Hard to say I love you / ff series 3



Title : Hard to say I love you

Cast : Lee Jinki / Onew
Kim Kibum / Key
Choi Minho / Minho
Lee Taemin / Taemin
Kim Jonghyun / Jonghyun
Lee Joon as Onew's lovers


Author : Keytakaoru 

Rating : T

Genre : drama, romance, angst, hurt

Desclaimer : semua cast yang ada disini adalah milik diri mereka masing-masing beserta para pasangannya #plak.

Warning : saya tekankan jangan salah paham terhadap para cast yang menjadi peran antagonis, saya bukan membenci mereka justru karena saya menyukai mereka maka saya memakai mereka menjadi salah satu pemeran. dan seperti cerita fiksi lain, cast di dalam cerita ini bisa sangat berbeda karakter dengan kehidupan aslinya. Miss typho, tdk sesuai EYD, may be out of character, BL dll jadi buat yang gak suka daripada membashing saya atau lebih parahnya bias saya yang jadi pair di cerita ini, mending Anda menjauh.






“Onew, kau memang bodoh.”

“aku membencimu”

“kau namja paling buruk yang aku kenal”

“dan berfikir bahwa aku begitu mencintaimu”

“kenyataan bahwa aku menyukaimu begitu besar”

“adalah hal paling bodoh yang telah aku lakukan.”

Key terus menggumamkan kalimat-kalimat semacam itu setelah melihat Onew menaiki keretanya. kenyataannya ia tidak tahu bahwa Onew hanya berusaha memutar jalan dari yang sebelumnya di seberang Key kini ada di balik tubuh Key yang sedang menggerutu sambil sesekali mengusap air mata yang keluar dari matanya.

“Key …”

Key menoleh, kaget melihat Onew yang entah mulai kapan berada di balik sisi tubuhnya.

“kau mendengar apa yang aku katakan ?”

“tidak, aku tidak mendengar apapun” Onew berbohong.

“kau pasti mendengarnya” paksa Key.

“oke, aku mendengarnya.”

“Aku minta maaf  tapi aku tidak bisa …”

“ kau mau berkata apa? Aku hanya bercanda bodoh. Kau pasti salah menangkap maksudku”

“tapi Key, aku benar-benar …”

“stop, jangan katakan apapun. Aku mengerti. Mulai saat ini, kita hanya akan tetap jadi teman baik.”

Key beranjak dari duduknya, mencoba berdiri tapi menjadi limbung. Onew dengan sigap menahan tubuh Key.

“gwenchana, aku hanya kebanyakan minum tadi, kau tak perlu repot.”

“Key…”

