Title : Hard to say I love you
Cast : Lee Jinki / Onew
Kim Kibum / Key
Choi Minho / Minho
Lee Taemin / Taemin
Kim Jonghyun / Jonghyun
Lee Joon as Onew's lovers
Nickhun as Minho's presdir
Kai as Taemin's boyfriend
Dongho as Key's brother
Amber as Jonghyun's sister
Author : Keytakaoru
Rating : T
Genre : drama, romance, angst,
hurt
Desclaimer : semua cast yang ada
disini adalah milik diri mereka masing-masing beserta para pasangannya #plak.
Warning
: saya tekankan jangan salah paham terhadap para cast yang menjadi peran
antagonis, saya bukan membenci mereka justru karena saya menyukai mereka maka
saya memakai mereka menjadi salah satu pemeran. dan seperti cerita fiksi lain,
cast di dalam cerita ini bisa sangat berbeda karakter dengan kehidupan aslinya.
Miss typho, tdk sesuai EYD, may be out of character, BL dll jadi buat yang gak
suka daripada membashing saya atau lebih parahnya bias saya yang jadi pair di
cerita ini, mending Anda menjauh.
Back then, we didn’t know what true love was.
We didn’t know that true love could hurt this much.
Oh iya, apa kalian ingat?
Kita akan kopi darat di Itaewon
malam ini.
Datanglah jika kalian bisa. Bawa
mawar merah untuk tanda.
Just Joke. J
Sending Twitter
~~~~
Key sedang berada di sebuah Café sekarang. Menikmati latte setelah lelah
seharian mengajar. Pukul lima sore ia harus pulang. Buru-buru meninggalkan
kursinya saat tanpa sengaja ia malah menyenggol orang di sampingnya. Oh tidak,
kopi orang itu tumpah mengenai celananya. Reflek, ia segera mengelap bagian
celana dimana kopi itu tumpah.
“panas… panas…”
“omo, miane” Key tetap mengelap celana namja itu tanpa peduli semua mata
kini memandangnya.
“ah… ini tidak terlalu panas” tampaknya namja yang disenggol Key tadi
malu disaksikan banyak orang.
“tapi kau tadi bilang panas.”
“ I am okay now.”
“miane… miane…” tetap tak sadar dengan keadaan, Key tetep kekeh mengelap
celana namja tadi.
“ugh…”
“eh, apa aku menyentuh sesuatu tadi ?” Tanya Key polos.
“apa kau ini mesum ?”
“MWO ?”\
“aku mendengar rumor akhir-akhir ini. Orang menumpahkan teh atau kopi
dengan sengaja lalu berpura-pura mengelapnya dan …”
“ternyata benar-benar ada orang macam ini.” Kata namja itu mengejek.
“APA YANG KAU KATAKAN ?”
Namja tadi meninggalkan Key begitu saja dalam keadaan malu yang tidak
terkira.
“AKU BUKAN MESUM BODOH.” Key berteriak pada namja tadi yang sudah berada
di seberang jalan.
Huft… hari yang melelahkan ditambah dengan momen yang buruk. Key
mengupdate status terbaru di twitternya.
~~~~
“ kau bisa datang bersamaku Taemin ?” Tanya Key.
Key kini sudah berada di pusat perbelanjaan dengan Taemin sahabatnya.
“kita bertemu setelah setengah tahun untuk pertama kali akhirnya.” Terang
Key.
“Tidak, apa-apaan itu? Bertemu dengan follower twitter? Dengan orang
asing yang tidak kau kenal ?”
“jika kau bertemu dengan mereka malam ini, mereka tidak akan menjadi
orang asing lagi Taemin.”
Taemin tetap acuh.
“ayolah. Sejujurnya aku ingin sekali bertemu dengan seseorang. Namanya
Onew di twitter.”
“tampan ? Keren ? Kau jatuh cinta padanya ? ” Taemin tiba-tiba jadi
antusias
“belum pernah bertemu. Tapi aku merasa ada takdir diantara kita. ”
~~~~
Jonghyun memasuki sebuah café lengkap dengan sebuah mawar merah tersemat
di jasnya.
“dokter ?”
“dokter ?”
“ah iya.”
“mari kita duduk disana. Ah iya, aku Minho.”
“Minho shi ?”
“haha… iya. Ah, kurasa itu Key.”
Key memasuki café yang sama dengan yang dimasuki Jonghyun tadi bersama
Taemin.
“Annyeong, apakah…” belum selesai Key berbicara namja di hadapnnya
menyela.
“Tunggu, Kau Key kan? Aku Choi Minho alias Minho. Aku seorang editor
majalah. Ini dokter “
“Anio… panggil aku Jonghyun saja.”
“Aku Kim Kibum alias Key, seorang guru dan ini temanku Taemin, dia
pramugari.”
Seseorang memasuki café tempat dimana Key, Taemin, Jonghyun dan Minho berkumpul. Tampak sepertinya Minho
mengenali orang tersebut karena detik kemudian ia menghampiri namja yang baru
datang itu. Membawa namja tadi ke meja tempat keempat orang tadi memperkenalkan
diri.
