Title : Hard to say I love you
Cast : Lee Jinki / Onew
Kim Kibum / Key
Choi Minho / Minho
Lee Taemin / Taemin
Kim Jonghyun / Jonghyun
Lee Joon as Onew's lovers
Nickhun as Minho's presdir
Kai as Taemin's boyfriend
Dongho as Key's brother
Amber as Jonghyun's sister
Kevin as Key’s student
Author : Keytakaoru
Rating : T
Genre : drama, romance, angst,
hurt
Desclaimer : semua cast yang ada
disini adalah milik diri mereka masing-masing beserta para pasangannya #plak.
Warning : saya tekankan jangan
salah paham terhadap para cast yang menjadi peran antagonis, saya bukan
membenci mereka justru karena saya menyukai mereka maka saya memakai mereka
menjadi salah satu pemeran. dan seperti cerita fiksi lain, cast di dalam cerita
ini bisa sangat berbeda karakter dengan kehidupan aslinya. Miss typho, tdk
sesuai EYD, may be out of character, BL dll jadi buat yang gak suka daripada
membashing saya atau lebih parahnya bias saya yang jadi pair di cerita ini,
mending Anda menjauh.
Maaf sebelumnya kalau kalian bakalan merasa aneh dengan gaya
tulisan saya di ff ini. Seperti yang saya katakan sebelumnya, ff ini adalah
hasil saduran dari dorama Jepang yang kemudian saya edit sana-sini. Dan
ternyata, menyadur film itu susahnya minta ampun karena dalam film pergantian
scene terjadi begitu cepat sedangkan menceritakannya dalam bentuk tulisan
menjadi sangat membingungkan. Belum lagi ketika ditulis film yang cuma 1 jam
bisa jadi berpuluh-puluh halaman, jadi
ff ini mungkin akan jadi sangat membosankan karena lebih dari 20 halaman Ms.
Word. Jangan lupa kritikan dan saran agar tulisan saya jadi bisa lebih baik di
chapter selanjutnya. Arigatou gozaimasu #bow.
Back in those days, we
just couldn’t stand being alone.
Key adalah guru di suatu sekolah swasta. Namun sejujurnya ia
hanyalah guru pengganti. Tak jarang ia kena marah oleh guru senior yang
menganggap Key hanya mencari perhatian anak-anak dengan metode-metode baru yang
ia terapkan. Padahal sungguh ia tak pernah berpikir seperti itu. Ia benar-benar
berusaha agar materi pelajarannya dapat diterima dengan baik. Apa daya,
terkadang orang lain menilai niat baik kita sebelah mata.
Kalau sudah begitu ia akan berakhir di café biasa tempat ia
berkunjung. Menghilangkan penat sejenak baru kemudian kembali ke rumah dengan
kondisi yang sudah tenang. Ia tak mau membawa masalah pekerjaan ke rumah
ataupun sebaliknya masalah pribadinya ke sekolah.
Saat ia seperti biasa menghilangkan penat setelah kena marah
yang entah sudah keberapa kalinya oleh seniornya, ia justru melihat murid-murid
perempuannya ada di tempat yang sama. Bersama dengan lelaki yang terlihat
seperti hidung belang. Key tidak terima muridnya main-main dengan mereka
apalagi ia tahu bahwa café langganannya itu juga menjual bir yang belum boleh
dikonsumsi untuk anak seusia murid-muridnya.
Ia menghampiri murid-muridnya memaksa mereka pulang. Namun,
lelaki yang pergi bersama mereka jadi tidak terima. Mereka hampir saja memukul
Key sebelum tepat pada waktunya entah darimana Onew muncul dan menarik Key
untuk melarikan diri. Mereka berlari keluar café dan terus berlari karena
tampaknya lelaki hidung belang yang hendak memukul Key masih tidak terima dan
malah mengejar mereka.
Key dan Onew bersembunyi di atas loteng bangunan yang tidak
dipakai. Mengatur nafas masing-masing sebelum akhirnya malah tertawa
terpingkal-pingkal berdua mengingat hal konyol apa yang barusan mereka lakukan.
