Title : Hello Ghost
Pairing : Onkey
Length : oneshoot
Author : Keytakaoru
Rating : T
Genre : drama, romance, fantasy, hurt
Desclaimer : Onkey itu milik satu sama lain meski
saya sebenernya juga tergila-gila dengan yang namanya Key tapi rela deh saya
kalo buat Key bahagia, apadeh #ditampol
Warning : miss typho, death chara, tdk
sesuai EYD, may be out of character, BL dll jadi buat yang gak suka daripada
membashing saya atau lebih parahnya bias saya yang jadi pair di cerita ini,
mending Anda menjauh
Ff ini terinspirasi
dengan film korea dengan judul sama maka jangan heran kalau menemukan banyak
sekali scene yang sama. Tapi saya tetap merombak ff ini habis-habisan karena
film yang asli sebenarnya bergenre family.
--onkey--
Key tersadar dari pingsannya dan
mendapati ia berada di tempat asing, seluruh ruangan didekorasi dengan warna
putih. Begitu ia mendudukkan diri, bau obat-obatan menyerang hidungnya. Ia
yakin betul sekarang kalau ia berada di rumah sakit. Mencoba mengingat-ingat
dan hanya rasa pusing yang ia dapat. Ia kembali merebahkan diri, perlahan-lahan
mengingat apa yang terjadi. Tanpa sadar ia jadi mengumpat setelah mengingat
semuanya. Ya, ia yakin bahwa ia telah gagal dalam usaha bunuh dirinya.
Flashback
Key melihat kekasihnya berciuman
dengan orang lain ketika tidak sengaja melewati taman kota. Ini sudah
berpuluh-puluh kali. Selalu saja ketika ia mulai memulai hubungan serius dengan
seseorang, orang itu akan mengkhianatinya. Padahal untuk memulai hubungan
serius saja, ia sudah bersusah payah. Selalu saja orang yang disukai Key
mendadak menolaknya meski pada awalnya mereka terlihat menyukai Key juga.
Tak ada alasan khusus, Key bahkan
sangat terkenal dengan wajah manisnya plus mata kucing yang membuat siapa saja
yang melihatnya akan langsung jatuh hati padanya. Ia memiliki banyak teman tapi
tidak berlaku untuk hubungan percintaannya karena ia selalu gagal mendapatkan
orang yang ia sukai. Hingga pada akhirnya mungkin saking frustasinya dengan
hubungan percintaannya yang tak pernah berjalan mulus, ia mencoba bunuh diri
dengan menelan obat tidur melebihi dosis.
Flashback End
Key merasa ia sudah cukup baikan
untuk mendudukkan dirinya. Tak sengaja matanya melihat seorang namja berdiri di
seberang tempat tidurnya. Namja itu hanya diam sambil memandang Key. Key jadi
bingung dibuatnya karena namja itu hanya diam mematung. Tiba-tiba seorang
suster masuk dan memeriksa keadaan Key. Karena penasaran dengan apa yang
dilakukan namja tadi di kamarnya, Key bertanya pada suster yang sedang
memeriksa Key
“suster, siapa namja itu? Apa
yang sedang dilakukannya di kamar ini? Tidakkah ia salah masuk kamar, aku tidak
mengenal namja itu.”
Sang suster hanya bingung dengan
apa yang dibicarakan Key karena ia tidak mendapati siapapun di kamar itu selain
mereka berdua. Agak ragu suster itu menjawab
“kau bicara apa? Tidak ada orang
selain kita berdua disini.”
“tapi namja itu, apa kau tidak
melihatnya? Dia ada di seberang tempat tidurku tadinya. Aish… mungkin suster
kebanyakan menangani orang sakit sampai tidak melihat orang itu tadi, sekarang
dia sudah pergi.”
Suster itu jadi berfikir mungkin
Key sudah terlampau jauh depresi hingga berhalusinasi. Rasanya Key perlu
diperiksakan ulang ke psikiater. Tubuhnya memang sudah pulih tapi tidak yakin
dengan otaknya. Jelas-jelas tidak ada yang bisa masuk kamar Key karena suster
itu tadi mengunci kamarnya takut Key kabur dan mencoba kembali bunuh diri.
Key akhirnya dibawa ke psikiater.
Suster tadi hanya berjaga-jaga takut anak manis itu benar-benar kehilangan akal
sehatnya. Meski dengan sedikit paksaan Key akhirnya berada di depan psikiater
sekarang. Key tampak jengah, dikira apa yang terjadi dengan dirinya
sampai-sampai ia harus dikira gila. Yah, meski ke psikiater belum tentu gila,
tapi paling tidak ada yang tidak beres dengan jiwamu kalau sampai datang ke
psikiater bukan?.