“Maaf aku terlambat. Aku harus mengganti celanaku dulu, seorang mesum
tadi sengaja menumpahkan gelasnya ke celanaku. Aku Lee Jinki alias Onew. Aku
seorang fotografer. “
Deg, mesum ? kenapa kejadian yang dikatakan Onew mengingatkan pada
kejadian yang dialami Key siang tadi. Key menolehkan wajahnya dan terkejut
karena yang ia dapati Onew memang benar-benar namja yang ia senggol di restoran
siang tadi. Key menutupi mukanya dengan daftar menu.
“biar kutebak. Ini Minho, ini dokter dan kau pasti Key.” Onew menunjuk
pada Taemin.
“owh bukan. Aku orang baru. Dia Key”
Key masih menutup mukanya sampai Taemin dengan kesal menarik daftar menu
itu dari tangan Key.
“Eh? Kau?”
“kau mengenalnya ?” Minho bertanya.
“Tidak. Tidak. Aku hanya seperti pernah mengenalnya saja.” Onew
berbohong.
Key selamat, sepertinya Onew sudah memahami kesalah pahaman mereka tadi.
Setelah itu mereka jadi larut dalam
obrolan yang panjang. Saling berbagi tawa. Mengambil foto bersama. Orang-orang
asing yang kemudian terhubung dari dunia Twitter yang semu. Tidak peduli latar
belakang dan asal-usul. Kemudian tanpa sadar menemukan banyak ketertarikan satu
sama lain. Kalau ditilik lebih dalam akan terlihat bahwa Jonghyun selalu
memperhatikan Key dan Minho tak melepaskan pandangan matanya dari Taemin. Setelah
cukup lama berbincang, mereka kemudian memutuskan untuk pergi ke tempat
karaoke.
“Aku dan Key tidak bisa ikut, mianhe.” Onew membungkukkan badannya
sebagai permintaan maaf.
Onew dan Key kemudian pulang bersama. Sementara Taemin, Minho dan
Jonghyun meneruskan rencana mereka untuk pergi ke tempat karaoke. Namun, di
tengah jalan, Jonghyun mendapat panggilan. Ia musti buru-buru dan akhirnya
meninggalkan Minho dan Taemin berangkat berdua.
~~~~
Di balik cerita manis yang terurai,
cerita sejujurnya adalah …
Jonghyun terburu-buru datang ke sebuah rumah sakit. Seorang dokter
memintanya membetulkan alat medis yang berada di sana. Ya, sejujurnya Jonghyun
hanyalah seorang sales alat kedokteran. Semua yang dikatakan tentang ia yang
berprofesi sebagai seorang dokter hanya bohong semata demi terlihat keren di
mata follower twitternya.
Tak sekedar itu, dokter-dokter yang semena-mena kadang menyuruhnya
memijat atau bahkan membersihkan ruangan mereka. Dan Jonghyun akan dengan patuh
melaksanakan semua perintah mereka demi terjualnya barang-barang dari
perusahaan tempat ia bekerja.
Tak jarang ia juga kadang harus menunggu hingga berjam-jam hanya untuk
mempromosikan produk baru. Tapi yang ia dapat hanya pandangan tidak peduli dari
para dokter yang melihat orang-orang seperti Jonghyun tidak lebih dari sekedar
sampah.
Belum lagi ketika ia menghadapi atasannya yang begitu kasar. Sering kali
atasannya itu menumpahkan air tepat di atas kepalanya atau tak segan-segan
melempar beberapa macam barang yang dapat melukai wajah tampan Jonghyun kalau
ia tidak sukses menjual sesuai target.
Sementara itu adik Jonghyun, Amber harus diam-diam menjadi pengutil di
toko buku demi mendapatkan buku literaturenya. Kalau saja pemilik toko buku
tidak merasa kasihan padanya, ia mungkin sudah dilaporkan ke polisi. Dan hal
itu membuat Jonghyun jadi tambah merasa tidak berguna sebagai kakak. Twitter
menjadi satu-satunya tempat pelarian dimana ia bisa bebas dari kungkungan hidup
yang penuh sengsara itu
~~~~
Taemin dan Minho yang akhirnya berangkat berdua ke tempat karaoke malah
berujung di kamar hotel. Entah apa yang mereka berdua pikirkan. Mereka bahkan
belum 24 jam bertemu.
Taemin baru sadar ketika bangun dan mendapati dirinya sudah dalam keadaan
terlelap hanya mengenakan selimut di balik tubuh polosnya. Terbangun dalam
keadaan yang kacau. Melirik sekilas pada bekas luka sayatan di pergelangan
tangannya yang belum mengering. Bukan hanya satu atau dua sayatan, jumlahnya
sudah melebihi itu. Sepertinya bukan hanya sekali ia mencoba melukai diri
sendiri.
