Title : Run with me
Pairing : Onkey
Length : oneshoot
Author : Keytakaoru
Rating : T
Genre : drama, romance, fluff, hurt
Desclaimer : Onkey itu milik satu sama lain meski
saya sebenernya juga tergila-gila dengan yang namanya Key tapi rela deh saya
kalo buat Key bahagia dengan si dubu ayam, apadeh #ditampol
Warning : miss typho, tdk sesuai
EYD, may be out of character, BL dll jadi buat yang gak suka daripada
membashing saya atau lebih parahnya bias saya yang jadi pair di cerita ini,
mending Anda menjauh
Won’t
you try?
Take my hand, and run, run, run with me.
I swear I won’t make you regret it, let’s go, run run run with me
In this empty world, if I’m with you I feel that I’ll be able to love
What was given up,
It’s too much on your Tiny shoulder
I still have half of me, even now rely on me
Not able to easily give in, I understand, I’m the same way
Won’t you try?
It’s okay, run run run with me
The never fading past is my burden, run run run with me
These lonely memories, I won’t let them happen a second time
Without fear, run with me
There’s already no one here
The moon is watching over us
It’s okay not to rush
I will continue to wait for you
Take my hand, and run, run, run with me.
I swear I won’t make you regret it, let’s go, run run run with me
In this empty world, if I’m with you I feel that I’ll be able to love
What was given up,
It’s too much on your Tiny shoulder
I still have half of me, even now rely on me
Not able to easily give in, I understand, I’m the same way
Won’t you try?
It’s okay, run run run with me
The never fading past is my burden, run run run with me
These lonely memories, I won’t let them happen a second time
Without fear, run with me
There’s already no one here
The moon is watching over us
It’s okay not to rush
I will continue to wait for you
“Hyung…”
Diam, hanya diam
yang selama ini ia dapat. Selalu seperti ini, sudah dua minggu lewat dan orang yang
ia kunjungi sama sekali tidak merespon apapun terhadap apa yang ia lakukan.
Hatinya sakit, lebih dari itu, rasanya seperti teriris-iris.
Apakah salah
ketika ia berpikir akan lebih baik kalau orang yang sedang dihadapinya itu
marah? Tidak, ia bahkan siap kalau orang itu mengumpatnya, mengusirnya atau
apapun yang menunjukkan kalau orang itu masih menyadari keberadaannya.
Mendekati namja
yang sedang duduk di kursi roda di hadapannya.
“Hyung,
bicaralah, jangan seperti ini, jebal !”
Namja yang duduk
di kursi roda tadi mengacuhkannya, berbalik menuju kamar tidurnya.
Kembali
diabaikan. Sakit.
“Onew hyung“
“Please, paling
tidak marahi aku, umpat aku sepuasmu, katakan apa yang harus aku lakukan untuk
menebus dosaku hyung. Hiks…”
Tidak bisa lagi,
ia tidak bisa menahan tangisnya.
“Oke hyung. Aku
selesai untuk hari ini. Jangan bosan-bosan ne ? aku akan datang tiap hari.
Besok, lusa, lusa lagi dan seterusnya sampai kau mau berbicara denganku.”
Mencoba
tersenyum meski pahit, ia tidak ingin terlihat lemah.
Memutuskan untuk
pulang tanpa tahu bahwa sosok di balik pintu kamar tidur tadi juga ikut
meneteskan air mata.
“Mianhe Key…”
--onkey--
Flashback
Key berlari-lari
di halaman kampusnya. Kebodohan, ia telat lebih dari 10 menit untuk jam kuliah
paginya. Ketika ia berlari, angin berhembus dengan kencang, cuaca saat itu
memang sedang tidak bagus seperti akan turun hujan, membuat hari Key menjadi
tampak lebih buruk. Topi yang Key kenakan tiba-tiba terbang terkena angin dan
jatuh tepat di samping seorang namja yang sedang sibuk menatap laptopnya dengan
serius.
Namja itu
mengambil topi Key sebelum Key sempat meraihnya. Membersihkan sedikit debu yang
tertempel akibat terjatuh, kemudian menyerahkannya pada Key yang masih berlari
menuju kemana arah topinya terbang tadi.