“yah, kenapa dia ada disini juga
?” key menunjuk namja tadi yang kini duduk di kursi sebelahnya.
Psikiater itu melihat kursi di
sebelah Key, tidak ada apa-apa, kosong. Sekarang psikiater itu yakin ada yang
tidak beres dengan anak di hadapannya.
“ah, biarkan saja dia. Mari kita
mulai. Kau harus jawab pertanyaanku dengan jujur oke? Sekarang, berapa kali kau
mencoba bunuh diri?”
“baru sekali ini dan itu harus
gagal. Ahhh… bodoh sekali aku, harusnya aku meminum pil itu lebih banyak,” Key
mengacak rambutnya sebagai bentuk rasa frustasinya.
“apakah orang disebelahmu itu
yang mengusulkan untuk bunuh diri ?” sedikit takut-takut psikiater itu menunjuk
kursi di sebelah Key.
“aku bahkan baru pertama kali melihatnya
ketika aku sadar tadi. Namja itu aneh, ia tidak berbicara sama sekali jadi aku
tidak mungkin mengikuti usulan orang seperti dia.”
Namja di sebelah Key tiba-tiba
beranjak dari kursinya. Ia duduk di atas meja dihadapan Key, meneliti Key mulai
dari atas hingga bawah. Key yang tidak terima diliat sedemikian rupa jadi
berteriak sambil menunjuk namja tadi
“TIDAK SOPAN. Bagaimana kau bisa
melihatku seperti itu hah? Ada apa memangnya dengan diriku? Aku tau aku bodoh
bunuh diri hanya karena pacarku selingkuh tapi kau tidak berhak melihatku
seperti itu.” Key menjadi sangat sensitive.
Psikiater di depan Key kaget
bukan main karena diliat dari perspektif dirinya jelas ia yang kini sedang
ditunjuk Key. Namun namja yang tidak
diketahui keberadaanya oleh psikiater itu kini malah mencoba membelai pipi
tirus Key. Cukup sudah Key bersabar, ia melempar buku yang ada di atas meja
tepat mengenai wajah namja itu namun tentu saja yang terkena lemparan itu
adalah sang psikiater malang yang tidak tau apa-apa mengenai situasi yang
terjadi.
“ah… aku bisa ikutan gila kalau
seperti ini.” Psikiater itu memutuskan memanggil suster yang berada di luar
untuk membawa kembali Key.
Saat ditarik paksa keluar, Key
masih meronta-ronta mencoba melempar semua barang di atas meja ke arah namja
yang berani menyentuh pipinya tadi. Suster tadi mencoba menghubungi orang tua
Key. Umma Key datang beberapa saat setelahnya. Sebenarnya umma Key telah
diusulkan untuk membawa Key ke dokter jiwa. Namun karena umma Key merasa
anaknya hanya sedikit depresi setelah percobaan bunuh dirinya gagal, ia memohon
kepada suster untuk membawa anaknya pulang. Mungkin Key akan lebih tenang di
rumah. Karena keadaan Key yang sudah baik akhirnya pihak rumah sakit
membebaskan Key untuk pulang dengan syarat jika terjadi apa-apa pada anak itu,
pihak keluarga harus segera menghubungi rumah sakit.
Sampai di rumah Key langsung
masuk ke kamarnya, mengacuhkan ummanya yang sudah susah payah memohon agar Key
tidak perlu dibawa ke dokter jiwa. Ketika memasuki kamarnya, Key kembali melihat
namja di rumah sakit tadi. Tiba-tiba suatu fakta menyerbu kesadaran Key. Kaki
namja di depannya itu tidak menyentuh tanah, ia bahkan sama sekali tidak
berbicara, belum lagi ia yang disangka gila karena suster dan psikiater di
rumah sakit tidak melihat namja yang dilihat Key itu. Dan Key menyadari saat
itu bahwa yang dilihatnya dari tadi tidak lain adalah HANTU.
“ARGHHHHH……….” Dan Key pun
kembali tidak sadarkan diri.
###
Key baru sadar ketika malam
menjelang. Ia sudah berada di atas kasur empuknya, pasti orang tuanya yang
telah memindahkannya tadi pikir Key. Ia jadi merasa sangat haus dan kemudian
memutuskan untuk pergi ke dapur. Saat ia akan membuka kulkas, ia melihat sosok
itu lagi. Owh, sungguh Key sudah lelah dengan semua ini. Bagaimanapun ia tidak mungkin
lari lagi dari kenyataan. Ia membiarkan hantu tadi terus mengikutinya.
