuanya dengan hidup bahagia dengan
Key, bukankah ini yang diinginkan Jonghyun, bodohnya ia justru membuat semua
usaha Jonghyun sia-sia.
Ia tiba-tiba jadi begitu rindu pada Keynya. Ia mempercepat
langkah menuju rumah mereka. Onew ingin memeluk Key sekarang, meyakinkan namja
itu bahwa ia juga mencintainya.
Onew sampai di depan rumahnya. Ia menjadi sangat nervous.
Ini seperti untuk pertama kalinya kau akan menyatakan cinta pada orang yang kau
cintai. Huh, padahal mereka sudah menikah beberapa lama. Kemana saja namja itu
selama ini baru menyadari keberadaan Key yang berharga.
Onew masuk ke dalam rumahnya tapi ia terkejut akan gelap
yang menyelimuti rumah itu. Kemana Key pikirnya. Ia baru menyadari sekarang
keberadaan Key. Biasanya ia akan cuek saja padahal Key akan selalu menunggunya
pulang. Meski itu tengah malam, meski Onew terkadang pulang dengan mabuk berat
dan memaki-maki dirinya sendiri di luar sadar, Key akan selalu berada di
samping Onew dan merawat Onew sampai ia jatuh tertidur dengan nyaman di kasur
empuknya.
Onew menyalakan lampu di seluruh ruangan. Ia tidak menemukan
Key dimanapun. Mungkin Key lelah padanya dan pergi ke luar untuk berjalan-jalan
batinnya. Onew kecewa karena begitu ia merindukan namja cantik itu sekarang
justru Key yang menghilang. Onew merebahkan diri di kursi ruang tamunya. Tidak
sengaja matanya menangkap sesuatu di sebelah TV.
Onew mendekati benda itu, sebuah surat. Tampaknya Key yang
telah menulis surat dan meletakkannya disana. Dengan tidak sabar Onew membuka
surat itu.
Onew Hyung yang
kucintai,
Aku telah memendamnya
sejauh ini hyung,
Rasa bersalahku yang
begitu besar akan kematian Jonghyun.
Namun, kau kau
semakin memperjelasnya.
Menganggap semua ini
seakan hanya salahku.
Berpikir seakan
mencintaimu adalah suatu kesalahan.
Hari ini dimana aku
menyadari untuk pertama kali ada kehidupan lain di perutku,
Aku bahagia Hyung
sekaligus takut.
Aku takut kalau
anakku nanti juga harus ikut menanggung rasa bersalah kita berdua.
Maka aku memutuskan
ini adalah keputusan terbaik. Aku memutuskan untuk menebus dosaku pada
Jonghyun. Aku akan pergi dari kehidupanmu.
Selamat jalan Hyung.
Berbahagialah setelah
ini.
Aku mencintaimu
dengan seluruh hidupku.
Onew
meneteskan air mata setelah membaca surat itu. ia tidak tahu kalau selama ini
Key pun begitu menderita. Bukan hanya karena rasa bersalahnya. Tapi juga
penegasan dari sikap Onew yang seakan-akan menyesali keberadaan Key. Namun
suatu pikiran menakutkan menyergap otaknya. Ia belum benar-benar mencari Key
tadi.
Onew
beranjak ke atas menuju kamar Key. Kamar itu kosong tapi kamar mandi itu
tertutup. Ia berlari menuju kamar mandi dan dengan tergesa membuka kamar mandi
yang tertutup tadi.
Onew
shock melihat apa yang terjadi. Tubuhnya melemas seketika. Key terbujur di bak
mandi. Wajah damainya membuat ia tampak seperti tertidur. Tapi Onew tahu dengan
pasti Key tidak hanya tertidur. Bak mandi itu sudah dipenuhi dengan air
berwarna merah, darah.
Onew baru sadar sekarang bahwa cinta adalah takdir
Onew menyadari seberapa besar cintanya untuk Key ketika
semua telah terlambat
ia benar-benar mencintai Key
sedangkan sang mentari justru telah benar-benar meredup,
mengakhiri hidupnya dengan kejam
Onew kini harus membayar semuanya
berharap setiap hari semua akan kembali
termasuk mengembalikan Key kembali padanya
End ….








1 komentar:
Citizen Titanium Dining Review
The Citizen Titanium Dining Review. We've had it titanium muzzle brake all titanium gravel bike in one place, nano titanium flat iron so far, with the success of this one. Here is titanium cost our experience. citizen eco drive titanium watch
Posting Komentar