“soal tadi, anggap saja kau salah dengar, arra? “

Onew menganggukkan kepalanya. keduanya tersenyum namun dengan artian yang berbeda.

~~~~

Minho masih pusing memikirkan apa yang baru saja menimpa dirinya. Bosnya yang kecentilan itu memecatnya. Bosnya menemukan mainan baru sekarang, Junho teman satu divisinya. Bagaimanapun ini adalah keputusannya, Minho berusaha untuk tidak menyesali hal ini lagi. Susah karena kenyataannya ia memang tidak punya sandaran lain selain pekerjaan itu satu-satunya.

Kalau boleh jujur mungkin ini bukan murni keinginannya untuk menolak kemauan bosnya tadi malam. Ya, tadi malam ketika Minho menyerahkan hasil jepretan Onew untuk dipertimbangkan si bosnya yang centil itu justru meminta imbalan padanya. Bosnya berharap Minho mau menemaninya tidur. Dan tanpa tahu yang terbayang di wajahnya hanya senyum sabit Onew. Sungguh ia meragukan perasaan apa yang ia alami saat itu.

Tapi itu nyata, semuanya. Senyum Onew, saat-saat mereka berdua, menghabiskan waktu bersama dengan teman-teman lain, saat Onew dengan mata berbinar meminta bantuannya mengajukan hasil jepretannya, saat tanpa sengaja terjadi skinship diantara keduanya. Dan hal gila yang tanpa izin terbersit dalam bayangannya itu membuatnya tidak bisa meneruskan untuk berpura-pura fine saja dengan perlakuan bosnya. Tidak, setelah ia cukup sadar bahwa ia hanya akan menjerumuskan dirinya sendiri lebih dalam.

Lagipula hal konyol macam apa itu? Hanya meminta untuk mengajukan hasil jepretan temannya untuk dijadikan bagian dari project perusahaan mereka dan ia harus menemani bosnya tidur? Bosnya memang sudah keterlaluan, harusnya Minho bersyukur sekarang ia tak perlu repot meladeni kelakuan aneh bos macam itu. Tapi suntuk, ia tidak tahu harus mencoba bekeja dimana sekarang.

Di tengah kegalauan hatinya yang tak kunjung terselesaikan, HP yang sedang berada di sakunya berdering.

“yoboseo.”

“nde, ah Jjong wae?

“jinja? Ah aku ikut bahagia. Tidak perlu berterima kasih padaku. Kau memang pantas dipuji untuk peningkatan hasil penjualanmu. Kau sendiri yang berusaha datang padaku. Sudah mau berkata jujur sampai merendah demi semua itu. Chukkae ne.”

“ye, annyeong”

Lega, setidaknya satu hal baik telah ia lakukan demi sahabatnya. Jonghyun menelepon untuk menyampaikan bahwa bosnya untuk pertama kali memuji kehebatan Jonghyun atas penjualan produk mereka yang tak lain adalah berkat pesanan rumah sakit ayah Minho. Bahagia di tengah rasa sesak yang menghimpit dadanya, sudah cukup ia harus bergerak mencari bahagianya sendiri sekarang.

~~~~

Onew pulang ke rumahnya dalam keadaan kacau. Merendam dirinya di kamar mandi hingga berjam-jam. Bayangan Joon yang berpelukan dengan Mir terus berputar di otaknya, merasuki pikirannya dan hampir membuatnya gila. Tak habis pikir bagaimana Joon bisa mengambil seluruh pikirannya ketika ada orang seperti Key yang dengan tulus menunggu dirinya. Sedangkan dirinya sendiri justru melakukan hal bodoh dengan menyukai orang yang telah memiliki pasangan.

Akhirnya memutuskan untuk beranjak dari kamar mandi karena suhu yang sudah berubah menjadi dingin. Ketika hendak mengambil pakaian di lemarinya Onew melihat celana yang pernah dikembalikan Key. Duduk termenung mengngat kenangannya bersama Key. Saat pertama kali ia bertemu Key ia bahkan sempat mengira bahwa Key adalah orang mesum. Tersenyum, entah kenapa hatinya menghangat ketika mengingat namja bermata kucing itu. Andai saja Key adalah orang yang dia cintai. Ya, andai saja.

Tok… tok… tok…

“annyeong”

“Joon” Onew terperangah ketika mendapati seseorang yang kini berada di depan pintu rumahnya.

“ ada masalah apa?”

“aku hanya ingin datang, tidak boleh ?”

“oh, kau pasti datang untuk mengambil cincicnmu.”

Joon menahan tangan Onew yang hendak mengambil cincin Joon.

“bukan. Aku tidak menginginkan cincin itu. Aku datang untukmu. Kau tidak marah kan?”

“tidak.”

“kau tidak kehilangan perasaanmu padaku kan?”

“tidak” Onew melemah, ia selalu dan selalu seperti ini ketika Joon membuatnya sakit hati. Selalu tersenyum kembali ketika namja itu memintanya untuk tetap bertahan disisinya, bagaimanapun Onew terlalu mencintai Joon.