“ghamsahamnida”
Key meraih topinya dan membungkukkan badannya sebagai ucapan terima kasih.
“gwenchana”
“ah, Key imnida”
Key memperkenalkan dirinya sekedar untuk bersopan santun
“Onew imnida”
“kau mahasiswa
angkatan baru ya? Aku tidak pernah melihatmu. Aku sunbae disini jadi panggil
hyung saja ne?“
“nde, Onew
hyung. Aku memang mahasiswa angkatan baru”
“benar
tebakanku. Tapi kau tampak buru-buru tadi. Kau pasti telat masuk jam kuliah”
“omo, aku lupa.
Annyeong hyung. Sekali lagi ghamsahamnida.” Key meninggalkan Onew yang masih
tersenyum.
End flashback
Key terbangun
dari tidurnya. Mimpi itu, hal yang selalu menjadi kenangan indah bagi seorang
Key. Cerita semacam itu memang seperti cerita-cerita biasa pada sebuh roman
picisan, tapi itu adalah awal dimana Key bisa bertemu dengan Onew, namja tampan
yang sudah begitu lama ia rindukan. Sungguh ia merindukan Onew saat ini hingga
kenangan itu masuk tanpa izin ke dalam mimpinya. Untuk sesaat ia bahagia, meski
hanya sekedar mimpi Onew sudah berbicara dengannya.
--onkey--
Key kembali
mengunjungi rumah Onew pagi ini sesuai janjinya. Sebenarnya ini mungkin sudah
menjadi kedua puluh kalinya ia datang. Tapi hasilnya Nihil. Onew tetap saja
tidak mau berbicara dengannya. Key melihat dari arah luar. Sepertinya Onew
sudah mengantisipasi kedatangan Key hari ini. Pintu rumah Onew sudah tertutup
rapat padahal Key jelas-jelas tahu Onew di dalam rumah.
Cuaca hari itu
sedang tidak bagus sama seperti pertama kali ia bertemu dengan Onew. Key jadi
teringat kembali mimpinya, nyatanya ia jadi menyukai cuaca mendung setelah itu.
Bodoh, tapi tidak ada hal yang benar dalam cinta. Semua terasa manis bahkan
cuaca mendung seperti sekarang ini.
Yang membuat hal
itu buruk adalah kenyataan bahwa sebentar lagi sepertinya akan turun hujan
sungguhan. Key mengetuk pintu. Tidak ada tanggapan. Hujan mulai turun
rintik-rintik. Key bisa berteduh atau pulang sebenarnya tapi ia memilih tetap
berdiam di depan rumah Onew sekarang. Key sudah berjanji akan terus datang
meski Onew mengabaikannya dan hari inipun ia harus menemui Onew apapun yang
terjadi.
Sementara itu di
dalam rumah, Onew melihat semuanya. Rintik-rintik hujan mulai membasahi
pekarangan rumahnya. Cuaca yang buruk untuk seseorang berdiri di luar sana. Dan
sekarang ia malah melihat Key di sana. Onew menahan diri untuk tidak membuka
pintu dan membawa Key masuk. Ia harus kuat. Key pasti akan pergi setelah
beberapa saat, yakin Onew.
Lebih dari
setengah jam Onew masih memperhatikan pekarangan rumahnya. Sesak, ia mendapati
Key masih berada di sana. Tampak begitu
kedinginan. Tapi namja manis itu masih dengan egonya tetap berdiri di
sana tanpa berpindah sejengkalpun.
“hyung, aku tau
kau ada di dalam. Tidak bisakah kau menyuruhku masuk. Aku kedinginan hyung.
Tapi aku tidak bisa pulang sebelum melihatmu” Key berteriak dari luar.
Keras kepala.
Key selalu seperti itu, ia tidak akan menyerah apapun yang terjadi. Onew
menjadi tidak tega tapi ia harus. Ia harus menampakkan bahwa ia tidak peduli
dengan Key. Onew menelpon Jonghyun sahabatnya sekaligus teman Key.
“Jjong, bisakah
kau jemput Key? Ia ada di depan rumahku sekarang. Kehujanan “
“kenapa kau
tidak ajak dia masuk hyung ? kau ini gila atau apa? “
“miane Jjong,
aku sudah berjanji pada diriku untuk tidak peduli dengannya lagi.”
