Title
: Hard to say I love you
Cast
: Lee Jinki / Onew
Kim
Kibum / Key
Choi
Minho / Minho
Lee
Taemin / Taemin
Kim
Jonghyun / Jonghyun
Lee
Joon as Onew's lovers
Author
: Keytakaoru
Rating
: T
Genre
: drama, romance, angst, hurt
Desclaimer
: semua cast yang ada disini adalah milik diri mereka masing-masing beserta
para pasangannya #plak.
Warning
: saya tekankan jangan salah paham terhadap para cast yang menjadi peran
antagonis, saya bukan membenci mereka justru karena saya menyukai mereka maka
saya memakai mereka menjadi salah satu pemeran. dan seperti cerita fiksi lain,
cast di dalam cerita ini bisa sangat berbeda karakter dengan kehidupan aslinya.
Miss typho, tdk sesuai EYD, may be out of character, BL dll jadi buat yang gak suka
daripada membashing saya atau lebih parahnya bias saya yang jadi pair di cerita
ini, mending Anda menjauh.
“Onew,
kau memang bodoh.”
“aku
membencimu”
“kau
namja paling buruk yang aku kenal”
“dan
berfikir bahwa aku begitu mencintaimu”
“kenyataan
bahwa aku menyukaimu begitu besar”
“adalah
hal paling bodoh yang telah aku lakukan.”
Key
terus menggumamkan kalimat-kalimat semacam itu setelah melihat Onew menaiki
keretanya. kenyataannya ia tidak tahu bahwa Onew hanya berusaha memutar jalan
dari yang sebelumnya di seberang Key kini ada di balik tubuh Key yang sedang
menggerutu sambil sesekali mengusap air mata yang keluar dari matanya.
“Key
…”
Key
menoleh, kaget melihat Onew yang entah mulai kapan berada di balik sisi
tubuhnya.
“kau
mendengar apa yang aku katakan ?”
“tidak,
aku tidak mendengar apapun” Onew berbohong.
“kau
pasti mendengarnya” paksa Key.
“oke,
aku mendengarnya.”
“Aku
minta maaf tapi aku tidak bisa …”
“
kau mau berkata apa? Aku hanya bercanda bodoh. Kau pasti salah menangkap maksudku”
“tapi
Key, aku benar-benar …”
“stop,
jangan katakan apapun. Aku mengerti. Mulai saat ini, kita hanya akan tetap jadi
teman baik.”
Key
beranjak dari duduknya, mencoba berdiri tapi menjadi limbung. Onew dengan sigap
menahan tubuh Key.
“gwenchana,
aku hanya kebanyakan minum tadi, kau tak perlu repot.”
“Key…”
“soal
tadi, anggap saja kau salah dengar, arra? “
Onew
menganggukkan kepalanya. keduanya tersenyum namun dengan artian yang berbeda.
~~~~
Minho
masih pusing memikirkan apa yang baru saja menimpa dirinya. Bosnya yang
kecentilan itu memecatnya. Bosnya menemukan mainan baru sekarang, Junho teman
satu divisinya. Bagaimanapun ini adalah keputusannya, Minho berusaha untuk
tidak menyesali hal ini lagi. Susah karena kenyataannya ia memang tidak punya
sandaran lain selain pekerjaan itu satu-satunya.
Kalau
boleh jujur mungkin ini bukan murni keinginannya untuk menolak kemauan bosnya
tadi malam. Ya, tadi malam ketika Minho menyerahkan hasil jepretan Onew untuk
dipertimbangkan si bosnya yang centil itu justru meminta imbalan padanya.
Bosnya berharap Minho mau menemaninya tidur. Dan tanpa tahu yang terbayang di
wajahnya hanya senyum sabit Onew. Sungguh ia meragukan perasaan apa yang ia
alami saat itu.
Tapi
itu nyata, semuanya. Senyum Onew, saat-saat mereka berdua, menghabiskan waktu
bersama dengan teman-teman lain, saat Onew dengan mata berbinar meminta
bantuannya mengajukan hasil jepretannya, saat tanpa sengaja terjadi skinship
diantara keduanya. Dan hal gila yang tanpa izin terbersit dalam bayangannya itu
membuatnya tidak bisa meneruskan untuk berpura-pura fine saja dengan perlakuan
bosnya. Tidak, setelah ia cukup sadar bahwa ia hanya akan menjerumuskan dirinya
sendiri lebih dalam.
