Title : The Reason
Pairing : Onkey and other
Length : oneshoot
Author : Keytakaoru
Rating : T
Genre : drama, romance (?)
entah saya juga bingung genre apa sebenarnya ff ini #pabbo author
Desclaimer : Onkey itu milik satu
sama lain meski saya sebenernya juga tergila-gila dengan yang namanya Key tapi
rela deh saya kalo buat Key bahagia, apadeh #ditampol
Warning : miss typho, tdk sesuai EYD, may be out of
character, BL dll jadi buat yang gak
suka daripada membashing saya atau lebih parahnya bias saya yang jadi pair di
cerita ini, mending Anda menjauh
Sorak
riuh masih mendengung di telinga Key, namja itu baru saja turun dari stage
tempat ia bersama seluruh artis SMent menyanyikan lagu perpisahan untuk ending
World Tour SM-Town Live in Jakarta. Setelah ini ia harus buru-buru kembali ke
hotel tempatnya menginap selama ada di Indonesia, ia sudah terlalu lelah dengan
jadwal padat SHINee minggu-minggu ini dan tak ingin membuang-buang waktu untuk
sekedar makan-makan bersama para sunbae dan hoobaenya setelah konser ini
selesai.
Key
melirik Onew sang leader di sebelahnya dan menarik namja bermata sabit itu
untuk buru-buru masuk ke dalam mobil mereka. Sang leader yang mengerti sekali
bahwa Key saat ini mungkin sangat ingin buru-buru melelapkan dirinya sengaja
membiarkan dirinya ditarik oleh sang almighty, tentu saja siapa yang bisa
menolak Key dengan segala kuasanya itu. Ia tidak dijuluki almighty tanpa alasan
bukan ? oke, lupakan masalah itu kembali pada dua sejoli ini, tampak Key sudah memasuki mobil, ia kemudian
memutuskan duduk dibelakang dengan kepala yang bersandar di bahu Onew.
Onew
hanya bisa tersenyum melihat anaenya itu, Key memang terlihat sangat lelah dan
ia suka memanjakan Key di saat seperti ini. Key tipe orang yang akan lebih
banyak memukul dan mengolok di depannya, namun sisi Key yang seperti ini jarang
sekali ia temui. Onew mencoba
menghubungi Jonghyun dan yang lain menanyakan apakah ia ingin kembali ke hotel
bersamanya. Tentu saja Onew berharap jawabannya tidak, namun ia tetaplah leader
yang harus bertanggung jawab dengan para membernya. Untungnya dino itu bilang
ia akan pulang setelah makan-makan bersama artis SMent lain termasuk Minho dan
Taemin.
Hingga
sampai di depan hotel Key hanya terdiam, ia tidak tidur namun tidak juga
mencoba memulai obrolan dengan Onew. Sejujurnya Onew agak khawatir karena dari
pagi Key seperti memikirkan sesuatu namun namja bermata kucing itu selalu
mengelak tiap kali Onew mengkhawatirkannya.
“Hyung,
temani aku malam ini ya? Aku rasa aku sedang butuh teman.” Akhirnya Key memulai
obrolannya dengan Onew ketika baru saja turun dari mobil.
“Mwo?
Tumben sekali kau seperti ini, haha… tapi baiklah akupun ingin tau kenapa kau
menjadi seperti ini seharian, dan jujur Key aku sedang merindukanmu.” Gombal
Onew
“YAH,
kau ini, bukannya kita bersama seharian ini.”
“ne,
tapi kau bahkan tidak sekalipun melihatku, kau baru saja sadar ketika menarikku
untuk menemanimu kembali ke hotel”
“ah
jinjja, kau ini sensitive sekali hyung, itu kan karena banyak sekali orang saat
kita ada di panggung, aku tak mungkin sengaja menatapmu kan ?” Key mulai
menarik kembali tangan Onew menuju kamarnya.
Key
kembali terdiam begitu lama begitu berada di kamarnya. Onew ikut diam, ia
menunggu Key menceritakan sendiri apa yang menjadi beban pikirannya.
“Hyung,
aku tidak tau, aku yang sedang sensitive atau apa, tapi aku jadi memikirkan
ulang tahunku yang akan berlangsung beberapa jam lagi, mungkin kali ini akan
terasa sangat menyedihkan. Kita sedang berada di sini bukan di Korea, yang
artinya aku tidak akan bisa merayakannya dengan teman-teman terdekatku apalagi
orang tuaku, belum lagi aku merasa member kita pasti lelah setelah konser besar
ini, mana mungkin mereka ingat, sekarang saja mereka sedang makan-makan bersama
yang lain. Sejujurnya, aku bahkan sangat berharap saat konser tadi akan ada
perayaan dari Shawol, aku tau hari ini bahkan belum tanggal ulang tahunku tapi
bukankah biasanya para Shawol itu akan merayakannya seberapa lamapun hari ulang
tahunku terlewat dan konser hari ini tepat beberapa jam sebelum aku merayakan
ulang tahunku.” Key akhirnya menceritakan segala kekhawatirannya.
Onew
bertahan untuk tidak menyela curhatan Key, sesungguhnya ia kecewa Key sama
sekali tidak memikirkan dirinya, bagaimanapun bahkan ketika semua orang
melupakan ulang tahunnya, Onew akan selalu ada untuk merayakan hari special itu
bersama Key, namun tampaknya Key memang sedang sensitive saat ini.
“Key,
kau harusnya tidak berfikir sempit, ada aku disini, bahkan ketika tidak ada
yang mengingat ulang tahunmu, kita akan merayakannya berdua, arra? Dan kau
harus percaya bahwa member kita sudah melebihi saudara kandung, mereka tidak
mungkin melupakan hari ulang tahunmu.” Onew mencoba menenangkan Key dengan
megusap pelan rambut namja itu.
“mungkin
memang aku yang sedang sensitive hyung. Oke, karena kau berkata akan menemaniku
di hari ulang tahunku, kita tidak akan tidur sekarang, kau harus menemaniku
sampai aku merasa tenang, bagaimana?
“bukankah
kau bilang sedang lelah tadi eoh? Aish.. kau ini memang, jadi sekarang apa yang
akan kita lakukan? Ah, atau kau ingin kita … “ onew sengaja tidak melanjutkan
kalimatnya berharap Key paham dengan tatapan matanya yang sedikit menggoda.
“Kau
ini tetap saja hyung, shireo… aku hanya ingin kita mengobrol tidak lebih.”
Namun,
Onew tidak habis akal, ia mulai menggelitiki Key (inget scene di hello baby,
sumpah saya paling suka scene ini).
“yeobo,
pliss … “ Key berusaha menghindar, ia tahu Onew hanya sekedar menggodanya, maka
dari itu ia sedikit mengikuti alur yang telah dibuat Onew.
Onew
yang memang ingin membuat Key lupa dengan masalahnya kembali menggoda namja
itu, kali ini ia mulai meraba leher Key,
“yah,
stop hyung.” Entah kenapa Key merasa Onew mulai serius.
“AHHHhhhh…….” Pada akhirnya Key harus berteriak karena Onew terus dan terus
menggelitikinya, ia tidak yakin bakal selamat kalau mengikuti permainan Onew
kali ini, untung saja kamar-kamar di sebelah kamarnya sedang tidak ada orang.
Tentu saja, lantai tempat kamar Key berada semua kamarnya telah dibooking oleh
manajemennya untuk seluruh artis SMent dan sekarang ini mereka semua sedang
makan malam yang berarti Key hanya berdua dengan Onew saat ini.
“apa
yang akan kau lakukan hyung? Andwaeyo… shireo… ” Key berusaha terus mengelak.
Tok..tok..tok…
“Umma… gwenchana?” terdengar suara Taemin dari luar kamar.
Key tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk melarikan diri dari Onew yang
masih berada di atas kasurnya.
“aish… kenapa Taemin datang di saat yang tidak tepat sih.” Onew menggerutu
Key
membuka pintu kamarnya dan mendapati Taemin yang sedang membawa kue, Minho dan
Jonghyun ada di sisinya.
Saengil
chukkae hamnida…
Saengil
chukkae hamnida…
Sarangneun
uri umma…
Saengil
chhukkae hamnida…
Plok…plok…plok…
“make a wish umma… kemudian tiup lilinnya.” Taemin tampak memerintah Key
Key
baru tersadar dari keterkejutannya setelah mendengar teriakan taemin, ia tidak
menyangka membernya akan melakukan ini, hal kecil yang ia khawatirkan dari
tadi. Benar kata Onew, mereka lebih dari keluarga, tidak mungkin yang lain
melupakan hari ulang tahunnya. Key menoleh ke arah samping, mendapati Onew yang
entah sejak kapan sudah menyusulnya, menatap Onew seolah berkata ‘kau benar hyung’. Dengan mata yang
berkaca-kaca ia mengucapkan permohonannya dalam hati kemudian meniup lilin yang
tertancap pada kue yang sedang dibawa Taemin. Setelahnya ia membawa kue itu
masuk untuk dipotong dan dimakan bersama.
“ayo
kita mulai berpesta” jonghyun berteriak sambil memasuki kamar Key tanpa izin.
Tapi
sebelum ia benar-benar masuk, Onew mencegahnya,
“pestanya
dilanjut besok saja, sekarang aku dan Key mau istirahat dulu. Sana…sana…”
“yah ayam, kau tidak asyik sama sekali. Arra… arra… kau mau berduaan dengan Key
eoh? Oke, kita lanjut besok pestanya lagipula aku juga sudah mengantuk.”
Akhirnya
Jonghyun bersama Taemin dan Minho kembali ke kamar masing-masing tanpa banyak
perdebatan, mereka sudah cukup lelah ditambah sepulangnya konser mereka harus
makan-makan bersama artis SMent lain, membuat hanya rasa kantuk yang tersisa.
Key yang kemudian kembali dengan kue yang sudah dipotong hanya menatap Onew
bingung karena semua orang sudah pergi.
“kemana
mereka semua Hyung ?”
“ah,
dino dan yang lain? Mereka sudah lelah katanya dan akhirnya pamit kembali ke kamar
masing-masing.” Onew mencoba sedikit berbohong
“lalu
kenapa kau tidak ikut kembali?” polos Key
“bukannya
kau yang menyuruhku menemanimu ?”
“kalau
begitu sekarang kembalilah ke kamarmu Hyung, aku sudah merasa tenang setelah
mereka datang tadi, sekarang aku mau tidur.”
“shireo,
kau yang menyuruhku tadi untuk tidak tidur, sekarang aku benar-benar tidak
mengantuk jadi mari kita lanjutkan yang tadi”
“apa
maksudmu? Cepat sana kembali ke kamarmu.”
Key
menyeret lengan Onew untuk keluar dari kamarnya. Namun karena sandal yang ia
kenakan agak licin ia malah jatuh terpeleset dengan posisi tubuh di atas Onew.
“tuh kan Key, kau menginginkannya juga kan? Haha….” Onew tertawa mengejek
sambil memeluk Key yang terus meronta, sungguh keadaan yang akan membuat orang
salah paham. Belum lagi Key beranjak dari jatuhnya, terdengar suara ketukan
kembali.
Tok…
tok… tok …
“ah…
aku bisa gila kalau semua orang menginterupsi acara pribadiku dengan Key lagi.”
Onew mengacak asal rambutnya sebagai bentuk kekesalannya.
Key
beranjak dari tubuh Onew dan membuka kembali pintu kamarnya, ia kembali shock
karena lorong di depan kamarnya tiba-tiba dipenuhi orang, dari ujung hingga
ujung. Hampir seluruhnya gadis remaja yang jumlahnya mungkin berkisar 50 orang.
Seorang gadis dari kerumunan itu maju ke depan dan tampak memberi aba-aba
kepada yang lain.
One…
two... three…
Saengil
chukkae hamnida…
Saengil
chukkae hamnida…
Sarangneun
uri kim kibum…
Saengil
chhukkae hamnida…
Dan
lagu selamat ulang tahun itupun kembali mengalun, Key terharu, ia kini meneteskan
air mata, tidak hanya berkaca-kaca seperti saat para membernya menyanyikan lagu
itu tadi. Ia menyesal sempat bersedih karena tampaknya tidak ada yang akan
mengingat ulang tahunnya dan sekarang ia malah mendapati begitu banyak orang
yang rela berdiri di depan pintu kamarnya hanya untuk merayakan ultahnya.
Gadis
tadi menuju barisan paling belakang dan kembali membawa kue tart dengan ukuran
yang luar biasa besar untuk ulang tahun seorang Key. Ia menyodorkan kue itu di
depan Key. Kali ini tanpa diperintah, Key mungucapkan permohonannya kembali
dalam hati dan meniup habis lilin di atas kue itu. Karena Key tidak mungkin
memotong kue itu dan membagikannya kepada mereka maka ia mengembalikan kue itu
kepada mereka untuk mereka bagi sendiri. Kemudian dua orang dari barisan itu
kembali membawa boneka kucing dengan ukuran yang sama besar dengan kue tart
tadi sebagai hadiah untuk Key, sang almighty hanya bisa tersenyum mendapat
kejutan tiada habis itu.
Tunggu,
dimana Onew? Jangan tanya, namja penyuka ayam itu dari tadi melihat kejadian
mengharukan itu dari balik kamar Key. Ia tidak mungkin keluar bersama Key dan
membuat Onkey shipper berteriak kesetanan karena mendapati Onew berada di kamar
Key dini hari seperti ini. Mereka bisa berpikir macam-macam tentang dirinya dan
Key meski sebenarnya Onew sudah hampir melakukan yang tidak-tidak tadi.
Setiap
orang di depan kamar Key mulai menyalami Key, mengucapkan ucapan selamat dan
harapan mereka untuk Key ke depan. Lumayan melelahkan karena hal itu sudah
seperti acara fan meeting saja tapi Key luar biasa bahagia karenanya. Selesai
sudah ia menyalami semua orang. Semua orang yang tidak lain adalah fansnya tadi
kembali dengan wajah bahagia karena bisa merayakan ulang tahun sang bias dengan
bertatap muka dengan sang bias langsung. Begitupun Key, ia kembali masuk ke
dalam kamarnya dengan perasaan bahagia. Tanpa sadar ia jadi memeluk erat Onew
yang sedari tadi setia menunggunya.
“aku
benar-benar bahagia Hyung, aku tidak menyangka semua orang mengingat ulang
tahunku. Kau lihat sendiri para fans bahkan rela mendatangi hotel kita untuk
merayakan ultahku. Aku tidak habis pikir bagaimana mereka bisa masuk dengan
jumlah sebanyak itu tanpa pengamanan.”
“para
fans selalu punya caranya sendiri untuk bisa bertemu dengan idolanya Key. Bahkan
jika mereka perlu melakukan hal yang ekstrem. Tapi aku rasa untuk saat ini
tidak masalah karena aku bisa melihat kau tersenyum lagi.” Balas Onew sayang
dengan merapatkan kembali pelukan mereka.
Tapi
kemudian tangan Onew mulai bergerilya kemana-mana, rupanya leader SHINee itu
masih belum menyerah dengan kejadian tadi. Dan seperti sebelum-sebelumnya,
kegiatannya kembali terganggu oleh suara ketukan.
“hash… kenapa semua orang tidak bisa membiarkan aku bersenang-senang denganmu
Key.” Jerit Onew frustasi
“itu
karena otakmu yang perfert Hyung. Tunggu, aku mau membukakan pintu. Paling juga
Taemin minta ditemani tidur.”
“andwae…
kalau begitu kapan kita akan melanjutkan yang tadi?”
Key
melempar boneka kucing pemberian fans tadi ke Onew menghilangkan rasa kesalnya.
Sungguh ia benar-benar tak habis fikir dengan apa yang ada di pikiran namja
bermata sabit itu.
Onew dengan langkah yang gontai akhirnya mengikuti Key yang saat ini sedang
mencoba membuka pintu kamarnya untuk kesekian kali.
”SAENGIL CHUKKAE KEY!!!!” teriak seluruh orang yang ada di depan kamar
dimana Key berada sekarang.