“selalu, selalu
kau berkata seperti itu. Sekali ini saja, aku tidak tau akan sampai di rumahmu
jam berapa dan mungkin Key akan sudah jatuh pingsan ketika aku datang.” Kesal
Jonghyun.
“terserah apa
katamu. Apapun yang terjadi bahkan kalau ia harus pingsan di depan rumahku aku
tidak mau peduli.” Onew menutup teleponnya.
Bohong, semua
yang ia katakana itu bohong. Mana bisa ia tidak peduli dengan Key sedangkan
baru saja ia menelepon Jonghyun karena ia mengkhawatirkan Key. Onew hanya ingin
terlihat begitu tidak peduli.
Andai saja ini
adalah dua tahun lalu, Onew sudah pasti berlari menghampiri namja manis itu
sebelum satu titik hujanpun membasahinya.
flashback
Onew melihat Key
dari kaca mobilnya. Key menuntun Motornya dari arah parkir di bawah rintik
hujan. Namja manis itu tampak kerepotan. Tanpa pikir panjang Onew mengambil
payung di samping jok kemudinya. Menuju arah namja manis yang tadi ia lihat.
“Key” Onew
berteriak dari jauh
“Onew hyung”
“kau mau pulang
di saat hujan begini ?” Onew memayungi Key
“ne, tugasku
sudah menumpuk hyung dan itu harus selesai besok. Kalau sekarang harus menunggu
hujan reda bisa-bisa aku dihukum besok.”
Onew memutar
otaknya, ia bisa saja memberi tumpangan pada Key tapi motor namja itu harus
dikemanakan ?
“ah, Key boleh
aku menumpang motormu ?”
“tentu saja, kau
berjalan tadi oeh ?”
“n..ne…” Onew
berbohong. Ia meninggalkan mobilnya. Masalah gampang nanti ia akan kembali dan
mengambil mobilnya setelah memastikan Key selamat sampai rumah.
Key mengemudikan
motornya pelan-pelan. Dibelakangnya, Onew memayungi Key tanpa mempedulikan
bahwa seluruh bajunya sudah basah kuyup terkena air hujan.
End flashback
Ini sudah hampir
1 jam dan Key tetap dengan kukuhnya berada di depan rumah Onew. Entah apa yang
dipikiran namja manis itu hingga masih nekat berada di bawah guyuran hujan
selama satu jam ini. Key tak lagi berdiri sekarang. Ia duduk berjongkok di
samping pagar. Tidak dapat dipungkiri bahwa
tubuhnya sudah mau menyerah. Ia kedinginan, membeku hingga rasanya
sebagian sendinya terasa ngilu tidak bisa digerakkan.
Tapi hatinya
masih tidak mau menyerah, mungkin dengan ia tetap berada di depan rumah Onew,
hati namja itu akan luluh melihat betapa Key berusaha hanya untuk bertemu
dengannya. Kecewa karena sampai seperti inipun Onew tidak membuka pintu
rumahnya. Key merasa kepalanya memberat dan penglihatannya memudar. Key pingsan
dengan tubuh basah kuyup.
Onew shock
mendapati Key di luar sana jatuh pingsan. Sama seperti Key, iapun sebenarnya
tak beranjak sedikitpun dari tempat ia mengawasi Key dari tadi. Onew gugup,
tangannya gemetar mencoba membuka pintu rumahnya. Namun, sebelum sempat ia
menghampiri Key, di luar sana ia melihat Jonghyun datang di saat yang tepat.
Bodoh, ia menyesalinya sekarang setelah Key sudah jatuh pingsan.
Onew hanya bisa
mengawasi dari dalam saat Jonghyun membawa Key masuk ke dalam mobilnya. Namja
itu benar-benar pucat. Onew harusnya ingat bahwa Key paling tidak tahan dingin.
Namja itu begitu rapuh, bahkan ketika ia telah memayungi Key dulu namja itu
tetap jatuh sakit ujungnya. Dan sekarang apa yang ia perbuat? Ia membuat Key
berdiri di luar sana dalam guyuran hujan lebih dari satu jam.
Onew marah pada
dirinya sendiri. Ia melempar semua barang yang ada di ruang tamu. Ia kesal.