Kemudian mereka tersadar bahwa pemandangan dari loteng itu sangat indah,
langsung menghadap dimana Namsan Tower berada. Mereka jadi menghabiskan waktu
cukup lama menikmati pemandangan itu dalam kesunyian. Sementara, diam-diam Key
menahan tangisnya mengingat bahwa seberapapun Onew bersikap baik padanya, Onew
sudah jatuh hati pada orang lain.
Onew mengantarkan Key sampai di stasiun tempat dimana Key
biasa naik kereta menuju rumahnya. Mereka berjalan bersebrangan. Key berada di
lorong tempat kereta akan datang dan Onew hanya mengawasi dari lorong di
seberangnya sambil meminum minuman kaleng yang entah sejak kapan ia beli.
“Onew ah… kau curang meminum itu sendiri, harusnya kau
membelikanku juga.” Key berteriak dari seberang lorong.
Hari sudah malam dan stasiun itu sangat sepi jadi tak
masalah Key berteriak-teriak seperti itu
“kau mau? Ini tangkap !”
Onew melempar minuman kaleng dari seberang lorong dan
untungnya dengan tanggap Key dapat menangkapnya.
“Key ah… jujurlah pada dirimu sendiri terkadang, jangan
terus menyimpannya.” Onew mencoba menasihati.
Key hanya bisa tersenyum kecut, kalau saja Onew tahu apa yang
ia rasakan. Kemudian tidak berapa lama kereta Key datang, ia segera naik ke
dalam kereta. Melambaikan tangan pada Onew yang sudah mengantarnya. Setelah itu
ia tersenyum saat melihat tulisan “keep spirit” yang ditulis Onew di kaleng
minuman yang Onew berikan tadi. Ya, Key harus semangat. Ia masih belum ingin
menyerah.
~~~~
Pagi sekali Key sudah tampak berjalan menuju rumah Onew. Ia
mau mengembalikan celana Onew yang sebelumnya tak sengaja ia tumpahi kopi. Key
memang memaksa kemarin untuk mencuci celana itu ketika ia tanpa sengaja bertemu
Onew sebelumnya. Dan kini senyum merekah tampak menghiasi wajah cantiknya.
Tentu saja, siapa yang tidak bahagia ketika akan bertemu dengan orang yang
dicintai.
Key mengetuk pintu cukup lama. Dan ketika pintu itu terbuka,
ia terkejut sampai menjatuhkan tas berisi celana Onew yang akan ia kembalikan.
Hal yang membuat ia terkejut tidak lain Karena yang membuka pintu tadi adalah
Joon, orang yang dicintai Onew. Entah apa yang dilakukan Joon hingga pagi-pagi
sekali ia sudah berada di rumah Onew. Rambut Joon terlihat basah, sepertinya,
Onew dan Joon memang menghabiskan malam bersama.
Key berusaha mengontrol emosinya. Ia buru-buru minta maaf karena telah mengganggu pagi tenang mereka.
Sementara Onew yang menyaksikan semuanya dari dalam hanya terdiam merasa tidak
enak pada Key. Key menyerahkan celana Onew pada Joon. Menerangkan kejadian
bagaimana celana Onew bisa berada padanya dan buru-buru meninggalkan rumah Onew
sesegera mungkin sebelum ia benar-benar menteskan air mata.
Onew masih memandangi kepergian Key dari jendela rumahnya.
“apakah dia namja yang pernah kutemui sebelumnya ?” tanya
Joon.
“Heum, dia temanku. Seorang guru.”
“apakah kau yakin tidak ingin menyusulnya? Sepertinya ada
yang aneh saat dia buru-buru pergi tadi.”
“apa yang kamu katakan ? aku dan dia tidak dalam keadaan
yang mengharuskan aku terlalu peduli padanya” jawab Onew dingin.