Lagipula
hal konyol macam apa itu? Hanya meminta untuk mengajukan hasil jepretan
temannya untuk dijadikan bagian dari project perusahaan mereka dan ia harus
menemani bosnya tidur? Bosnya memang sudah keterlaluan, harusnya Minho
bersyukur sekarang ia tak perlu repot meladeni kelakuan aneh bos macam itu.
Tapi suntuk, ia tidak tahu harus mencoba bekeja dimana sekarang.
Di
tengah kegalauan hatinya yang tak kunjung terselesaikan, HP yang sedang berada
di sakunya berdering.
“yoboseo.”
“nde,
ah Jjong wae?
“jinja?
Ah aku ikut bahagia. Tidak perlu berterima kasih padaku. Kau memang pantas
dipuji untuk peningkatan hasil penjualanmu. Kau sendiri yang berusaha datang
padaku. Sudah mau berkata jujur sampai merendah demi semua itu. Chukkae ne.”
“ye,
annyeong”
Lega,
setidaknya satu hal baik telah ia lakukan demi sahabatnya. Jonghyun menelepon
untuk menyampaikan bahwa bosnya untuk pertama kali memuji kehebatan Jonghyun
atas penjualan produk mereka yang tak lain adalah berkat pesanan rumah sakit
ayah Minho. Bahagia di tengah rasa sesak yang menghimpit dadanya, sudah cukup
ia harus bergerak mencari bahagianya sendiri sekarang.
~~~~
Onew
pulang ke rumahnya dalam keadaan kacau. Merendam dirinya di kamar mandi hingga
berjam-jam. Bayangan Joon yang berpelukan dengan Mir terus berputar di otaknya,
merasuki pikirannya dan hampir membuatnya gila. Tak habis pikir bagaimana Joon
bisa mengambil seluruh pikirannya ketika ada orang seperti Key yang dengan
tulus menunggu dirinya. Sedangkan dirinya sendiri justru melakukan hal bodoh
dengan menyukai orang yang telah memiliki pasangan.
Akhirnya
memutuskan untuk beranjak dari kamar mandi karena suhu yang sudah berubah
menjadi dingin. Ketika hendak mengambil pakaian di lemarinya Onew melihat
celana yang pernah dikembalikan Key. Duduk termenung mengngat kenangannya
bersama Key. Saat pertama kali ia bertemu Key ia bahkan sempat mengira bahwa
Key adalah orang mesum. Tersenyum, entah kenapa hatinya menghangat ketika
mengingat namja bermata kucing itu. Andai saja Key adalah orang yang dia
cintai. Ya, andai saja.
Tok…
tok… tok…
“annyeong”
“Joon”
Onew terperangah ketika mendapati seseorang yang kini berada di depan pintu
rumahnya.
“
ada masalah apa?”
“aku
hanya ingin datang, tidak boleh ?”
“oh,
kau pasti datang untuk mengambil cincicnmu.”
Joon
menahan tangan Onew yang hendak mengambil cincin Joon.
“bukan.
Aku tidak menginginkan cincin itu. Aku datang untukmu. Kau tidak marah kan?”
“tidak.”
“kau
tidak kehilangan perasaanmu padaku kan?”
“tidak”
Onew melemah, ia selalu dan selalu seperti ini ketika Joon membuatnya sakit
hati. Selalu tersenyum kembali ketika namja itu memintanya untuk tetap bertahan
disisinya, bagaimanapun Onew terlalu mencintai Joon.
“aku
benar-benar mencintaimu.” Memeluk Joon erat menghilangkan perasaan cemburunya
tadi ketika melihat namja itu berpelukan mesra dengan Mir. Kembali menghabiskan
malam seperti layaknya yang dilakukan kekasih normal.
~~~~
Keesokan
hari,
Key
memutuskan untuk pergi bersama dengan Taemin, menceritakan apa saja yang
terjadi pada dirinya seharian kemarin sambil menikmati waffle di café langganan
mereka berdua.