“aku benar-benar mencintaimu.” Memeluk Joon erat menghilangkan perasaan cemburunya tadi ketika melihat namja itu berpelukan mesra dengan Mir. Kembali menghabiskan malam seperti layaknya yang dilakukan kekasih normal.

~~~~

Keesokan hari,

Key memutuskan untuk pergi bersama dengan Taemin, menceritakan apa saja yang terjadi pada dirinya seharian kemarin sambil menikmati waffle di café langganan mereka berdua.

“jadi kau ditolak oleh Onew dan justru ditembak oleh Jonghyun?” jelas Taemin

“begitulah, kau tahu hal macam ini belum pernah terjadi padaku sebelumnya kan? Aku jadi tidak bisa berfikir normal.” Miris,Key hanya bisa tertawa bodoh.

“tapi sepertinya Onew juga belum yakin dengan dirinya sendiri.”

“huh?”

“dia sedang menjalani hubungan dengan orang lain kan? Maka dari itu ia tidak bisa menerimamu Key. Kau hanya harus sabar menunggunya.”

“ah sudah lupakan. Apa kau ingin pergi karaoke setelah ini?”

“miane, ada hal lain yang harus aku lakukan setelah ini.”

“oh, arra. Kau terlihat sangat sibuk akhir-akhir ini. Kau bahkan jarang menelpon.”

“jinjja? “

“heum, kalau kau butuh bantuan bilang padaku. Ok? Hari ini aku sudah cukup lega bisa mengatakan semunya padamu.

Key mengantarkan Taemin keluar café. Kemudian mengetik di akun twitternya

When you’re sad, do you hide your tears ?
Mess around with your friends, force yourself to laugh and pretend nothing’s wrong ?

Jonghyun RT @Key ya, aku tertawa seperti tidak ada yang terjadi padaku, aku mencoba yang terbaik dan bekerja keras. Ketika aku melakukannya, hal itu membuatku bangkit kembali.

Minho RT @Key ya, aku memiliki banyak kekhawatiran. Tapi sekarang aku berada di saat aku ingin berkata bahwa aku baik-baik saja.

Taemin RT @Key  kau benar, aku berupaya seperti itu dalam hidupku. Tapi sekarang, aku bahagia.

Key tersenyum melihat jawaban teman-temannya, ia tahu bahwa hal wajar kalau terkadang ia merasa sedih, tapi ia punya banyak teman yang peduli pada dirinya, ia tidak perlu khawatir. Key pulang berjalan kaki dengan perasaan yang lebih baik.

Tanpa sengaja entah untuk keberapa kalinya Key melihat Onew di atas jembatan penyebrangan sedang mencoba mencari bidikan yang bagus. Key membentuk bingkai dari tangannya. Membingkai Onew dari kejauhan. Cukup, kau hanya perlu terbingkai di hatiku, batin Key. Tepat setelah itu Onew menoleh, mengedarkan pandangannya tepat pada Key, melambaikan tangan. Key balas melambaikan tangan.

“aku akan menunjukkan kau sebuah rahasia, naiklah” teriak Onew dari kejauhan.

Key naik ke jembatan. Terkagum akan keindahan pemandangan yang ia lihat, tepat di hadapannya terbentang jalan lurus seperti tanpa ujung yang diapit oleh pepohonan di kanan kiri serta matahari yang setengah tenggelam di ujung jalan. Kalau saja ia tidak melihatnya langsung pasti ia mengira tempat seperti itu hanya akan bisa ditemui di daerah pegunungan. Dan ini, ia bahkan bisa melihat keindahan itu di tengah keramaian kota Seoul.

“ini indah, aku tidak akan percaya kalau tidak melihatnya langsung.”

“benarkan ?”

“heum. “

“pemandangan punya sensenya sendiri. Ia dapat menunjukkan sisi berbeda kalau saja kita melihatnya dengan teliti. Meski pemandangan sehari-hari yang kita lihat biasa, terkadang dapat membuatmu takjub kalau kau merenunginya ”

“Onew, kau terlalu romantis. Kukira akan ada banyak orang berfikir kau menyenangkan. “

“itu tidak benar. Yah mungkin sedikit ada benarnya juga sih, haha…” keduanya tertawa.

Key dan Onew kemudian menghabiskan sore itu berdua .

~~~~

“eh, kau disini Joon ?“ Onew sempat kaget mengetahui ada orang di dalam rumahnya ketika ia pulang dari acara jalan bersama Key sore itu.