Key
bukanlah tipe namja pengecut yang takut hanya karena melihat hantu maka dari
itu ia sekarang tetap tenang meski mendapati dirinya sedang dibuntuti hantu
yang tidak jelas asal-usulnya itu. Kalau tadi ia sampai pingsan itu hanya
karena dia terlalu shock dan mungkin karena kondisi tubuhnya memang belum
benar-benar pulih
Sejak pulang dari rumah sakit,
hantu itu jadi terus membuntuti Key kemanapun Key berada, ia bahkan ikut Key naik
bus dan pergi ke kampus. Key frustasi karena ia jadi dianggap gila oleh
beberapa orang. Tanpa sengaja ketika Key berjalan pulang dari kampus ia melihat
iklan tentang peramal yang dapat membaca peruntungan dan sebagainya. Key pikir
peramal itu mungkin dapat membantunya karena Key sudah cukup risih dengan
keberadaan hantu aneh itu.
Key sampai pada alamat yang
tertera di iklan tadi. Ia menceritakan semuanya kepada peramal itu. Dan dengan
penjelasan peramal itu ia tahu bahwa ia jadi bisa melihat hantu karena rohnya
sempat keluar dari tubuhnya ketika ia mencoba bunuh diri dulu. Dan satu-satunya
jalan untuk mengusir hantu itu adalah membantu hantu itu menyelesaikan hal yang
belum ia selesaikan ketika hidup.
Selama ini Key selalu menghindari
kontak dengan hantu yang ada di dekatnya. Ia tidak ingin dianggap gila. Tapi
demi kedamaian hidupnya saat ini ia harus mencoba berinteraksi dengan hantu itu
agar dapat menyelesaikan hal yang belum diselesaikan hantu itu ketika ia hidup.
Key membuka obrolan pertamanya
“siapa namamu ?”
“Onew” hantu itu ternyata
menjawab pertanyaan Key
Key sempat terlonjak, ia mengira
hantu itu tidak akan berbicara dengannya tapi nyatanya hantu itu kini menjawab
pertanyaannya.
“aku kira kau tidak berbicara.
Kenapa kau diam selama ini ?”
“itu karena kau tidak bertanya.
Hantu hanya berbicara ketika ditanya.”
“aish… peraturan macam apa itu.
Oke sekarang apa ada hal yang ingin kau lakukan ketika kau masih hidup dan
belum terlaksana karena kau keburu mati ?”
“banyak sekali. Pertama-tama kita
harus mencari kameraku. Kajja !”
Tanpa sadar Key kini sudah
mengikuti kemana Onew berjalan. Key tidak menyangka sebelumnya kalau ternyata
Onew bisa bersikap seperti manusia biasa, ia bahkan bisa berbicara. Jadi,
kenapa Onew selama ini hanya diam saja ? Ah mungkin itu memang peraturan roh
disana. Ia kan masih hidup mana paham masalah itu.
Key dan Onew mencari kamera yang
dimaksud Onew seharian berkeliling dari satu toko ke toko lain. Key sampai
lelah karena kamera itu tidak juga ditemukan. namun Onew kembali menariknya
“kita mau kemana lagi ?” Key
bertanya dengan peluh yang menetes
“ke Daegu.”
“memangnya kita akan menemukannya
di Daegu ? kita sudah mencarinya seharian dan sekarang harus ke Daegu.”
“kita akan ke rumah temanku,
mungkin dia yang membawanya.”
“Yah, kenapa kau tidak
mengatakannya dari awal. Aku sudah lelah sekali sekarang.”
“kau kan tidak bertanya. Tapi
kalau kau memang lelah kita bisa menundanya dan aku akan lebih lama
menghantuimu.”
Ah, Key lupa akan fakta yang
dikatakan Onew di atas. Tentang hantu yang tidak berbicara kalau tidak ditanya
dan tentang kenyataan bahwa ia akan lebih lama bersama hantu itu kalau tidak
segera menyelesaikan keinginan hantu itu.
“ arra… arra… lagipula Daegu
tidak jauh dari sini, paling kita akan pulang dini hari.” Jujur sebenarnya Key
sangat kesal.
Key mendatangi teman yang
dimaksud Onew. Tentu saja teman yang dimaksud Onew sama sekali tidak paham
kenapa ia harus menyerahkan kamera itu. Ia baru pertama kali bertemu Key dan
usaha Key berakhir sia-sia karena teman Onew bersikukuh untuk tidak memberikan
kamera itu pada Key. Key yang sudah lelah kembali pulang ke rumahnya, mungkin
ia akan mencoba lain hari.
###
Key bangun dengan beban berat.
Hari ini ia tetap harus menemani Onew karena kemarin menurut cerita Onew masih
banyak hal yang ingin ia lakukan.
“sekarang kita akan kemana ?” Key
bertanya
“kita akan makan ayam sepuasnya.”