Memukul-mukul kaki cacatnya yang membuat ia jadi merasakan semua ini. Tidak merasakan
apapun. Ia bertambah gusar. Terus memukul kakinya dengan benda apapun yang
berada dekat dengan dirinya. Emosi yang tidak terkontrol membuat ia jatuh dari
kursi rodanya. Menangis, ia merasa tak berguna.
--onkey--
Key terbangun.
Masih bingung dengan keberadaannya sekarang. Seingatnya ia berada di depan
rumah Onew terakhir. Melihat ke sekeliling dan ia mendapati bahwa ia kini
tengah ada di kamarnya sendiri.
“Key, kau sudah
bangun ? omonim membuatkan sup untukmu, makanlah !” Jonghyun muncul dari luar
kamar dengan membawa semangkuk sup.
“bagaimana bisa
aku ada di sini sekarang ?”
“aku menemukanmu
pingsan di depan rumah Onew hyung jadi aku bawa kau pulang, tidak mungkin aku
membiarkanmu mati kedinginan di sana kan ?”
“ah… aku kira
Onew hyung yang menolongku” Key tampak bersedih mengetahui kenyataan yang ada.
Sempat berharap
tadi. Seperti yang dilakukan namja penyuka ayam itu dua tahun lalu, di saat
yang sama ketika ia sakit.
Flashback
“ Key kau sudah
bangun ? “ Onew tampak khawatir.
“ah… kepalaku
pusing hyung. Ada apa denganku ?”
“kau pingsan
tadi begitu sampai depan rumahmu. Jadi, tanpa permisi aku menggotongmu masuk ke
dalam kamar. Bagaimana bisa kau demam ? Padahal aku sudah memayungimu tadi.”
“miane hyung
telah merepotkanmu. Aku memang tidak tahan dingin.”
“kau memaksakan
dirimu Key. Kau bilang ingin buru-buru mengerjakan tugasmu tadi, tapi dengan
begini sekarang kau tetap tidak bisa melakukan apapun. “
“miane hyung.
Jeongmal miane.”
“gwenchana. Ini,
aku tadi menelpon ummaku untuk membuatkanmu sup. Kulihat tidak ada orang di
rumahmu. Kau sendirian eoh ?”
“orang tuaku
sedang keluar kota hyung.”
“owh, ini makanlah
sebelum dingin.” Onew menyerahkan semangkuk sup hangat kepada Key.
Tanpa sengaja
tangan Key menyentuh tangan Onew. Dingin. Key memperhatikan Onew dari dekat. Ya
Tuhan, bagaimana ia tidak sadar tadi. Onew basah kuyup. Pasti karena Onew tadi
sibuk memayungi Key.
“hyung, tubuhmu
dingin sekali. Aish… kalau begini kau bisa ikut-ikutan demam nanti. Bagaimana
bisa kau menceramahiku sedang kau sendiri seperti ini? Ckck… Sudah diam disini,
jangan beranjak sedikitpun. Aku akan membutkan sup lain untukmu agar badanmu
jadi lebih hangat.”
“tapi …”
“sudahlah hyung.
Jangan membantah arra? Aku sudah baikan sekarang, kau yang butuh perawatan
sekarang.”
Onew hanya bisa
patuh. Bagaimana bisa ia menolak perintah dari seorang almighty. Lagipula ia
merasa agak pusing juga sekarang. Onew terlelap di kamar Key sementara Key
sibuk meracik bahan dan memasakkan sup untuk Onew.
End flashback
“KEY…” Jonghyun
berteriak tepat di depan muka Key.
“YA. Kenapa kau
berteriak hyung ?”
“kau tidak
menjawab pertanyaanku tadi. Kau sedang melamun ? melamunkan Onew hyung lagi ?
Sudahlah Key, ia sudah tidak peduli lagi denganmu. “
“tidak hyung. Ia
marah padaku. Karena itu, aku akan terus datang ke rumahnya dan membuat ia
bersikap seperti biasa lagi padaku. Tapi, apa salahku sudah tak termaafkan hyung?
”
“entahlah Key.
Aku rasa masalahnya tidak segampang itu.”