“aku mencoba mendesain kamarmu.”

“bagus.”
“kau tidak melihat

“apa ?”

“kau tidak melihatku sama sekali. Aku merasa kau menghindariku”

“ku kira itu hanya perasaanmu.”

“kalau begitu lihat aku.”

Onew maju dan mendekatkan wajahnya teapat di depan Joon, menilik wajah manis Joon tepat di manik mata kelamnya.

“otte? Kau puas?”

“bagaimana menurutmu ?”

“kau sempurna Joon”

“oke, aku akan melapasmu untuk saat ini.”

Dan seperti malam-malam sebelumnya, mereka akhirnya jadi menghabiskan malam bersama. Ketika Onew tertidur Hp nya berbunyi, diam-diam Joon yang terbangun dari tidurnya melihat apa pesan yang masuk ke dalam HP Onew tengah malam begini.

From : Key

Terimakasih untuk yang tadi.
Aku lega kita akhirnya bisa baikan.

Joon meradang, bunyi pesan itu membuatnya tersulut emosi.

~~~~

Key duduk di dalam café biasa ia menghabiskan waktu bersama teman-teman twitternya. Menikmati latte favoritnya ketika seseorang masuk. Joon, namja itu orang yang disukai Onew. Key terhenyak karena malam sebelumnya Onew lah yang memintanya untuk datang ke café itu dan sekarang yang ia dapati justru harus bertemu rival terberatnya.

“keberatan kalau aku duduk disini?”

“tapi…”

“hanya sebentar. that’s ok right?”

“ok.”

Joon mendudukkan dirinya tepat di kursi dihadapan Key.
“tentang Onew, apa yang kau fikirkan tentang dia?”

“eh ?”

“aku lebih tua darinya kau tahu. Jadi, aku hanya penasaran apa yang dipikirkan orang seumuran dia tentangnya.”

“tidak ada yang khusus, dia biasa saja” Key berusaha mengontrol perasaannya, ia tidak mungkin berkata yang sejujurnya di depan kekasih Onew bukan ?

“pelayan, bisakah kau membawakan kopi satu?”

Saat melambaikan tangan pada pelayan tadi, Key melihat cincin yang dikenakan Joon.

“cincinmu, bukankah itu cincin pernikahan ?”

“ah, kau mungkin tidak tahu. Aku memang sudah menikah. “

“kami bertemu di Bali. Kira-kira 7 tahun lalu. Aku kira kami jatuh cinta pada pandangan pertama. Dia sedang dalam perjalanan fotografi dan aku sedang menikmati liburanku sendirian. Kami menghabiskan 4 hari bersama setelah itu.”

“jadi, kalian berlibur bersama akhirnya?” Key hanya berpura-pura penasaran, sungguh ia hanya ingin pergi dari penjelasan tidak berguna tentang pertemuan 2 sejoli itu.

“kau bercanda? Kami tidak pernah meninggalkan hotel. Aku tidak tahu apa kau pernah merasakannya ketika 2 orang saling berpelukan dan ketika tidak ada jarak yang terpisah antara kau dan dia, terus berusaha mendekatkan diri sedekat mungkin satu sama lain.  Kami ingin menjadi dua dalam satu. Berdua dalam satu tubuh. Apakah kau pernah mersakan cinta semacam itu ?”

Key menahan air mata yang sudah berada di pelupuk matanya.

Menggeleng, hanya itu yang bisa ia lakukan.

“sebelum itu, aku tidak percaya bahwa cinta semacam itu benar-benar ada. Tapi aku merasa itu memang takdir. Di dunia ini, kalau saja ada separuh dari diriku, itu pasti Onew. “

“kalau memang begitu, kenapa kau menikahi orang lain?”

“setelah bertemu Onew, keluargaku mengalami masalah financial. Jadi atas saran orang tuaku aku terpaksa menikahi anak seorang presdir kaya.”

“apakah itu benar ? kalau itu memang takdir, harusnya ada jalan untuk itu. Tidakkah kau yakin kalau kau hanya ingin menempuh jalan hidup yang mudah ?”

“apa yang kau bicarakan ? kami sudah berjanji sejak pertama kali, bahwa tubuh dan hati kami akan selalu bersama, bahkan kami membuat tato kembar di tubuh kami. Ia memiliki tato yang sama di lengannya. Lihat !” Joon menunjukkan sebuah tato yang terlukis di belakang lehernya.

Key menunduk, ia tidak mau melihat tato itu. Joon memaksa, ia mengarahkan kepala Key pada arah tatonya berada. Ia bahkan menarik rambut Key karena emosi. Joon terus memaksa dan Key tetap kukuh menundukkan kepalanya. Berbagai macam gelas di atas meja di hadapan mereka jatuh dan pecah seiring kekasaran yang dilakukan Joon. Sampai akhirnya, pelayan café menyelamatakan Key dari amukan Joon. Key menangis, bukan fisiknya yang sakit, hatinya justru yang pecah berkeping-keping.

“biar aku ingatkan, anak kecil sepertimu tak akan pernah mampu memuaskannya” sindir Joon sebelum akhirnya ia pergi meninggalkan Key di café itu sendirian dalam tangis.

Key kembali menulis di akun twitternya

Aku bukan orang yang akan terluka hanya karena hal remeh semacam ini.

Jonghyun RT @Key apakah kau tahu? Aku dengar diamond adalah hal termahal di dunia. Cantik dan bersinar. Tapi lebih dari itu, hal yang membuatnya berharga adalah karena ia kuat dan tidak dapat terluka.

Key RT @Jonghyun aku harap aku punya hati seperti diamond, jadi aku tidak akan terluka.

Onew RT @Key  kau sedang lelah, kita harus mencari waktu untuk bertemu di café seperti biasa dengan teman-teman.