“owh begitu. Onew ah… Kiss me now” pinta Joon manja. Dan
Onew melumat bibir Joon tanpa ragu.
~~~~
Taemin duduk dalam sebuah restoran bersama seorang namja.
Mereka berdua terdiam cukup lama sampai Taemin yang tidak sabar akhirnya
memulai percakapan.
“akhirnya aku bisa bertemu denganmu Kai”
“aku sangat sibuk ahir-akhir ini.”
“kau, akan menikahiku secepatnya kan? “
“aku sudah katakan padamu untuk bersabar bukan? Ada banyak
masalah yang harus aku selesaikan terlebih dahulu.” Kai hanya menjawab santai
sambil mengaduk cangkir yang ada di hadapannya.
“aku tidak bisa menunggu. Aku hamil sekarang.”
Senyap, gerakan mengaduk yang dilakukan Kai tadi berhenti.
Wajahnya berubah kaku. Namun, sedetik kemudian ia tersenyum sinis.
“tidak mungkin. Apa kau yakin itu anakku ? bukankah kau
memiliki banyak pasangan ? “
Taemin mengeratkan pegangan tangannya pada cangkir latte
yang baru ia seduh. Mungkin saja kalau cangkir itu todak cukup tebal Taemin
sudah akan dengan mudah menghancurkannya saat ini. Kai kemudian meninggalkan
Taemin yang masih terdiam kaku tanpa mengatakan apapun.
~~~~
“ Minho, bagaimana pekerjaanmu? Berjalan lancar? Jangan lupa
untuk datang pada rapat direksi hari ini. Ok ? “ Nickhun menghampiri meja Minho
dan bertanya dengan nada yang terlewat manis.
“ eh ? apakah aku boleh datang ? bukankah itu hanya untuk
petinggi direksi ? “ Minho tampaknya tidak peduli meski sekarang Nickhun mulai
menggosokkan tangannya pada bahu Minho.
“tentu saja, aku berharap banyak padamu. “
Nickhun kemudian meninggalkan Minho setelah itu. Teman Minho
melihat semua keintiman yang terjadi antara Minho dan presdir mereka. Ia
menghampiri Minho dan berbisik.
“jangan bilang kau punya hubungan khusus dengan presdir ?”
“tidak. Kenapa aku harus melakukan hal serendah itu ?”
Kenyataannya sekarang yang ada dalam pikiran Minho hanyalah
bayangan ketika ia mencium presdirnya. Merendahkan harga dirinya hanya demi
jabatan yang ia sandang saat ini.
~~~~
“ Jonghyun, aku tidak bisa membayarmu. Kau tidak memenuhi
target bulan ini. Ingat, kau itu dibayar untuk menjual alat-alat ini bukan
hanya untuk sekedar bermain-main. Bagaimana kau masih berani menghadapku hah?”
Bos Jonghyun yang marah tidak segan melempar kumpulan kertas yang ada di atas
mejanya tepat di wajah tampan namja itu.
Untuk kesekian kalinya wajah mulus itu memiliki luka kecil
akibat perlakuan bosnya. Hal yang sudah tidak asing bagi Jonghyun.
“aku tidak bisa membayar orang yang tidak memenuhi target.
Seperti yang kubilang, kau tidak cocok dengan pekerjaan ini.”
Jonghyun menahan amarahnya dengan mengeraskan genggaman
tangannya. Buku-buku jarinya sudah tampak memutih. Namun, ia butuh pekerjaan
ini. Jadi meski dengan hati yang terluka ia justru memunguti kertas yang telah
dilemparkan bosnya tadi.
~~~~
Key tanpa sengaja bertemu dengan Onew lagi ketika berbelanja
di supermarket. Key kembali meminta maaf kepada Onew atas kejadian pagi
sebelumnya. Onew dengan santai mengatakan bahwa harusnya Key menelpon terlebih
dahulu dan karena marah Key justru berkata bahwa ia pun bisa melakukannya dengan
orang yang ia cintai nanti. Onew hanya tersenyum paham.