Tampak terlihat member SHINee lainnya dan beberapa anggota boyband serta
girlband lainnya yang tergabung dalam SMent. Entah bagaimana ceritanya member
SHINee yang lain jadi kembali mengikuti acara surprise party itu meskipun
sebelumnya mereka juga sudah mengadakannya beberapa menit lalu. Tampaknya
mereka dibangunkan oleh yang lain karena tidak mungkin melewatkan acara
surprise party untuk member mereka sendiri kan?
Key terpana melihatnya, ia tak menyangka hyungdeulnya, onnideulnya bahkan
hoobaenya akan mengingat hari ulang tahunnya dan bahkan sempat menyiapkan
surprise seperti ini. Biasanya karena jadwal yang padat mereka tidak akan ingat
ulang tahunnya, kalaupun ada yang ingat mereka hanya sempat mengirimkan pesan
untuk Key karena jadwal yang berbeda tempat.
”gomawo hyungdeul ,oennideul dan semuanya”
Key mengucapkan kata ini dengan terharu sampai hampir meneteskan air
mata. Entah sudah berapa kali dalam semalam ini ia meneteskan air mata bahagia.
Hampir, karena sebelum ia melakukannya, Jonghyun sudah menoyor kepalanya.
”yah, kau ini. Kita sudah susah-susah membuat surprise party seperti ini,
kau malah mau menangis. Ayo lebih baik kita makan kuenya saja” kali ini tidak
ada yang akan mencegah Jonghyun memasuki kamar Key karena ada begitu banyak
artis Sment yang mengekorinya.
Kalimat terakhir Jonghyun membuat
Shindong, Eunhyuk dan Changmin yang ikut merayakan pesta itu mulai
teriak-teriak gaje. (dasar, cakep-cakep pikirannya makan melulu). Tidak mau
menunggu lama, Taemin yang saat itu tengah memegang kue dengan angka 22 diatasnya
menghampiri Key untuk membiarkan sang umma membagi kuenya.
Key membagikan kuenya, mulai dari Taemin, magnae SHINee, member yang paling
disayangi Key dan hampir dianggap seperti anaenya sendiri, entah dariman
pikiran itu berasal, Key bahkan hanya beda 2 tahun dengan Taemin, bagaimana
bisa ia berpikir bahwa ia adalah ummanya Taemin. Kemudian Jonghyun, hyung
terdekatnya. Dilanjutkan dengan Minho dan yang lainnya kecuali Onew. Jangan
heran kenapa tidak ada yang bertanya kenapa Onew berada di kamar Key? sepertinya
pihak manajemen sudah tahu kedekatan 2 orang itu.
Key memang sedikit kesal dengan sikap Onew tadi. Rasanya ia masih dendam
dengan hyung tertuanya itu.
”yah Key, kau ini apa-apaan? Kenapa aku tidak diberi kuenya” Onew angkat
bicara
”aku tidak peduli, weekkk....”
Onew yang sedang kesal karena kelakuan anae tersayangnya itu memutuskan
untuk melemparkan kue yang tersisa ke wajah Key. Tepat mengenai sasaran, Key
kini belepotan wajahnya. Semua orang tertawa termasuk Onew, Key hanya bisa
mengerucutkan bibirnya tanda ia kesal. Yah bagaimanapun Onew telah membuat
hatinya tenang tadi dan ia tidak ingin membalas kebaikan orang itu dengan
melemparkan kembali kue yang masih ada.
Pesta itu berjalan meriah hingga pagi
menjelang. Pada akhirnya semua orang dan para member SHINee yang lain kembali ke kamar mereka untuk meneruskan
kembali tidur nyenyaknya. Key menyadari kini harusnya dari awal ia yakin
bahwa dimanapun ia berada ,ia akan tetap dapat merayakan ulang tahunnya dengan
kebahagiaan,. Cause the reason is there always Onew, SHINee’s member and many
shawol in the world will never let him alone in his special day no matter
happen.
Dan Onew hanya bisa merutuki apa yang terjadi.
Namun tekadnya sudah bulat, setelah ini ia akan tetap memaksa Key melanjutkan
acara mereka tadi. Jangan tanyakan acara apa, karena otak pervert Onew saja
yang paham masalah itu.
The End ....








0 komentar:
Posting Komentar