--onkey--
Jonghyun
mendatangi rumah Onew esok hari setelah insiden pingsannya Key di depan rumah
Onew. Ia masuk ke dalam kamar Onew setelah meminta izin kepada umma Onew. Ia
melihat Onew sedang melamun di kamarnya. Tanpa basa-basi ia langsung marah-marah
dengan sahabatnya itu.
“ kau mau
seperti ini terus Hyung? Sampai kapan? Kau tidak melihat dia datang kemari
setiap hari. Ia menunggumu Hyung tidak peduli bagaimanapun dirimu sekarang.“
Jonghyun tidak sabar
“aku tidak bisa
Jjong. Kau tahu alasanku. Kau tahu bagaimana Key kan? Dia selalu ceria dan
aktif. Aku tidak bisa menghambatnya dengan kecacatanku. Denganku, ia hanya akan
diam di tempat. Statis. Tapi dengan melupakanku, ia akan dapat bertemu orang
lain yang bisa menemaninya kemanapun dia pergi. Tanpa harus malu dan mendorong
kursi roda seperti kalau ia tetap bersamaku. Dia bisa berlari dengan orang lain
tapi tidak denganku.” Onew berusaha menerangkan.
Di luar kamar,
Key tanpa sengaja mendengar semuanya. Tadinya seperti biasa ia mengunjungi Onew
sepulang kuliah. Ia melihat mobil Jonghyun di luar dan berpikir mungkin
Jonghyun sedang berkunjung juga. Ia mau mengagetkan Jonghyun dan Onew yang
terlihat asyik berbincang di dalam kamar tapi ia jadi mendengar itu semua.
“kau bodoh
hyung. Jadi selama ini kau berfikir kau menghambatku? Dengan mendiamkanku
seperti inilah kau menghambatku hyung. Dengan siapapun kalau tidak denganmu aku
tetap akan statis karena yang membuatku bersemangat hanya dirimu. Aku tidak
masalah kau cacat, kita bisa berjalan pelan-pelan. Atau kalau kau memang ingin
berlari, aku bisa jadi kakimu hyung. Just run with me. Don’t think about
anything else. Kau membuatku kecewa hyung. Kau pikir aku sepicik itu akan
meninggalkanmu setalah kau cacat sedangkan aku sendiri yang membuatmu seperti
ini? Kau benar-benar hyung… ” Key menerobos masuk ke dalam kamar Onew dan
meneriakkan apa yang ada di pikirannya.
Key lelah, lelah
dengan kepura-puraan Onew. Ia meninggalkan Onew tanpa menunggu kalimat jawaban
dari namja bermata sabit itu.
--onkey--
Hancur sudah, Key
tidak bisa menata kembali kepingan hatinya. Ia sudah berusaha menahannya ketika
ia pikir bahwa Onew marah padanya. Dan apa sekarang? Ia tahu sebenarnya Onew
hanya terlalu menyayanginya. Ia tidak rela Key mendapatkan namja cacat seperti
dirinya. Key tidak memungkiri bahwa ia senang karena Onew ternyata tidak marah
padanya. Tapi ia lebih merasa berdosa sekarang karena ia tidak hanya membuat
Onew lumpuh tapi juga membuat namja yang dicintainya berpikir bahwa ia tidak
cukup pantas bersanding dengannya.
Key tidak tahu
bagaimana mengontrol emosinya sekarang. Ia terus berpikir kalau saja ia yang
lumpuh itu akan lebih baik. Ia yang menyebabkan kecelakaan itu terjadi tapi
kenapa harus Onew yang menangung akibatnya. Sungguh Key tidak tau harus
bersikap bagaimana dengan namja berhati malaikat seperti Onew.
Flashback
Onew menunggu
Key di depan kelasnya. Sengaja ingin mengantar namja manis itu pulang.
“Onew hyung ?
ada apa ?” Key akhirnya keluar dari kelas usai jam kuliahnya.
“mengantarmu
pulang. “ Onew menjawab lengkap dengan senyum mata sabitnya.
“kau bukannya
pulang sudah 2 jam yang lalu? “
“ne, kenapa
memang? Aku memang sengaja menunggu untuk mengantarmu pulang. Hehe… “
“selalu hyung.
Kau tidak perlu repot harusnya. Aku bisa naik taxi.” Key mencoba menerangkan.