Mereka kambali pulang bersama untuk kesekian kalinya. Saat
sampai di rumah Onew yang memang dekat dengan rumah Key, Onew meminta Key
menunggunya. Ia masuk ke dalam rumah dan membawa sebuah kertas yang ternyata
adalah foto Key saat Onew melihatnya pertama kali. Onew memberikannya pada Key.
Meminta Key menyimpannya sebagai bagian dari mimpi Onew untuk menjadi
fotografer terkenal.
~~~~
Taemin menatap bayangan dirinya sendiri di kaca. Sungguh, ia
tampak menyedihkan. Ditolak oleh seseorang yang sudah ia percaya begitu baik
bahkan ketika ia telah mengandung anaknya. Ia memang bodoh.
Taemin merilekskan badannya dengan masuk ke dalam bath up.
Handphonenya berdering dengan ID Calling atas nama Key. Ia tidak peduli.
Membiarkan Key berbicara sendiri meninggalkan pesan dalam box memonya. Ia
terlalu sibuk. Menyayat kembali tangannya seperti yang selama ini ia lakukan,
namun kali ini ia bertekat untuk mati, tidak hanya melukai dirinya sendiri
seperti sebelumnya. Ia tidak sanggup menatap dunia ini lagi setelah semua yang
menimpa dirinya.
From now on, I will be entering a state of darkness. Then, I will
disappear.
Kalimat itu adalah kalimat terakhir dalam status twitternya
sebelum ia memilih keputusan untuk mati.
~~~~
Minho sedang rapat direksi dengan beberapa petinggi direksi
yang ada di kantornya. Ia duduk dengan tidak nyaman. Presdirnya sekarang yang
sedang berbicara memang tampak terlihat tenang. Tapi, yang dilihat orang
tidaklah seperti kenyataannya. Sambil membacakan pendapat dari para direksi
lain, tangan Nickhun tidak tinggal diam.
Tangan itu terus bergerilya di atas paha Minho, beberapa kali malah hendak
menyentuh selangkangan Minho.
Untuk menghilangkan rasa tidak nyaman itu, Minho malah
membuka twitter dan membaca status terbaru Taemin. Ia khawatir. Minho
meninggalkan ruang rapat sesegara mungkin setelah membaca status twitter
terbaru milik akun Taemin.
~~~~
Di sebuah rumah sakit, 4 orang namja mengelilingi seorang
pasien yang masih terlihat lemah.
“ Minho kenal beberapa orang dokter di sini, ia yang
membawamu ke sini tadi. “ Key berbicara dengan mata sembab.
“terima kasih semuanya. Kalian bahkan belum mengenal aku
dengan baik tapi kalian begitu perhatian padaku. “
“tentu saja ketika kau menuliskan hal semacam itu di
twittermu, kami semua akan datang. Kita sudah menjadi teman sebelum ini saat
kita bertemu pertama kali di café. “ Minho menyunggingkan senyum tulusnya demi
membuat Taemin nyaman.
“jangan terlalu khawatir. Lukanya tidak serius jadi kau bisa
segera pulih.” Jonghyun menambahkan.
“Taemin ah, semua orang datang untukmu. Jadi jangan pernah
berpikir kalau kau hanya sendiri. Kami semua siap menjadi pendukungmu.” Key ikut
menambahi.
Jonghyun, Minho dan Onew kemudian keluar dari kamar Taemin
demi memberi privasi antar dua sahabat itu.
“kenapa ia ingin bunuh diri ?” Minho bergumam.
“aku merasa aku tahu apa yang ia rasakan. Aku juga selalu
tidak terima dengan keadaanku sekarang. Aku rasa mungkin banyak orang berpikir
dengan mati mereka akan mendapat kehidupan baru setelah itu. Termasuk aku
bahkan mungkin Taemin juga. Aku tidak pernah mempunyai teman yang cukup dekat
atau dapat menyelesaikan pekerjaanku dengan baik. Aku mulai menggunakan twiter
karena aku ingin menemukan seseorang yang bisa memahamiku. Apakah kau pernah
tahu dimana tempat kau benar-benar bisa mengungkapkan perasaanmu ? apakah kau
merasa punya teman sejati ?” Jonghyun menceritakan apa yang dirasakannya selama
ini.