“jadi
kau ditolak oleh Onew dan justru ditembak oleh Jonghyun?” jelas Taemin
“begitulah,
kau tahu hal macam ini belum pernah terjadi padaku sebelumnya kan? Aku jadi
tidak bisa berfikir normal.” Miris,Key hanya bisa tertawa bodoh.
“tapi
sepertinya Onew juga belum yakin dengan dirinya sendiri.”
“huh?”
“dia
sedang menjalani hubungan dengan orang lain kan? Maka dari itu ia tidak bisa
menerimamu Key. Kau hanya harus sabar menunggunya.”
“ah
sudah lupakan. Apa kau ingin pergi karaoke setelah ini?”
“miane,
ada hal lain yang harus aku lakukan setelah ini.”
“oh,
arra. Kau terlihat sangat sibuk akhir-akhir ini. Kau bahkan jarang menelpon.”
“jinjja?
“
“heum,
kalau kau butuh bantuan bilang padaku. Ok? Hari ini aku sudah cukup lega bisa
mengatakan semunya padamu.
Key
mengantarkan Taemin keluar café. Kemudian mengetik di akun twitternya
When
you’re sad, do you hide your tears ?
Mess
around with your friends, force yourself to laugh and pretend nothing’s wrong ?
Jonghyun RT @Key
ya, aku tertawa seperti tidak ada yang terjadi padaku, aku mencoba yang terbaik
dan bekerja keras. Ketika aku melakukannya, hal itu membuatku bangkit kembali.
Minho RT @Key
ya, aku memiliki banyak kekhawatiran. Tapi sekarang aku berada di saat aku
ingin berkata bahwa aku baik-baik saja.
Taemin RT @Key kau benar, aku berupaya seperti itu dalam
hidupku. Tapi sekarang, aku bahagia.
Key
tersenyum melihat jawaban teman-temannya, ia tahu bahwa hal wajar kalau
terkadang ia merasa sedih, tapi ia punya banyak teman yang peduli pada dirinya,
ia tidak perlu khawatir. Key pulang berjalan kaki dengan perasaan yang lebih
baik.
Tanpa
sengaja entah untuk keberapa kalinya Key melihat Onew di atas jembatan penyebrangan
sedang mencoba mencari bidikan yang bagus. Key membentuk bingkai dari tangannya.
Membingkai Onew dari kejauhan. Cukup, kau
hanya perlu terbingkai di hatiku, batin Key. Tepat setelah itu Onew
menoleh, mengedarkan pandangannya tepat pada Key, melambaikan tangan. Key balas
melambaikan tangan.
“aku
akan menunjukkan kau sebuah rahasia, naiklah” teriak Onew dari kejauhan.
Key
naik ke jembatan. Terkagum akan keindahan pemandangan yang ia lihat, tepat di
hadapannya terbentang jalan lurus seperti tanpa ujung yang diapit oleh
pepohonan di kanan kiri serta matahari yang setengah tenggelam di ujung jalan.
Kalau saja ia tidak melihatnya langsung pasti ia mengira tempat seperti itu
hanya akan bisa ditemui di daerah pegunungan. Dan ini, ia bahkan bisa melihat
keindahan itu di tengah keramaian kota Seoul.
“ini
indah, aku tidak akan percaya kalau tidak melihatnya langsung.”
“benarkan
?”
“heum.
“
“pemandangan
punya sensenya sendiri. Ia dapat menunjukkan sisi berbeda kalau saja kita
melihatnya dengan teliti. Meski pemandangan sehari-hari yang kita lihat biasa,
terkadang dapat membuatmu takjub kalau kau merenunginya ”
“Onew,
kau terlalu romantis. Kukira akan ada banyak orang berfikir kau menyenangkan. “
“itu
tidak benar. Yah mungkin sedikit ada benarnya juga sih, haha…” keduanya
tertawa.
Key
dan Onew kemudian menghabiskan sore itu berdua .
~~~~
“eh,
kau disini Joon ?“ Onew sempat kaget mengetahui ada orang di dalam rumahnya
ketika ia pulang dari acara jalan bersama Key sore itu.
“aku
mencoba mendesain kamarmu.”
“bagus.”
“kau
tidak melihat
“apa
?”
“kau
tidak melihatku sama sekali. Aku merasa kau menghindariku”
“ku
kira itu hanya perasaanmu.”
“kalau
begitu lihat aku.”
Onew
maju dan mendekatkan wajahnya teapat di depan Joon, menilik wajah manis Joon
tepat di manik mata kelamnya.
“otte?
Kau puas?”
“bagaimana
menurutmu ?”
“kau
sempurna Joon”
“oke,
aku akan melapasmu untuk saat ini.”
Dan
seperti malam-malam sebelumnya, mereka akhirnya jadi menghabiskan malam
bersama. Ketika Onew tertidur Hp nya berbunyi, diam-diam Joon yang terbangun
dari tidurnya melihat apa pesan yang masuk ke dalam HP Onew tengah malam
begini.
From
: Key
Terimakasih
untuk yang tadi.
Aku
lega kita akhirnya bisa baikan.
Joon
meradang, bunyi pesan itu membuatnya tersulut emosi.
~~~~
Key
duduk di dalam café biasa ia menghabiskan waktu bersama teman-teman twitternya.
Menikmati latte favoritnya ketika seseorang masuk. Joon, namja itu orang yang
disukai Onew. Key terhenyak karena malam sebelumnya Onew lah yang memintanya
untuk datang ke café itu dan sekarang yang ia dapati justru harus bertemu rival
terberatnya.
“keberatan
kalau aku duduk disini?”
“tapi…”
“hanya
sebentar. that’s ok right?”
“ok.”
Joon
mendudukkan dirinya tepat di kursi dihadapan Key.
“tentang
Onew, apa yang kau fikirkan tentang dia?”
“eh
?”
“aku
lebih tua darinya kau tahu. Jadi, aku hanya penasaran apa yang dipikirkan orang
seumuran dia tentangnya.”
“tidak
ada yang khusus, dia biasa saja” Key berusaha mengontrol perasaannya, ia tidak
mungkin berkata yang sejujurnya di depan kekasih Onew bukan ?
“pelayan,
bisakah kau membawakan kopi satu?”
Saat
melambaikan tangan pada pelayan tadi, Key melihat cincin yang dikenakan Joon.
“cincinmu,
bukankah itu cincin pernikahan ?”
“ah,
kau mungkin tidak tahu. Aku memang sudah menikah. “
“kami
bertemu di Bali. Kira-kira 7 tahun lalu. Aku kira kami jatuh cinta pada
pandangan pertama. Dia sedang dalam perjalanan fotografi dan aku sedang
menikmati liburanku sendirian. Kami menghabiskan 4 hari bersama setelah itu.”
“jadi,
kalian berlibur bersama akhirnya?” Key hanya berpura-pura penasaran, sungguh ia
hanya ingin pergi dari penjelasan tidak berguna tentang pertemuan 2 sejoli itu.
“kau
bercanda? Kami tidak pernah meninggalkan hotel. Aku tidak tahu apa kau pernah
merasakannya ketika 2 orang saling berpelukan dan ketika tidak ada jarak yang
terpisah antara kau dan dia, terus berusaha mendekatkan diri sedekat mungkin
satu sama lain. Kami ingin menjadi dua
dalam satu. Berdua dalam satu tubuh. Apakah kau pernah mersakan cinta semacam
itu ?”
Key
menahan air mata yang sudah berada di pelupuk matanya.
Menggeleng,
hanya itu yang bisa ia lakukan.
“sebelum
itu, aku tidak percaya bahwa cinta semacam itu benar-benar ada. Tapi aku merasa
itu memang takdir. Di dunia ini, kalau saja ada separuh dari diriku, itu pasti
Onew. “
“kalau
memang begitu, kenapa kau menikahi orang lain?”
“setelah
bertemu Onew, keluargaku mengalami masalah financial. Jadi atas saran orang
tuaku aku terpaksa menikahi anak seorang presdir kaya.”
“apakah
itu benar ? kalau itu memang takdir, harusnya ada jalan untuk itu. Tidakkah kau
yakin kalau kau hanya ingin menempuh jalan hidup yang mudah ?”
“apa
yang kau bicarakan ? kami sudah berjanji sejak pertama kali, bahwa tubuh dan
hati kami akan selalu bersama, bahkan kami membuat tato kembar di tubuh kami.
Ia memiliki tato yang sama di lengannya. Lihat !” Joon menunjukkan sebuah tato
yang terlukis di belakang lehernya.
Key
menunduk, ia tidak mau melihat tato itu. Joon memaksa, ia mengarahkan kepala
Key pada arah tatonya berada. Ia bahkan menarik rambut Key karena emosi. Joon
terus memaksa dan Key tetap kukuh menundukkan kepalanya. Berbagai macam gelas
di atas meja di hadapan mereka jatuh dan pecah seiring kekasaran yang dilakukan
Joon. Sampai akhirnya, pelayan café menyelamatakan Key dari amukan Joon. Key
menangis, bukan fisiknya yang sakit, hatinya justru yang pecah
berkeping-keping.
“biar
aku ingatkan, anak kecil sepertimu tak akan pernah mampu memuaskannya” sindir
Joon sebelum akhirnya ia pergi meninggalkan Key di café itu sendirian dalam
tangis.
Key
kembali menulis di akun twitternya
Aku
bukan orang yang akan terluka hanya karena hal remeh semacam ini.
Jonghyun RT @Key apakah
kau tahu? Aku dengar diamond adalah hal termahal di dunia. Cantik dan bersinar.
Tapi lebih dari itu, hal yang membuatnya berharga adalah karena ia kuat dan
tidak dapat terluka.
Key RT @Jonghyun aku
harap aku punya hati seperti diamond, jadi aku tidak akan terluka.
Onew RT @Key kau sedang lelah, kita harus mencari waktu
untuk bertemu di café seperti biasa dengan teman-teman.
~~~~
Key
sudah berkumpul bersama keempat temannya, yah akhirnya mereka kembali memutuskan
untuk datang ke café biasanya.
“hey,
apa yang kalian fikirkan? Ada apa dengan kalian semua hari ini?” sahut Taemin
saat keadaan menjadi hening.
Sebuah
lagu mengalun di dalam café ketika mereka semua tetap menghening.
“ah,
lagu ini.” Onew bersuara.
“aku
tahu. Lagu ini judulnya hard to say I’m sorry” sahut Minho.
“lagu
ini bercerita tentang seseorang yang mencoba mengungkapkan cintanya secara
jujur kepada orang yang ia sukai.” Onew menjelaskan.
Key
tiba-tiba merasa lagu ini cocok sekali dengan suasana hatinya sekarang. Ia jadi
kembali merasa sesak.
“
itu hebat, karena sangat susah untuk jujur bukan ? setiap orang berkata bohong
untuk membuat dirinya tampak baik. Tapi disini, kita dapat menjadi diri kita
sendiri dengan jujur.” timpal Minho kemudian.
“ah,
aku jadi punya ide. Ayo main truth or dare.” Usul Taemin.
Semua
tampak setuju, Minho menyiapkan botol di tengah-tengah meja di hadapan mereka.
Minho memutar botol itu dan …
“ah
kau kena Taemin.” Sorak Minho.
“aku
pilih truth, aku menggunakan obat diet sekarang.”
“yah,
apa-apaan itu, kami tidak mau mendengar kejujuran macam itu.” Jawab Minho.
Taemin
acuh, ia tetap memutar botol yang akhirnya mengarah pada Onew sekarang.
“aku
memakan mie dengan mayonnaise.” Semua tertawa.
Permainan
terus berlanjut dengan tawa seperti biasa, kini tiba saatnya Jonghyun.
“aku
sekali, saat malam hari …”
“apa?
Apa? Apa yang kau lakukan di malam hari ?” Minho dan teman-teman yang lain
tampak penasaran.
“aku
makan hingga 5 piring sekali santap, haha…”
“yahh….”
Terdengar nada kekecewaan dari mereka semua.
Botol
kembali diputar, mengenai Taemin kembali.
“sebenarnya,
aku berbohong ketika aku berkata aku seorang pramugari. Aku sebenarnya bekerja
di toko pakaian anak-anak di seberang jalan ini.”
“heh?
Aku juga ingin berkata jujur. Sebenarnya aku membuat akun twitter untuk
keperluan penelitian majalahku.” Sela Minho
“aku
berkata kalau aku bekerja di majalah Top. Tapi kenyataannya aku bekerja di
sebuah agensi majalah dewasa. “ jujur Onew.
“APA?”
Jonghyun yang paling terdengar kaget.
“meski
aku berkata aku guru sebuah sekolah swasta nyatanya aku hanya guru pengganti.”
Key mengaku malu-malu.
“miane.
Aku bohong ketika aku bilang kalau aku dokter. Aku bekerja di perusahaan kecil
yang menjual alat-alat medis.” Jonghyun membungkuk meminta maaf.
“tidak masalah. Kita semua teman sekarang.”
Timpal Onew.
“ayo
rayakan dengan cheers.” Onew mengangkat tinggi gelasnya. Semuanya mengikuti.
“mian,
aku harus ke kamar mandi dulu.” Taemin meminta izin/
“biar
aku temani” sahut Key.
Sampai
di kamar mandi yang Taemin lakukan hanya muntah dmuntah, Key melihatnya, ia
khawatir, mendekati namja yang sudah ia anggap seperti adiknya sendiri itu
serta mengelus tengkuknya agar Taemin merasa lebih rileks.
“kau
pasti terlalu banyak minum.”
“bukan
Key. Ini karena aku sedang hamil.”
“apa?
Taemin ah, kau yakin ?”
“kurasa
ini truth or dare yang sebenarnya dariku.”
“kenapa? Kenapa kau diam selama ini?”
“aku
takut kau memandang rendah diriku.”
“apa
yang kau katakan ? aku tak mungkin melakukannya.”
“aku
lega akhirnya bisa bercerita padamu.” Taemin memeluk Key.
~~~~
Joon
tampak berantakan dengan botol-botol minuman keras yang tersebar di meja bahkan
lantai. Ia membanting gelas di hadapannya, menatap ragu pada pecahan gelas yang
berserakan di lantai. Mengambil satu pecahan yang terlihat sangat tajam dengan
rasa depresi. Ia kembali memikirkan perkataan Key. Kata-kata itu terngiang
terus di fikirannya. Perlahan mengarahkan pecahan gelas tadi menuju lengan.
Merasakan aliran darah yang menetes dari hasil sayatan luka yang telah ia buat
dengan tangannya sendiri.
Setelah
itu, Joon memasang perban dengan hati-hati pada lengan yang ia sayat. Merapikan
rumahnya seperti tidak terjadi apapun belum lama ini. Joon dengan tangan
berbalut perban kemudian pergi menuju rumah Onew. Tampak sebuah seringaian
tersungging di bibir merahnya.
“Key melakukannya ? kau bercanda bukan? ”
“iya,
kami bertemu tanpa sengaja kem udian akhirnya memutuskan untuk minum teh
bersama. Tapi tak lama kemudian kita jadi saling debat. Selnjutnya dia marah
dan melempar gelasnya ke lantai. Pecahannya mengenai lenganku.”
“key…
Key berani melakukannya.” Onew terperangah.
“ini
kesalahanku.”
Onew
mendekat pada Joon, meneliti lengan Joon yang telah diperban.
“lukanya
sangat dalam.”
“it’s
fine”
“bagaimana
bisa seperti ini baik-baik saja ?”
“aku
baik-baik saja asal kau selalu bersamaku.
~~~~
Key
menyesali kenapa ia tidak membawa payung tadi saat berangkat mengajar. Kini ia
hanya bisa mendesah mendapati hujan gerimis di luar sana. Ia tidak bisa diam
menunggu saja hujan itu reda. Ia masih punya banyak tugas di rumah. Dengan
sangat terpaksa ia harus membeli payung baru sekarang.
Saat
hendak memasuki toko, ia mendapati Onew berdiri di dekat gerbang sekolahnya.
“Onew
ah…”
“aku
menunggumu.”
Key
dan Onew akhirnya pulang bersama.
“kau
bertemu Joon ?”
“eh?”
“kenapa
kau melakukannya ?”
“apa
maksudmu ?”
“kau
menyakitinya bukan ?”
“untuk
apa ?”
“dia
bilang ia terluka karena pecahan gelas yang kau lemparkan ke lantai.”
“itu
tidak benar.” Key menyadari ada yang salah dari cerita Onew.
“gelas-gelas
memang pecah tapi tidak ada yang mengenainya. Apakah kau menuduhku melakukan
itu semua ? apakah kau piker aku benar-benar akan melakukan hal semacam itu ?
jadi kau tidak percaya padaku.”
“kalau
begitu. Jangan mendekatinya lagi.”
“tapi
Onew, ia sudah menikah.”
“kau
tidak berhak mengomentari hidup orang lain.”
“tapi
kau salah Onew. Aku hanya … “
“aku
tidak peduli dengan apa yang kau pikirkan” Onew berteriak marah.
“dia
sudah menikah atau tidak, aku tidak peduli. Kau tahu ? jangan buat kekacauan
lagi dengan Joon.”
“tapi,
bagaimana dengan dirimu selanjutnya ? selalu bersamanya, meskipun dia sudah
menikah. Apa yang akan terjadi dengan masa depanmu ?”
“itu
bukan urusanmu kan? “
Onew
meninggalkan Key sendiridalam gerimis hujan. Key tidak terima, bagaimanapun ia
harus meyakinkan Onew kalau ia tidak melukai Joon. Key berlari menyusul Onew.
“tunggu
“ Key akhirnya berhasil meraih tangan Onew.
“apa
yang kau inginkan ?”
“tunggu
sebentar.” Key tanpa sengaja melihat cap tato di lengan Onew karena kondisi
bajunya yang basah terkena air hujan. Hatinya memanas.
“percaya
padaku.” Key memohon.
“percaya
padaku. Aku tidak menyakitinya.”
“diamlah.”
Onew emosi dan mendorong Key hingga namja itu terjatuh. Ia sempat tidak tega
tapi ia harus. Membiarkan Key dalam keadaan begitu tanpa berusaha mengulurkan
tangannya.
“berhentilah
melakukan hal aneh jika kau tak ingin aku membencimu.”
“kau
benar tergila-gila padanya sepertinya.”
“aku
tidak akan membantumu. Annyeong.” Onew kembali meninggalkan Key. Kali ini dalam
keadaan yang lebih parah. Key terduduk tanpa berusaha berdiri di bawah guyuran
deras air hujan. Dingin, suasana ini entah kenapa menggambarkan hatinya dengan
begitu baik.
~~~~
Jonghyun
pulang dari kantornya dengan perasaan bahagia. Kantor sekarang menjadi tempat
yang menyenangkan sejak ia sukses menjual banyak produk berkat bantuan ayah
Minho. Ketika melewati toko bunga, ia jadi tertarik untuk membeli bunga untuk
Key. Hitung-hitung sebagai berbagi kebahagiaan bersama namja yang ia cintai
itu. Hatinya benar-benar sedang berbunga-bunga sekarang.
Sayangnya,
ketika ia keluar dari toko bunga hujan gerimis mulai turun. Meski begitu tidak
menyurutkan niatnya untuk memberikan bunga yang ia beli barusan kepada Key.
Jonghyun menunggu di tempat biasa Key lewat.
Tak
berapa lama Jonghyun melihat Key yang berjalan dengan lesu tanpa paying.
Bajunya basah kuyup. Buru-buru ia menghampiri Key.
“Key.”
Jonghyun memayungi tubuh Key.
“aku
kira kau suka warna pink. Aku juga sudah bertanya pada Taemin bunga kesukaanmu.
Maka dari itu, aku memutuskan untuk membeli bunga ini special untukmu. Aku
harap kau …”
Jonghyun
belum selesai bicara ketika Key tiba-tiba memeluk erat tubuhnya. Jonghyun
tersentak sampai tanpa sadar menjatuhkan payung yang dipegangnya. Lalu beberapa
saat kemudian ia tersadar dan balas memeluk erat tubuh dingin Key.
“Key
ah, saranghae.”
TBC
…








0 komentar:
Posting Komentar