~~~~

Key sudah berkumpul bersama keempat temannya, yah akhirnya mereka kembali memutuskan untuk datang ke café biasanya.

“hey, apa yang kalian fikirkan? Ada apa dengan kalian semua hari ini?” sahut Taemin saat keadaan menjadi hening.

Sebuah lagu mengalun di dalam café ketika mereka semua tetap menghening.

“ah, lagu ini.” Onew bersuara.

“aku tahu. Lagu ini judulnya hard to say I’m sorry” sahut Minho.

“lagu ini bercerita tentang seseorang yang mencoba mengungkapkan cintanya secara jujur kepada orang yang ia sukai.” Onew menjelaskan.

Key tiba-tiba merasa lagu ini cocok sekali dengan suasana hatinya sekarang. Ia jadi kembali merasa sesak.

“ itu hebat, karena sangat susah untuk jujur bukan ? setiap orang berkata bohong untuk membuat dirinya tampak baik. Tapi disini, kita dapat menjadi diri kita sendiri dengan jujur.” timpal Minho kemudian.

“ah, aku jadi punya ide. Ayo main truth or dare.” Usul Taemin.

Semua tampak setuju, Minho menyiapkan botol di tengah-tengah meja di hadapan mereka. Minho memutar botol itu dan …

“ah kau kena Taemin.” Sorak Minho.

“aku pilih truth, aku menggunakan obat diet sekarang.”

“yah, apa-apaan itu, kami tidak mau mendengar kejujuran macam itu.” Jawab Minho.

Taemin acuh, ia tetap memutar botol yang akhirnya mengarah pada Onew sekarang.

“aku memakan mie dengan mayonnaise.” Semua tertawa.

Permainan terus berlanjut dengan tawa seperti biasa, kini tiba saatnya Jonghyun.

“aku sekali, saat malam hari …”

“apa? Apa? Apa yang kau lakukan di malam hari ?” Minho dan teman-teman yang lain tampak penasaran.

“aku makan hingga 5 piring sekali santap, haha…”

“yahh….” Terdengar nada kekecewaan dari mereka semua.

Botol kembali diputar, mengenai Taemin kembali.

“sebenarnya, aku berbohong ketika aku berkata aku seorang pramugari. Aku sebenarnya bekerja di toko pakaian anak-anak di seberang jalan ini.”