“gwenchana Key.
Aku senang kok.”
Entah harus
bagaimana Key bersikap kepada Onew. Tidak cukup dengan wajah tampan Onew, namja
penyuka ayam itu begitu perhatian dengan Key.
Onew
mengemudikan mobilnya di tengah padatnya jalan raya. Tiba-tiba Key berteriak
untuk berhenti.
“Stop hyung.
Bisakah kita berbalik arah ?” Key menampakkan wajah kitty eyesnya, membuat Onew
tidak tahan untuk mencubit pipi namja di sampingnya itu
“Ada apa
memangnya? Kau tahu Key ? ini jalan satu arah.”
“aku melihat pet
shop barusan dan aku melihat anak kucing yang sangat cute. Aku ingin
merawatnya. Jebal hyung… “
“kau ini sudah
seperti anak kucing Key. Kenapa harus merawat satu lagi ? haha… “
“kau memang pandai
bercanda hyung. Ayolah… “
“arra… arra…
kapan aku bisa menolak permintaanmu hah ?”
Key hanya
mengulum senyum. Onew mencoba memutar balik mobilnya. Kurang hati-hati. Sebuah
truk dari arah berlawanan menghantam mobil Onew keras karena arah yang salah diambil
Onew. Mobil Onew oleng dan menabrak pembatas jalan. Orang-orang yang berada
dekat dengan tempat kecelakaan terjadi mencoba melihat keadaan penumpang di
mobil yang dihantam truk tadi. Segera orang-orang melarikan Onew yang terlihat
memiliki luka parah karena tergencet bagian dalam mobil sementara Key hanya
mengalami luka ringan pada bagian dahinya.
End flashback
Tanpa sadar, Key
memacu mobilnya dengan kecepatan yang tinggi. Tidak, ini lebih dari tinggi. Ia
mengemudi mobilnya seperti orang kesetanan. Emosi membutakan pikiran jernihnya.
Ciiittttt…………..
BRAK……………
Dan kejadian itu
terulang kembali. Sebuah truk menghantam mobil yang ditumpangi Key, kali ini
tanpa Onew di sampingnya.
--onkey--
Onew masih
berada di samping tempat tidur pasien sejak dua hari yang lalu. Ia menunggui
Key. Namja manis itu masih belum sadar semenjak tragedi kecelakaan yang
menimpanya sepulang dari rumah Onew. Onew melihat pergerakan di jemari tangan
Key.
“Key, kau sudah
bangun? Bagaimana keadaanmu? Aku akan memanggil dokter oke? “
“Hyung… “ Suara
Key lirih, menahan tangan Onew yang ada di atas tubuhnya tadi.
“HYUNG, kenapa
semuanya gelap ?” Key berteriak ketakutan.
“Miane Key.
Miane… Kau didiagnosa buta permanen.” Onew menangis tanpa suara, tapi Key
mendengarnya.
“buta hyung? Mungkin
ini karma untukku telah membuatmu lumpuh.”
“jangan berkata
seperti itu Key. Aku tidak pernah menyalahkanmu. Itu memang takdir.”
“ah iya takdir.
Mungkin dengan begitu kau jadi mau berada di sini menemaniku. Ternyata harus
sesusah ini untuk membuatmu kembali berbicara padaku hyung” Onew merasa
kata-kata Key telak mengena hatinya.
“tidak Key.
Sungguh aku menyesal dengan keputusanku mendiamkanmu. Aku sudah mau minta maaf
setelah kau berbicara padaku malam itu. Tapi kau langsung berlari tanpa mau
mendengar jawaban dariku.”
“ah, itu sudah
tidak penting hyung. Yang penting sekarang kau sudah ada di sini sekarang. Kau
tahu hyung? aku sempat berharap kalau kecelakaan ini akan membuatku lumpuh
hyung, dengan begitu kau tak perlu merasa tidak pantas bersanding denganku.
Tapi kurasa ini lebih baik. Aku buta dan kau lumpuh. Kita akan tetap bisa
berlari bersama. Kau akan jadi mataku dan aku akan jadi kakimu. Otte? Terdengar
sangat manis kan? ” Key tersenyum manis.
The End …..








0 komentar:
Posting Komentar