Onew berteriak kegirangan
“ayam ? kenapa permintaanmu jadi
konyol begini, apa selama hidupmu kau tidak pernah makan ayam
sampai ketika
matipun kau ingin makan ayam, lagipula bagaimana hantu bisa makan ?”
“kau yang akan memakannya,
istilah lainnya aku akan merasukimu.”
“kau gila. Tidak adakah
permintaan lain yang lebih rasional. Aku tidak ingin dirasuki.”
“oke, kalau begitu aku tidak akan
pergi dari hidupmu sampai aku bisa makan ayam.”
“aish jinjja….”
Key yang ingin semuanya segera
selesai menarik paksa Onew buru-buru pergi ke restoran dekat rumahnya. Key bisa
melihat mata Onew berbinar-binar ketika sampai di restoran khusus olahan ayam
itu. Agak jijik juga Key membayangkan bahwa nanti ia akan makan ayam padahal
selama ini ia begitu menjaga pola makannya. Tapi sekali lagi demi kedamaian
hidupnya ia harus rela pola makan sehatnya dirusak begitu saja oleh Onew.
Begitu selesai memesan satu porsi
ayam yang tidak bisa dibilang sedikit itu Key merasa ada yang aneh pada
tubuhnya, ia sadar sepenuhnya namun tubuhnya seperti bergerak tidak sesuai
kehendaknya. Ah, ia menyadari kalau ternyata Onew sudah merasuki tubuhnya. Ia
mulai makan dan makan, Key ngeri sendiri mendapati dirinya tidak berhenti makan
setelah satu porsi itu habis, ia kembali memesan dan memesan, entah yang
sekarang sudah piring keberapa.
Tiba-tiba seorang namja
menghampiri Key, namja yang sangat tampan hingga tanpa sadar Key jadi terpaku.
Onew tidak dapat merasuki Key lagi karena konsentrasi Key terpaku pada namja di
depannya.
“aku melihatmu dari tadi. Haha…
kau lucu sekali. Aku juga suka ayam tapi aku yakin tidak akan pernah bisa
menghabiskan sebanyak itu.” Namja itu mencoba menyapa sambil melirik tumpukan
piring di meja Key.
Key tersadar dan jadi sangat malu
melihat bagaimana keadaannya saat ini. Mulut yang masih belepotan serta piring
yang menumpuk di hadapannya. Frustasi ia hanya bisa membenturkan kepalanya ke
meja.
“kau tidak apa-apa? Ah,
perkenalkan namaku Lee Jinki.” Jinki mengulurkan tangannya
“Key” mau tidak mau Key menjabat
tangan namja dihadapnnya, hancur sudah imejnya sekarang.
“aku senang melihat selera
makanmu. Aku selalu menyukai orang yang maniak ayam sepertiku.”
Namja tampan yang aneh pikir Key.
Ia jadi tak terlalu memikirkan imejnya sekarang. Sepertinya namja dihadapannya
malah terkagum-terkagum dengan dirinya terlihat dari matanya yang
berbinar-binar.
“aku harap kita bisa bertemu
lagi, sekarang aku ada janji dengan temanku, annyeong.”
“annyeong.” Agak kecewa juga
sebenarnya Key karena namja itu harus pergi.
Setelah namja itu pergi, Key
tidak juga memperhatikan Onew. Onew yang kesal sendiri jadi menarik Key keluar
dari restoran setelah sebelumnya Key harus menghabiskan seluruh uang di dompetnya
demi membayar ayam yang dimakan Onew. Key pasrah-pasrah saja, ia meyakinkan
diri berulang kali kalau ini semua demi kembalinya kedamaian hidupnya.
Onew mengajak Key pergi ke
bioskop sekarang. Key masih tidak habis pikir kenapa permintaan Onew semuanya tampak
tidak penting. Biasanya kan orang yang menjadi arwah akan meminta bertemu
dengan orang yang ia sukai, menyatakan cinta, melamar atau hanya menyampaikan
maaf karena tidak bisa lagi menjaga orang yang ia cintai. Tapi lihat Onew malah
mencari kamera yang tidak jelas apa butuhnya, memaksa Key makan ayam dengan
porsi yang tidak normal dan sekarang malah mengajak Key ke bioskop. Namun tak
ayal juga Key tetap mengabulkan permintaan Onew
Sebenarnya Key menikmati juga
acara menontonnya dengan Onew, ia tertawa tanpa henti karena film yang mereka
tonton. Tanpa sengaja ketika ia menoleh ke samping ia melihat Jinki di kursi
paling ujung dan entah karena memang jodoh atau apa Jinki juga tengah menoleh
ke arahnya. Mereka saling melempar senyum. Tidak berhenti disitu, keluar dari
teater tempat Key menonton ia sudah ditunggu Jinki di depan pintu. Jinki
kembali menyapanya, mengobrol sebentar dan mereka bertukar nomor telepon.
###
Hari-hari tetap berlanjut seperti
biasa dan Onew masih berada di dekat Key dengan segala permintaan anehnya. Kali
ini ia meminta Key untuk mengantarkannya jalan-jalan menggunakan mobil. Untuk
tahu saja Key itu trauma dengan yang namanya naik mobil tanpa alasan yang
jelas. Maka dari itu meski Key termasuk dari golongan keluarga yang mampu ia tetap
naik bis pergi ke kampus.
Dan seperti sebelum-sebelumnya
apapun yang terjadi Key harus tetap memenuhi permintaan Onew. Ia sejujurnya
masih takut tapi Onew meyakinkannya bahwa ia akan baik-baik saja selama Onew
merasukinya. Yah, Onew harus kembali merasuki Key agar Onew tetap bisa menyetir
mobilnya dan tidak membiarkan Key jadi tambah trauma dengan memaksanya untuk
menyetir.
Diam-diam Key menyewa sebuah
mobil karena ia tidak mungkin membiarkan orang tuanya terkaget-kaget melihat
anak tunggalnya yang anti sekali naik mobil itu tiba-tiba jadi ingin menyetir
mobil sendiri.
Awal mulanya Key benar-benar
tidak nyaman, rasa trauma kembali menyelimutinya. Namun selanjutnya ia jadi
menikmati. Key dapat merasakan semilir angin berhembus dari jendela samping
tempat ia menyetir. Merasakan berkendara di tengah hamparan pohon pinus serta
mengendalikan kecepatan sesuai yang ia mau. Meski secara sadar ia tak mungkin
melakukan ini, tapi melihat dirinya sendiri menyetir lama-lama rasa traumanya
mulai berkurang.
Mobil itu terus melaju menuju
pantai. Sungguh Key belum pernah melihat pantai seindah itu. Ia jadi lebih
heboh ketimbang Onew yang mengajaknya. Key dan Onew sama-sama membaringkan diri
di pasir menikmati kesenyapan yang rasanya sudah lama tidak Key dapati dalam
hidupnya. Terlalu sunyi hingga Key mulai bertanya kepada Onew
“kau punya orang yang kau sukai
?” Key sedikit penasaran
“tentu saja, dia orang yang
sangat cantik menurutku dan juga sangat manis.” Onew menjawab sambil
tersenyum,
Key sempat terpana karena baru kali ini menyadari kalau Onew itu namja yang
tampan.
“tapi bukankah mencintai orang
lain itu menyakitkan ? aku sudah berulang kali jatuh cinta dan kesemuanya hanya
membuatku menderita. Kau tau sendiri aku bahkan hampir menghabisi hidupku
karena hal itu.”
“cinta itu seberapapun kau sakit
karenanya, kau akan tetap bahagia dua kali lipat dari rasa sakit itu. Kau tau.
saat kita terpuruk, hanya dengan
membayangkan wajah orang yang kita cintai kita mendapat kekuatan untuk bangkit
kembali.”
“yah, kau mungkin benar. Mungkin
aku hanya belum mendapatkan orang yang pas saja.”
Onew kembali terdiam tampak
menikmati pemandangan yang ada, ia tak ingin kembali meneruskan perbincangan
yang sangat sensitive itu. Mereka berdua menghabiskan waktu seharian hingga
matahari tenggelam. Key merasa perjalanan menuju pantai ini adalah hal terbaik
selama ia memenuhi permintaan aneh Onew. Key jadi lebih nyaman naik mobil
sekarang dan ia sungguh menikmati acara main-mainnya di pantai.
###
Esok harinya Key masih berlanjut
dengan acara jalan-jalannya bersama Onew karena Onew sepertinya punya banyak
tempat untuk dikunjungi, tentu saja kali ini ia tetap harus menyetir mobil
sendiri. Karena rasa trauma Key yang perlahan menghilang, Onew jadi semakin
menikmati acara menyetirnya. Tanpa sadar ia jadi mengebut di jalanan. Celakanya
polisi melihatnya dan memberhentikan mobil mereka.
Bodohnya Key lupa kalau ia sama
sekali belum pernah memiliki SIM. Ia juga tidak membawa lengkap surat
kepemilikan mobil. Key hanya menyewa mobil tanpa menanyakan banyak hal. Mau
tidak mau ia dibawa ke kantor polisi karena tidak bisa menemukan alasan yang
jelas tentang keabsenan surat-surat mobilnya.
Key kebingunanan sampai di kantor
polisi. Ia tidak tahu harus menghubungi siapa di saat seperti ini. Tentunya ia
tidak mungkin menghubungi orang tuanya, semuanya akan menjadi lebih runyam
kalau orang tuanya tau. Key melihat kontak di HPnya dan menemukan nama Jinki.
Ya, hanya nama itu yang teringat di memori otak Key saat ini. Takut-takut ia
menghubungi Jinki untuk meminta bantuan.
Butuh waktu yang tidak lama
sampai Jinki datang dan membereskan segala hal. Jinki akhirnya memutuskan untuk
mengantar Key pulang. Ia mengembalikan mobil sewaan Key dan memutuskan naik bus
bersama Key. Sepanjang perjalanan di bus Key asyik berbicara dengan Jinki,
mengacuhkan Onew yang sedari tadi setia berada di sampingnya. Tampaknya dua
sejoli itu mulai memiliki rasa satu sama lain.
###
Hari-hari berlalu dengan Onew
disamping Key dan hari dimana Key terlepas dari Onew datang juga. Key tidur
nyenyak malam kemarin. Bukan tanpa alasan, hari ini adalah hari terakhir Onew
mengikutinya. Tinggal 1 permintaan Onew yang belum terkabul dan Key akan
berusaha menyelesaikannya hari ini juga. Sebenarnya Key mulai nyaman dengan
keberadaan Onew. Ia tidak lagi merasa risih apalagi terakhir ini ia justru
menikmati acara jalan-jalannya bersama Onew. Tapi bagaimanapun hantu tidak
seharusnya tinggal dengan manusia kan? Dan seorang Key tetap ingin jadi manusia
normal yang tidak perlu berinteraksi dengan hantu.
“karena ini permintaan terakhirmu
aku akan mengabulkannya dengan senang hati. Jadi, apa yang kau inginkan
sekarang ?” tanya Key semangat.
“dari dulu aku ingin memasak
kemudian makan malam bersama dengan orang yang aku cintai.” Sahut Onew.
Nyuut…. Entah kenapa Key merasa
hatinya sakit mendengar Onew menyebut orang yang dicintainya. Tapi saat ini
bukanlah saat yang tepat memikirkan itu. Key harus buru-buru menyelesaikan
tugasnya memenuhi permintaan Onew agar dia kembali ke hidup normalnya.
“lalu apa kita perlu mencari orang
yang kau cintai dan mengajaknya makan malam ?”
“andwae. Aku tidak sanggup
menemuinya dengan keadaan seperti ini. Sebagai gantinya kau akan menemaniku
memasak dan makan malam.”
“aku ? tapi aku bukanlah orang
yang kau cintai.”
“kau sudah cukup baik memenuhi
semua permintaanku selama ini. Makanya untuk itu aku ingin mengganti
keinginanku menjadi makan malam bersama orang yang sudah sangat baik kepadaku.”
Key tidak tau kenapa ia kembali
mengharapkan jawaban yang tidak-tidak. Ia jadi berharap kalau Onew berkata
bahwa ia cukup pantas untuk dicintai hingga Onew memutuskan untuk makan malam
bersamanya.
Sebagai pengalihan dari
pemikirannya yang tidak-tidak ia memutuskan untuk cepat menyelesaikan misi
terakhirnya. Ia takut terlalu lama bersama Onew akan membuatnya jadi gila. Key
pergi ke supermarket dengan Onew, keduanya memilih-milih bahan untuk dimasak
dan pilihan pertama langsung jatuh pada ayam. Key tertawa, ia ingat bagaimana
maniaknya hantu satu itu dengan yang namanya ayam. Mungkin kalau reinkernasi
benar-benar ada Onew akan lebih suka memilih menjadi ayam.
Key membawa belanjaan mereka ke
rumah. Orang tuanya agak bingung kenapa Key tiba-tiba ingin memasak namun
mereka tidak bertanya lebih lanjut. Dengan senang hati ia memasak dengan Onew.
Yah, meski Onew hanya bisa melihat Key memasak tanpa bisa membantu. Key
ternyata cukup mahir dalam memasak. Dalam waktu sekejap semua masakan yang
diinginkan Onew sudah terhidang di meja.
Mereka berdua makan dalam susana
hening. Mungkin keduanya merasa harus menikmati masa-masa terakhir mereka.
Hanya ada suara dentingan garpu dan sendok dari Key. Suasananya menjadi sangat
canggung hingga Key buru-buru menyelesaikan makannya. Key merasa ia ingin
meneteskan air mata ketika mengingat tidak akan ada lagi Onew untuk hari esok.
Key menuju kamarnya setelah makan, mencoba menyembunyikan air mata yang hampir
jatuh dari pelupuk mata kucingnya.
###
Hari ini tepat tanggal ulang
tahun seorang Key. Sebelumnya ia sudah berjanji dengan Jinki untuk menghabiskan
waktu bersama merayakan ultahnya. Kalau saja Onew adalah seorang manusia Key
tidak akan ragu mengajak Onew untuk menemaninya merayakan hari ulang tahunnya.
Ngomong-ngomong soal Onew, Key jadi sadar hari ini mungkin ia sudah tidak akan
dapat melihat hantu itu. Kemarin harusnya mereka mengadakan perpisahan yang
manis bukan suasana canggung seperti itu. Key jadi agak menyesal jadinya.
Key memasak banyak makanan. Ia
ingin membuat Jinki terkesan dengan kemampuan masaknya. Akhir-akhir ini ia
sudah cukup dekat dengan Jinki. Key bahkan sudah pernah pergi ke kampus Jinki
dan berkenalan dengan teman-teman Jinki. Siapa yang tau disana ia malah bertemu
dengan Lee Joon, teman Onew yang membawa kamera yang dicari Onew dan Key
seharian, ternyata Joon adalah sunbae Jinki di kampus.
Ketika Key akan berangkat ia
masih mendapati Onew di depan kamarnya, agak terkejut juga karena ia pikir Onew
akan pergi tanpa pamit dengan dirinya.
“kau akan merayakan ulang tahunmu
dengan Jinki ?” tanya Onew
“tentu saja. Lalu kenapa kau
masih ada disini ?”
“ini yang terakhir. Mari kita
rayakan ulang tahunmu bersama.” Onew mengatakan hal yang bukan merupakan jawaban dari pertanyaan Key.
“kau jangan bercanda. Aku sudah
menuruti semua keinginanmu, tidak seharusnya kau tetap mengusik hidupku.” Key
bukannya tidak senang Onew masih ada di sisinya tapi ia sungguh tidak siap
kalau lebih lama bersama Onew, akan sangat sulit melepasnya nanti.
“kalau begitu aku akan ikut
denganmu merayakannya bersama Jinki.” Ujar Onew lirih
“YAH, apa yang kau mau lagi hah ?
aku sudah lelah terus dibuntuti olehmu. Sekarang pergilah. Pergi… pergi…oke,
terserah apa maumu aku tidak peduli.” Key membanting pintu sebagai bentuk rasa
kesalnya.
Key pergi menemui Jinki dengan
perasaan yang campur aduk. Tapi ia berusaha mengontrol emosinya, ia tidak ingin
merusak hari ulang tahunnya.
“kau sudah lama ? Miane aku agak
telat.” Key menyapa Jinki yang sudah duduk manis di tempat mereka janjian.
“anio, gwenchana. Oh iya ini dari
Joon sunbae. Katanya kau pernah meminta kamera ini karena ini milik temanmu. Ia
bilang awalnya ia tidak percaya kau teman orang yang ia kenal. Tapi ia melihat
kita dekat dan berfikir kau adalah orang baik dan tidak mungkin membohonginya.”
Jinki menyerahkan kamera milik Onew.
“gomawo.” Key jadi tertarik
melihat isi kamera itu, apa yang ada di dalamnya sampai-sampai Onew bersikukuh
mencarinya. Ia lupa kalau sebelumnya ia sudah bertengkar hebat dengan namja
itu.
“kau yang masak ini ?”
“heum.” Key menjawab sambil
melihat-lihat gambar dalam kamera Onew, tampaknya Onew dan Joon memang dekat,
banyak sekali foto mereka berdua. Sedangkan Jinki setelah dipersilahkan oleh
Key untuk makan lebih dulu membuka bekal yang sudah disiapkan Key.
“aku tidak menyangka kau tau aku
tidak suka bawang. Kau tidak memasukkan bawang sama sekali dalam masakanmu.”
Jinki berbicara dengan mulut penuh.
“molla, aku hanya terbiasa
memasak untuk Onew yang juga tidak suka bawang.” Key tanpa sadar menyebut nama
Onew padahal ia baru sekali memasak untuk Onew bukan? Dan apa yang ia katakan
tadi, sudah terbiasa ?. Di saat yang
sama Key terperanjat melihat foto yang ada di kamera Onew. Itu foto Onew dan
Key. Saling merangkul bahu satu sama lain dengan erat serta senyum yang
mengembang di wajah keduanya. Key merasa dunia di sekitarnya berputar.
Bermacam-macam ingatan menyerbu pikirannya.
Flashback
Onew menelepon Key untuk
merayakan ulang tahun Key bersama-sama. Onew menjemput Key dengan mobil menuju
restoran favorit mereka. Karena keasyikan bercanda mereka jadi tidak menyadari
truk di depan mereka. Dan kejadian itu terjadi begitu saja. Truk itu menabrak
mobil Onew membuat mobil itu terpelanting dan berakhir mengenaskan. Onew tewas
seketika meninggalkan Key dengan luka parah dan darah bercecer dimana-mana.