“heh? Aku juga ingin berkata jujur. Sebenarnya aku membuat akun twitter untuk keperluan penelitian majalahku.” Sela Minho

“aku berkata kalau aku bekerja di majalah Top. Tapi kenyataannya aku bekerja di sebuah agensi majalah dewasa. “ jujur Onew.

“APA?” Jonghyun yang paling terdengar kaget.

“meski aku berkata aku guru sebuah sekolah swasta nyatanya aku hanya guru pengganti.” Key mengaku malu-malu.

“miane. Aku bohong ketika aku bilang kalau aku dokter. Aku bekerja di perusahaan kecil yang menjual alat-alat medis.” Jonghyun membungkuk meminta maaf.

 “tidak masalah. Kita semua teman sekarang.” Timpal Onew.

“ayo rayakan dengan cheers.” Onew mengangkat tinggi gelasnya. Semuanya mengikuti.

“mian, aku harus ke kamar mandi dulu.” Taemin meminta izin/

“biar aku temani” sahut Key.

Sampai di kamar mandi yang Taemin lakukan hanya muntah dmuntah, Key melihatnya, ia khawatir, mendekati namja yang sudah ia anggap seperti adiknya sendiri itu serta mengelus tengkuknya agar Taemin merasa lebih rileks.

“kau pasti terlalu banyak minum.”

“bukan Key. Ini karena aku sedang hamil.”

“apa? Taemin ah, kau yakin ?”

“kurasa ini truth or dare yang sebenarnya dariku.”

 “kenapa? Kenapa kau diam selama ini?”

“aku takut kau memandang rendah diriku.”

“apa yang kau katakan ? aku tak mungkin melakukannya.”

“aku lega akhirnya bisa bercerita padamu.” Taemin memeluk Key.

~~~~

Joon tampak berantakan dengan botol-botol minuman keras yang tersebar di meja bahkan lantai. Ia membanting gelas di hadapannya, menatap ragu pada pecahan gelas yang berserakan di lantai. Mengambil satu pecahan yang terlihat sangat tajam dengan rasa depresi. Ia kembali memikirkan perkataan Key. Kata-kata itu terngiang terus di fikirannya. Perlahan mengarahkan pecahan gelas tadi menuju lengan. Merasakan aliran darah yang menetes dari hasil sayatan luka yang telah ia buat dengan tangannya sendiri.

Setelah itu, Joon memasang perban dengan hati-hati pada lengan yang ia sayat. Merapikan rumahnya seperti tidak terjadi apapun belum lama ini. Joon dengan tangan berbalut perban kemudian pergi menuju rumah Onew. Tampak sebuah seringaian tersungging di bibir merahnya.

 “Key melakukannya ? kau bercanda bukan? ”
“iya, kami bertemu tanpa sengaja kem udian akhirnya memutuskan untuk minum teh bersama. Tapi tak lama kemudian kita jadi saling debat. Selnjutnya dia marah dan melempar gelasnya ke lantai. Pecahannya mengenai lenganku.”

“key… Key berani melakukannya.” Onew terperangah.

“ini kesalahanku.”

Onew mendekat pada Joon, meneliti lengan Joon yang telah diperban.

“lukanya sangat dalam.”

“it’s fine”

“bagaimana bisa seperti ini baik-baik saja ?”

“aku baik-baik saja asal kau selalu bersamaku.

~~~~

Key menyesali kenapa ia tidak membawa payung tadi saat berangkat mengajar. Kini ia hanya bisa mendesah mendapati hujan gerimis di luar sana. Ia tidak bisa diam menunggu saja hujan itu reda. Ia masih punya banyak tugas di rumah. Dengan sangat terpaksa ia harus membeli payung baru sekarang.

Saat hendak memasuki toko, ia mendapati Onew berdiri di dekat gerbang sekolahnya.

“Onew ah…”

“aku menunggumu.”

Key dan Onew akhirnya pulang bersama.

“kau bertemu Joon ?”

“eh?”

“kenapa kau melakukannya ?”

“apa maksudmu ?”