Perih …
Karena yang sebenarnya terjadi adalah tidak ada yang terjadi diantara
mereka. Minho menolaknya. Ia tidak menyentuh Taemin sama sekali. Saat Minho
terbangun, ia minta maaf dan berharap Taemin dengan segera melupakan apa yang
barusan terjadi. Berseloroh bahwa ia tadi hanya kebanyakan minum dan menjadi
terbawa suasana. Taemin berpura-pura bahwa ia baik saja dan dengan bercanda
mengatakan bahwa dengan begitu mereka akan tetap menjadi teman.
~~~~
Onew masuk ke dalam sebuah studio. Ia memotret beberapa model. Bukan
seperti yang ia katakan. Model-model yang ia foto bukanlah model papan atas
setingkat majalah Vogue dan semacamnya. Model di hadapannya sekarang ini adalah
model-model dengan pakain yang sangat minim kalau tidak mau disebut hampir
tanpa pakaian.
Tetap saja, ketika ia menunjukkan hasil fotonya pada Bosnya. Tanggapan
yang buruk yang selalu ia dapat. Dan pada akhirnya, ia tetap saja hanya menjadi
asisten fotografer bahkan untuk studio sekelas majalah dewasa tempat ia bekerja
sekarang.
~~~~
Minho berjalan keluar dari sebuah restoran bersama bosnya yang dalam
keadaan setengah mabuk. Tiba-tiba Bosnya meminta ia menciumnya. Minho kaget.
Bosnya mungkin sedang mabuk tapi permintaannya terlampau kelewatan. Lalu dengan
setengah linglung bosnya bercerita bagaimana ia bisa menjadi editor majalah
saat ini. Bagaimana bosnya itu tertarik pada Minho hingga tanpa melihat
proposal yang diajukan Minhopun bosnya itu langsung mempromosikan Minho.
Kesal…
Karena selama ini yang dipikirkan Minho adalah ia bisa jadi sukses
seperti sekarang ini karena jerih payahnya. Masih dalam keadaan kesal atau
kecewa? Entahlah tapi ketika bosnya mengancam akan menurunkan jabatan Minho
atau bahkan mendepaknya dari kantor kalau saja Minho tidak mau menuruti kemauan
bosnya itu, dengan emosi ia melumat bibir bosnya. Dengan menahan marah dan
sakit hati yang tak tahu ia salurkan kepada siapa. Ia kembali dan kembali
mengecup bibir bosnya tanpa berpikir.
~~~~
Key, mesti ia tampak berhubungan baik dengan Onew. Namun, di balik itu
semua. Cintanya hanyalah cinta satu sisi. Onew telah memiliki orang lain di
hatinya, Lee Joon. Padahal, Onew begitu terbuka dengan Key. Ia bahkan
mengatakan pekerjaan aslinya pada Key. Namun, tetap saja. Hanya Key yang
berharap.
Ketika namja itu berkata bahwa kata-kata “keep spirit” dari Key
membuatnya kembali bangkit, Key sempat berpikir bahwa merka bisa berdampingan
bersama. Bahkan ketika Onew mengantarkannya pulang dan menciumnya saat perjalanan pulang dari café
tempat mereka bertemu pertama kali. Onew melambungkan perasaannya berulang kali
namun kemudian hanya memberikan harapan palsu karena setelah Key bertemu
sendiri dengan Joon, Onew malah menyanggah ciuman itu, berdalih bahwa ciuman
itu hanya terbawa perasaan.
~~~~
Taemin membeli testpack dan kemudian menghubungi Minho. Mengajak namja
bermata besar itu untuk bertemu di rumah sakit
“Minho yah, mianhe. Aku akhirnya harus melibatkanmu. “
“Kau hamil? Lalu mengapa kau bisa-bisanya ingin tidur bersamaku ?” Minho
emosi.
“mianhe. Aku sudah berulang kali menghubungi pacarku. Namun ia selalu
menghindar. Aku hanya berfikir kalau saja beban ini dapat kubagi dengan
seseorang. Lagipula aku merasa kau menyukaiku. “
Hening…
Tak ada percakapan apapun sampai Taemin di panggil masuk seorang suster
untuk menemui dokter spesialis kandungan.
~~~~
Key memasuki kamar adiknya. Melihat begitu banyak barang berserakan. Tv
yang masih menyala dengan adik lelakinya, Dongho yang menatap intens layar TV
serius memainkan game.
“sudah malam Dongho. Kau harus tidur.”
Tanpa banyak perlawanan Key mematikan televisi di kamar adiknya. Mencoba
membujuk adiknya tidur. Tanpa tau, ketika ia keluar Dongho membuka isi dari
laci meja belajarnya. Serbuk itu terbungkus rapi, Narkoba. Dongho masih belum
bisa lepas dari obat-obatan itu.
~~~~
Ayah Onew menelepon, kembali meminta uang setelah menghabiskan seluruh
uang yang diberikan oleh Onew tidak lama sebelum ini. Onew hanya bisa
menanggapi malas-malasan. Keluar dari box telepon umum tanpa sengaja ayah Onew
menabrak seorang wanita. Wanita itu, cinta pertamanya, ibu dari seorang Kim
Kibum atau Key.
TBC ….








0 komentar:
Posting Komentar