Key tersadar setelah beberapa
hari kemudian. Ia tidak mengingat apapaun soal kecelakaan itu ketika sadar.
Begitupun ia juga tidak mengingat Onew yang merupakan namja chingunya. Dan
setelah itu tanpa ia tau ia jadi trauma naik mobil.
Flashback End
Key mengingatnya sekarang,
semuanya, kepingan ingatan yang selama ini membuat ia begitu bingung dengan
banyak hal. Ia jadi menyesal telah mengusir Onew tadi. Kini ia berlari
meninggalkan Jinki yang masih tidak mengerti dengan apa yang terjadi. Key terus
berlari mengabaikan orang-orang yang sudah ia tabrak di jalan. Ia berharap Onew
belum benar-benar meninggalkannya.
Sampai di kamarnya, Key jatuh
terduduk, persendiannya terasa lemas. Pandangannya berkeliling dan ia tidak
menemukan siapapun. Onew sudah meninggalkannya.
“ARGHHH…” Key menjerit frustasi,
sudah sejauh ini dan ia dengan bodohnya tidak mengingat Onew sama sekali.
“Onew………” Key bergumam lirih
merutuki kebodohannya.
Tiba-tiba Key merasa seseorang
memeluknya dari belakang.
“gomawo kau sudah mengingatku.
Aku hampir frustasi karena kau tidak juga mengingatku sampai kau mengusirku
tadi, gomawo…” Onew berbisik pelan di belakang Key
“hiks..hiks… miane aku
melupakanmu, marah-marah kepadamu bahkan sampai mengusirmu.” Key masih berada
di posisinya tadi sambil menahan isakannya.
“anio, aku yang miane Key, aku
yang membuatmu jadi seperti ini, miane juga karena keegoisanku kau hampir
kehilangan nyawamu.”
“apa maksudmu?” Key menoleh ke
belakang, melihat jelas wajah tampan Onew
“aku yang selama ini membuat
hubungan percintaanmu berantakan. Aku selalu membuat orang yang kau cintai
tampak selingkuh di belakangmu atau aku akan membuat kau terlihat buruk di mata
orang yang kau cintai. Miane… aku masih belum rela kau bersama orang lain.”
Onew kembali memeluk Key, membenamkan wajah itu ke dadanya.
“kurasa yang kau lakukan memang
benar. Aku tidak seharusnya menggantikan dirimu dengan orang lain.”
“anio. Aku salah Key. Aku egois.
Aku tidak bisa menjagamu dengan keadaan seperti ini. Kau harusnya bersama orang
yang bisa menjagamu. Aku rasa Jinki orang yang tepat, dia punya banyak
persamaan denganku.” Onew mencoba sedikit bercanda meski perih juga ketika ia
mengatakan kalau ia merelakan Key bersama orang lain.
“kalau begitu bawa aku bersamamu,
aku rela. Dengan begitu kau tidak pelu menjagaku. Kita akan hidup bahagia
bersama.” Key melepas pelukannya dan menatap Onew tepat pada mata sabitnya.
“kau juga tidak boleh egois.
Kalau kau ikut denganku bagaimana dengan orang tuamu ? kau anak satu-satunya
mereka. Tenanglah Key, meski nantinya kau bersama orang lain yakinlah aku akan
tetap disisimu.”
“Shireo… aku ingin kita tetap
bersama.”
“tapi saat ini tidak mungkin Key.
Kau harus tetap hidup dan mengejar kebahagiaanmu sendiri dan aku akan
menunggumu hingga waktunya tiba kita bisa kembali bersama.”
“tidak Onew… tidak…” Key kembali
berteriak ketika melihat bayangan Onew dihadapannya mulai pudar.
“aku rasa waktuku sudah habis. Annyeong
Key.” Onew mulai menghilang dari pandangan Key.
Key melanjutkan tangis pilunya.
Kini tanpa Onew yang memeluknya. Ia sungguh menyesal baru mengingat Onew.
Harusnya ia bisa mengenali Onew dari awal, dengan begitu mereka akan
menghabiskan waktu bersama sesering mereka bisa. Key melewatkan kesempatan emas
itu, yang ada sekarang hanya penyesalan dan penyesalan.
The End ….
Note : Sebenernya ini endingnya
kan gak sad juga ya? Ntar bakalannya Key ama Jinki dan Jinki kan Onew juga jadi
jangan terlalu dirisaukan. #kelewat pede.








0 komentar:
Posting Komentar