“kurasa tidak.” Onew menjawab pertanyaan Jonghyun.
“kurasa akupun tidak.” Jawaban yang sama terlontar dari
mulut Minho.
“itulah kenapa kita
sekarang bisa berkumpul disini sekarang membuatku bahagia.” Jonghyun mengakhiri
percakapan itu.
Mereka semua tertunduk memikirkan apa yang baru mereka bicarakan.
~~~~
Jonghyun tanpa sengaja mendengar percakapan Minho dengan
dokter ketika ia kembali dari kamar kecil saat di rumah sakit lalu. Ia baru
tahu kalau ternyata Minho adalah anak kepala rumah sakit yang sukses. Jadi
sekarang, ia memutuskan untuk menemui Minho, mengakui semuanya kepada namja itu
apa pekerjaan aslinya dan meminta Minho untuk membantunya mempromosikan barang
dari perusahaanya kepada ayahnya.
“ bagaimana ?”
Jonghyun mempertanyakan pendapat Minho tentang brosur peralatan medis yang
dilihat Minho sekarang.
“maaf, tapi …” belum sempat melanjutkan kalimatnya, Jonghyun sudah
menyela.
“aku mendengarnya di rumah sakit sebelumnya kalau ayahmu
adalah pemilik rumah sakit.”
“menguping itu tidak baik Jonghyun, kau tahu itu.”
“maaf, tapi …” kali
ini Minho yang menyela Jonghyun.
“aku sudah katakan sebelumnya kalau aku sudah lama tidak
pulang kerumahku, sudah bertahun-tahun. Kami sudah hilang kontak.”
Jonghyun tiba-tiba berlutut, memohon pada Minho. Minho yang
kaget buru-buru menarik namja itu setelah semua orang jadi menatap mereka.
“aku harus menjual sesuatu bulan ini atau aku akan dipecat
Minho. Kalau aku tidak punya pekerjaan aku tidak bisa hidup dan yang paling
penting adalah bagaimana aku bisa membiayai adikku jika aku dipecat ?”
“kita semua memiliki kesulitan. Dan aku bukanlah orang yang
tepat menangani permasalahan macam ini. Bukankah kau berkata bahwa hal semacam
ini akan merusak persahabatan kita ? kau tidak bisa memohon padaku seperti ini
Jonghyun. Kau tahu bagaimana persahabatan ini bisa terbentuk. “
Jonghyun terdiam untuk beberapa saat.
“aku tahu, maafkan aku Minho. Kau benar, aku ingin kita
berteman dengan tulus. Jadi, tolong lupakan yang tadi.”
~~~~
Ini Taemin, terima
kasih untuk kemarin.
Aku sudah benar-benar
sembuh sekarang.
Bagaimana kalau kita
pergi ke café biasanya ?
Seperti permintaan Taemin. Key datang ke café lebih awal,
sampai di sana ia sudah melihat Onew duduk dengan manis.
“ini, kau bisa melihatnya.” Onew menyerahkan sebuah album
kepada Key.
“ harusnya kamu berkata tolong lihat ini.” Key menggerutu.
Key melihat foto-foto yang ada di album itu. Foto-foto itu
hasil jepretan Onew. Ia tersenyum, merasa special karena Onew hanya
memperlihatkan foto-foto itu padanya.
Tidak lama kemudian, Taemin datang bersama Minho yang
kemudian disusul dengan Jonghyun. Mereka merayakan kepulihan Taemin dengan
minum-minum, menghabiskan banyak snack, memainkan banyak game dengan taruhan
minum bagi yang kalah. Semuanya tampak bahagia. Untuk sejenak, mereka lupa akan
semua masalah yang menimpa mereka.
Puas dengan bermain di café, mereka memutuskan untuk
berjalan-jalan bersama. Di tengah jalan, mereka melihat sebuah lapangan dan
memutuskan untuk bermain sepak bola saja. Mengoper bola dengan kedaan setengah
mabuk. Tidak jarang bola yang mereka tendang malah justru menjauhi gawang.
Terkadang justru mengenai salah satu dari mereka.
Jonghyun yang terlewat semangat menendang bola begitu keras.
Hampir mengenai Taemin sebelum dengan cepat Onew menghadang bola itu.
“terima kasih.” Taemin merasa lega.
“aku senang kau tidak apa-apa. Panggil aku setiap waktu
ketika kau butuh bantuan.” Onew mengusap bagian atas kepala Taemin dan entah
kenapa Taemin merasa jantungnya berdetak lebih cepat.
Tiba-tiba Key jatuh terduduk. Jonghyun segera
menghampirinya.
“kau kenapa ?”
“aku rasa aku terlalu banyak minum. Aku ingin muntah.”
“aku bantu kau ke toilet.”
“tidak. Tidak. Aku tidak bisa muntah di hadapan orang
setampan dirimu. Haha… Onew, tolong panggilkan dia.”
“Onew… “
Jonghyun meratap, ia merasa sesak tiba-tiba melanda
paru-parunya. Ia merasa jauh dengan Key ketika melihat Onew dengan santai
membawa Key menuju toilet.
Taemin menunggu Key sementara Onew kembali kepada yang lain.
“kau terlihat sangat agresif Key.”
“hah ? apa yang kau maksud Taem ?”
“tadi, kau justru menolak Jonghyun dan memilih Onew
menemanimu.” Taemin tertawa melihat
wajah cemberut Key.
Di lain sisi, Minho, Onew dan Jonghyun sedang membicarakan
Key.
“apa-apaan Key ? Dia tidak mau muntah di hadapanmu tapi
justru memintaku untuk menemaninya.” Sungut Onew.
Mereka tertawa.
“aku kira dia tidak bermaksud buruk tentang itu.” Jawab
Jonghyun.
“tentang itu, aku pernah mendengar kalau orang biasanya
tidak mau muntah di hadapan orang yang disukainya.” Minho menanggapi.
Jonghyun tersenyum, ia tiba-tiba merasa perasaannya lebih
baik. Mungkin Minho memang benar harapnya.
~~~~
Pulang dari jalan-jalan mereka, Onew mampir ke sebuah
restoran. Ia melihat sekeliling dan menemukan ayahnya di meja paling ujung. Ia
menyerahkan sejumlah uang dalam amplop.
“ini semuanya ?”
Onew hanya menanggapi pertanyaan itu dengan senyum dan
kemudian meninggalkan ayahnya sendiri. Ia muak.
Tidak lama setelah kepergian Onew, seorang wanita masuk ke
dalam restoran, wajah yang hampir sama dengan Key. Wanita itu adalah ibu Key.
“annyeong.”
“maaf membuatmu harus menemuiku. Kau pasti sedang sibuk
dengan anak-anakmu.”
“ah tidak apa-apa. Kau tahu anakku sudah besar-besar. Mereka
sudah bisa mengurus diri meraka sendiri.”
Seorang pelayan mengantarkan daftar menu.
“milk tea.”
“eh ?”
“kau masih menyukai minuman itu kan ?”
“iya. Oke, aku pesan itu. Jadi mari kutebak. Kau pasti sudah
memesan Americcano. Benar kan? “ Ibu Key megnintip ke dalam cangkir yang ada di
hadapan ayah Onew dan menemukan bahwa tebakannya benar.
“aku senang kau masih mengingatnya.”
“ada apa sebenarnya ? aku merasa ada hal serius yang akan
kau bicarakan.” Ibu Key tersenyum penuh arti.
~~~~
Minho melihat-lihat hasil foto yang diberikan oleh Onew.
“kenapa semua orang meminta bantuanku ?”
“eh, apakah orang lain datang padamu selain aku ?“ Onew
bertanya.
Minho menganggukkan kepalanya sebagai balasan atas
pertanyaan Onew.
“kau tahu ini cukup bagus kurasa.”
“benarkah ?”
“tapi bukankah kau memotret untuk agensi besar seperti Vogue
dan Elle ? apakah ini oke untukmu bekerja pada agensi semacam majalah kami ?”
“yah, kau tahulah” Onew tidak ingin menjelaskannya secara
eksplisit.
“apakah tidak apa jika kita memulainya dengan project
rendahan ?”
“tidak apa.”
“kalau begitu aku akan membawanya ke presdirku nanti.
“gomawo, aku akan menunggu kabar darimu.”
“oh tunggu. Aku rasa ada sesuatu di kerah kemejamu.” Onew
membersihkan kotoran di kerah kemeja Minho.
“gomawo.” Entah kenapa Minho malah menjadi gugup setelah
skinship yang terjadi antara dia dan Onew.
“ah. Sms dari Jonghyun. Lihat !” Onew menunjukkan HPnya.
Minho melihat sekilas namun ia justru beralih melihat intens
pada wajah Onew kemudian.
~~~~
Seseorang menjatuhkan serbuk ke dalam buku yang dipegang
Kevin di perpustakaan.
“kau melakukan transaksi di tempat seperti ini? Kau gila.”
“itu membuatnya lebih menarik.” Kevin menjawab acuh dengan
seringain evil menghiasi wajahnya.
“sampai kapan kau akan terus begini hah?”
“Key…”
“apa maksudmu dengan Key ?”
“guru pengganti kita itu. Aku penasaran apa yang akan
terjadi padanya setelah ini. Tinggal menunggu dan kita akan melihat apa yang
terjadi.”
Teman Kevin tampak bingung dengan jawaban yang diberikan
Kevin. Ia tidak paham. Meninggalkan Kevin dalam lamunannya sendiri.
~~~~
Meski ia bilang tidak ingin membantu Jonghyun, tak urung
Minho akhirnya mendatangi rumah sakit ayahnya.
“aku dengar kau akan datang jadi aku sengaja memesankan kue
kesukaanmu.” Ibu Minho terlihat bahagia setelah sekian lama tidak bertemu dengan
anaknya itu.
“kenapa kau datang kesini ? aku tidak mendengar kabar darimu
selama 10 tahun dan kau tiba-tiba muncul. Apa yang kau inginkan ?” kebalikan
dari sikap ibu Minho, ayah Minho sepertinya justru tidak senang dapat bertemu
dengan anaknya itu lagi.
“ayah…” Ibu Minho berusaha menenangkan.
“aku ingin meminta bantuan.”
“mwo ?”
Minho mengeluarkan brosur yang diberikan Jonghyun sebelumnya
dan menyerahkan brosur itu pada ayahnya.
“ini milik temanku. Tolong kau lihat.”
~~~~
Onew kembali menemui Key setalah ia menghampiri Minho.
Karena ia dalam keadaan yang senang ia memberi tiket gratis nonton kepada Key.
Mereka berjanji untuk bertemu di hari esoknya.
Key kecewa karena setelah semalaman ia ribut memilih baju
ternyata Onew justru mengatur pertemuan dia dengan Jonghyun di bioskop. Meski
dengan hati yang kurang lapang, ia akhirnya memutuskan untuk menonton bersama
Jonghyun. Berbeda dengan Jonghyun yang tampak sangat bahagia.
Setelah menonton film, mereka makan siang bersama. Tetap
saja suasana hati Key belum membaik. Ia hanya menanggapi pertanyaan Jonghyun
asal-asalan. Jonghyun mengantarkan Key pulang setelahnya. Saat perjalanan
pulang itulah Jonghyun mengungkapkan perasaannya. Mengatakan bahwa Onew pun
mendukung hubungan mereka berdua sampai ia mengatur pertemuan itu demi
mendekatkan Key dengannya. Key merasa bersalah sekaligus kesal. Ia merasa
bersalah karena ia tidak bisa menjawab perasaan Jonghyun yang terlihat begitu
tulus dan justru mengharap Onew yang jelas-jelas memilih orang lain. Kesal
karena Onew tidak hanya mempermainkan perasaannya berulang-ulang namun juga
mencoba membuat ia merasa tidak enak di hadapan Jonghyun saat ini. Harusnya Key
sadar dari awal, tapi kata hatinya menolak untuk menyerah.
~~~~
Taemin kembali membeli testpack di sebuah supermarket. Ia
kemudian menghubungi Minho. Entah kenapa ia jadi merasa lebih nyaman ketika
menghabiskan waktunya dengan bercerita pada namja tampan itu. Mereka bertemu di
café biasanya.
“ maaf selalu merepotkanmu.”
“it’s ok selama kau senang.”
“aku minum sendirian dan berpikir akan menyenangkan mengajak
seseorang untuk minum bersama.”
“kau jadi sering minum akhir-akhir ini. Apakah sesuatu
terjadi ? “
“beberapa hal membuatku khawatir. Membuatku takut menghadapi
masa depan”
“ada apa? Kalau saja aku bisa membantu, aku akan membantu
sebisaku.”
“ kalau begitu tidurlah denganku.”
“Mwo ?”
“tidur denganku, cium aku, tahan aku, kemudian cintai aku.
Dengan begitu aku tidak akan merasa sendiri.”
“Taemin ah…”
“miane, aku hanya bercanda. Hanya 5 menit. Bisakah aku
bersandar di bahumu.”
Tanpa menunggu jawaban Minho, Taemin sudah menyandarkan
kepalanya sementara Minho hanya bisa mengelus sayang kepala namja manis itu.
~~~~
Hp Onew berdering. Dengan segera Onew mengangkat hp itu
setelah melihat siapa yang meneleponnya.
“Joon ah… “
“miane Onew. Aku pikir aku meninggalkan cincinku di tempatmu
kemarin. Aku kira itu masih berada di wastafel. “
“tunggu, aku akan melihatnya. Ah iya, aku menemukannya.”
“Mir akan kembali besok pagi jadi aku akan kesana untuk
mengambilnya.”
“sekarang ? apakah tidak merepotkanmu ? apakah kau ingin aku
mengantarnya ?”
“tapi…”
“tenang saja, aku sekalian mampir. Ada hal yang harus aku
lakukan di luar sana setelah ini.”
“jinjja? Maaf merepotkanmu.”
“aku akan
menghubungimu ketika sudah dekat.”
Onew menggenggam erat cincin itu. Berusaha keras menahan
dirinya untuk tidak membuangnya ke dalam saluran pembuangan. Onew kemudian
berangkat menaiki sepedanya menuju rumah Joon berada. Ia hendak mengetuk pintu
saat ia melihat dari jendela, Joon dan Mir yang sedang berpelukan mesra . Ia
tahu hal ini pasti terjadi dan terjadi lagi. Bodohnya ia tidak bisa menjauh
dari Joon yang notabene sudah menjadi milik Mir.
Tanpa sadar, Onew jadi
menuju ke stasiun tempat dimana Key sering menunggu kereta. Entah takdir atau
apa, ia bertemu dengan Key yang baru saja pulang dari perjalanannya bersama
Jonghyun. Key marah pada Onew karena Onew justru menyuruh Jonghyun alih-alih
dirinya sendiri untuk pergi menonton dengan Key. Key mengungkapkan segala
kekesalannya. Meneriaki Onew hingga membuat namja bermata sabit itu merasa
bersalah karena melihat Key meneteskan air mata disela teriakannya. Key hanya
bisa terus mengutuk dirinya yang tetap mencintai Onew setelah semua yang
terjadi.
Tbc …








0 komentar:
Posting Komentar