“kau menyakitinya bukan ?”

“untuk apa ?”

“dia bilang ia terluka karena pecahan gelas yang kau lemparkan ke lantai.”

“itu tidak benar.” Key menyadari ada yang salah dari cerita Onew.

“gelas-gelas memang pecah tapi tidak ada yang mengenainya. Apakah kau menuduhku melakukan itu semua ? apakah kau piker aku benar-benar akan melakukan hal semacam itu ? jadi kau tidak percaya padaku.”

“kalau begitu. Jangan mendekatinya lagi.”

“tapi Onew, ia sudah menikah.”

“kau tidak berhak mengomentari hidup orang lain.”

“tapi kau salah Onew. Aku hanya … “

“aku tidak peduli dengan apa yang kau pikirkan” Onew berteriak marah.

“dia sudah menikah atau tidak, aku tidak peduli. Kau tahu ? jangan buat kekacauan lagi dengan Joon.”

“tapi, bagaimana dengan dirimu selanjutnya ? selalu bersamanya, meskipun dia sudah menikah. Apa yang akan terjadi dengan masa depanmu ?”

“itu bukan urusanmu kan? “

Onew meninggalkan Key sendiridalam gerimis hujan. Key tidak terima, bagaimanapun ia harus meyakinkan Onew kalau ia tidak melukai Joon. Key berlari menyusul Onew.

“tunggu “ Key akhirnya berhasil meraih tangan Onew.

“apa yang kau inginkan ?”

“tunggu sebentar.” Key tanpa sengaja melihat cap tato di lengan Onew karena kondisi bajunya yang basah terkena air hujan. Hatinya memanas.

“percaya padaku.” Key memohon.

“percaya padaku. Aku tidak menyakitinya.”

“diamlah.” Onew emosi dan mendorong Key hingga namja itu terjatuh. Ia sempat tidak tega tapi ia harus. Membiarkan Key dalam keadaan begitu tanpa berusaha mengulurkan tangannya.

“berhentilah melakukan hal aneh jika kau tak ingin aku membencimu.”

“kau benar tergila-gila padanya sepertinya.”

“aku tidak akan membantumu. Annyeong.” Onew kembali meninggalkan Key. Kali ini dalam keadaan yang lebih parah. Key terduduk tanpa berusaha berdiri di bawah guyuran deras air hujan. Dingin, suasana ini entah kenapa menggambarkan hatinya dengan begitu baik.

~~~~

Jonghyun pulang dari kantornya dengan perasaan bahagia. Kantor sekarang menjadi tempat yang menyenangkan sejak ia sukses menjual banyak produk berkat bantuan ayah Minho. Ketika melewati toko bunga, ia jadi tertarik untuk membeli bunga untuk Key. Hitung-hitung sebagai berbagi kebahagiaan bersama namja yang ia cintai itu. Hatinya benar-benar sedang berbunga-bunga sekarang.

Sayangnya, ketika ia keluar dari toko bunga hujan gerimis mulai turun. Meski begitu tidak menyurutkan niatnya untuk memberikan bunga yang ia beli barusan kepada Key. Jonghyun menunggu di tempat biasa Key lewat. 

Tak berapa lama Jonghyun melihat Key yang berjalan dengan lesu tanpa paying. Bajunya basah kuyup. Buru-buru ia menghampiri Key.

“Key.” Jonghyun memayungi tubuh Key.

“aku kira kau suka warna pink. Aku juga sudah bertanya pada Taemin bunga kesukaanmu. Maka dari itu, aku memutuskan untuk membeli bunga ini special untukmu. Aku harap kau …”

Jonghyun belum selesai bicara ketika Key tiba-tiba memeluk erat tubuhnya. Jonghyun tersentak sampai tanpa sadar menjatuhkan payung yang dipegangnya. Lalu beberapa saat kemudian ia tersadar dan balas memeluk erat tubuh dingin Key.

“Key ah, saranghae.”

TBC …


















0 komentar:

Posting Komentar

Copyright 2009 Keytakaoru Dreamland. All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates