Title : Obsession
Pairing : Onkey
Length : oneshoot
Author : Keytakaoru
Rating : T
Genre : hurt/comfort, angst, romance, drama (sebenernya saya juga gak tau mana yang bener
#plak)
Desclaimer : Onkey itu milik satu sama lain meski
saya sebenernya juga tergila-gila dengan yang namanya Key tapi rela deh saya
kalo buat Key bahagia, apadeh #ditampol
Warning : miss typho, tdk sesuai
EYD, death chara, may be out of character, BL dll jadi buat yang gak suka daripada
membashing saya atau lebih parahnya bias saya yang jadi pair di cerita ini,
mending Anda menjauh
--onkey--
Onew tersadar
dari pingsannya dan mendapati dirinya telah duduk di studio lama merangkap
tempat tinggalnya dulu, yang ia kagetkan sekarang ia bukannya duduk bersantai
di studio lamanya itu namun kini tangannya terikat dengan borgol yang
menyambung dengan lengan kursi yang ia duduki. Tersadar dari kekagetannya ia
kembali dikejutkan oleh keberadaan seorang namja cantik di depannya,
mengintimidasinya dengan sorot tajam yang hadir dari mata kucing sang namja
cantik.
Flashback
Hari ini
tepat tanggal ulang tahun sang model terkenal Key, semua hoobae bahkan
sunbaenya mengucapkan selamat ulang tahun, namun wajah cantik sang model
terlihat tidak begitu bahagia, bukan karena ia merutuki tanggal itu, hanya saja
orang yang telah mebesarkan namanya hingga saat ia bisa seterkenal ini bahkan
tak ada kabarnya.
Key tampak
menelpon seseorang, setelah beberapa menit ia menutup teleponnya, tampak ada
perubahan ekspresi di wajahnya, sebuah senyuman terlukis namun senyuman itu
terasa sangat pahit dan kosong, tak akan ada yang pernah melihat ekspresi ini
dari wajah manisnya, semua orang di dunia entertainment mengenal sosoknya yang
easy going dan cheerfull tanpa pernah tau bahwa namja ini menyimpan cerita yang
begitu pilu.
End flashback
Namja
dihadapan Onew yang tidak lain adalah Key duduk dengan sangat manis, Onew
memperhatikannya, namja itu mengenakan pakaian yang tak kalah cantik dengan
wajahnya, tentu saja, Key adalah seorang model. Tapi penampilannya kali ini
benar-benar membuatnya tampak bersinar. Tunggu, tidak ada waktu buat Onew
memikirkan hal konyol macam ini sekarang. Didapatinya Key sedang menyalakan
layar besar dihadapannya.
Entah karena
saking kagumnya akan penampilan Key malam itu atau ia memang masih belum
sepenuhnya sadar hingga ia tak menyadari layar itu sebelumnya. Kini Onew
terfokus pada slide-slide gambar yang ditunjukkan oleh layar besar itu. Hatinya
tertohok begitu dalam mendapati gambar pertama adalah gambar dimana ia pertama
kali mencium Key, tampak disana namja itu masih begitu polos, jauh sekali dari
kesan galamournya sekarang ini, ya Onew lah yang merombak Key menjadi seperti
sekarang.
flashback
Onew adalah
seorang fotografer ternama, ia tidak sengaja bertemu dengan Key saat mencari
bidikan yang bagus di taman kota. Awalnya karena Key berniat mencari kerja di
kota itu ia menolak tawaran Onew untuk menjadi model sementaranya, namun
senyuman Onew plus tatapan mata sabit yang menentramkan itu akhirnya
mengalahkan keteguhan Key.
Onew mulai
menyadari kalau Key benar-benar berbakat dalam hal modeling, namja itu memang
tak pintar berekspresi, namun dengan wajah polosnya saja, Key sudah tampak
sangat cantik di depan kamera. Hari-hari berlalu dan Onew semakin jatuh dalam
pesona Key. Sedangkan Key? Jangan tanya, namja itu telah jatuh dalam pesona
Onew di pertemuan pertama mereka, love at the first sight eoh? Molla, hanya Key
yang tahu.
End flashback
Slide-slide
berikutnya adalah gambar-gambar Key dan Onew yang tampak mesra, itulah saat-saat
terbaik dalam hidup Key, entah dengan Onew, namja itu hanya merasa nyaman
dengan Key. Namun, kini ia menyadari setelah semuanya berlalu bahwa ia
merindukan saat-saat itu, tanpa sadar ia meneteskan air mata setelah melihat
hanya tatapan kosong yang diberikan Key saat ini bukan tatapan penuh cinta saat
ia bersama Onew dulu.
Slide
selanjutnya adalah kebalikan dari slide sebelumnya dimana gambar-gambar Onew
dengan yeoja lain memenuhi layar. Saat-saat itu adalah hal terburuk yang pernah
Key alami, ia datang ke kota dengan harapan mendapat pekerjaan yang layak demi
mebantu keluarganya dan kemudian Onew datang tidak hanya menawarkan pekerjaan
yang lumayan namun juga cinta yang tampaknya dapat membuat Key penuh hanya
dengan cinta itu.
Namun
selanjutnya, onew mulai melupakan Key, membuat namja cantik itu jatuh terpuruk
seakan didorong ke dalam jurang tanpa dasar. Onew memang nyaman berada di dekat
Key dan saat Key sudah mulai terkenal ia bertindak professional dengan melepas
Key sendiri berharap Key mulai bisa menjalani hidupnya dengan mandiri, ia
berulang kali meyakinkan diri bahwa ia hanya menyayangi Key tidak lebih
sehingga tidak akan susah baginya lepas dari seorang Key. Ia mulai berkencan
dengan banyak gadis setelahnya dan memutuskan pindah dari studio merangkap
tempat tinggalnya meninggalkan Key yang memaksa untuk tetap tinggal.
Slide
selanjutnya membuat hatinya semakin sakit, entah kenapa Key seakan ingin
mebunuhnya hanya dengan memperlihatkan gambar-gambar itu. Gambar kali ini
adalah foto Key dengan pose yang sangat menggoda, Onew sadar betul kalau Key
pasti mati-matian berusaha untuk mengambil gambar itu, ia mengerti sekali bahwa
namja itu tak akan melakukannya kalau bukan demi dirinya.
Onew ingat
saat pertama kali ia melihat foto itu, ia datang ke tempat tinggalnya yang saat
itu hanya ditinggali Key, mencemooh namja itu habis-habisan mengatakan Key
seperti pelacur dengan menunjukkan foto-foto menggoda demi menyaingi
gadis-gadis yang dikencani Onew dan memohon untuk kembali ke dalam pelukannya. Dan
yang dilakukan Onew setelahnya semakin menghancurkan hati Key, namja bermata
sabit itu menyobek seluruh foto yang susah-susah telah dihasilkan Key dan
melmparnya tepat di wajah Key. Key hanya bisa meratapi nasibnya tanpa bisa
berbuat apa-apa, bagaimanapun ia sudah terlalu mencintai Onew.
Key mulai
berdiri dari duduk manisnya, berjalan mendekati Onew yang tampak ketakutan,
bagaimana tidak? Ia kini melihat Key dengan senyum yang menyeramkan tengah
membawa senapan yang tampaknya memang bukan sekedar main-main. Key semakin
mendekatinya, merangkul bahu Onew dengan senapan yang masih berada di
tangannya, secara tidak langsung senapan itu jadi mengarah tepat di leher Onew.
Dengan tatapan datar seperti sebelumnya, Key mulai mengambil gambar-gambar
dirinya bersama Onew plus senapan yang mengarah ke leher namja itu. Dengan
otomatis mesin print di dekat layar mencetak hasil jepretan Key menampilkan
sebuah foto yang membuat bulu kuduk Onew meremang, belum lagi ditambah dengan
seringai Key yang belum pernah Onew lihat sekalipun sebelumnya. Key yang
seperti ini tampak seperti seorang psikopat.
Key kembali
berjalan, kini mendekati mesin print di dekat layar meneliti hasil jepretannya
yang tampaknya memuaskan karena ia kembali menyunggingkan senyumnya, kali ini
senyum angkuh seakan dia penguasa sekarang. Yang ia lakukan sama seperti yang
dilakukan Onew sebelum ini terhadapnya, ia merobek foto-foto itu dan melempar
hasil sobekan kertas itu tepat di wajah tampan orang yang pernah dicintainya,
ralat, bukan pernah tapi sepertinya ia bahkan
masih mencintai namja itu setelah semua hal menyakitkan yang ia terima.
Onew kembali
merinding karena Key saat ini tengah mengacungkan senapannya, berjalan perlahan
mendekati Onew dengan senyum penuh seringai dan mengarahkan senapan itu tepat
di sebelah kiri kepalanya, Key mulai menarik pelatuk. Keringat dingin membasahi
pelipis Onew, ia menutup mata tak sanggup membayangkan hal apa yang akan
terjadi selanjutnya. Kemudian suara tembakan terjadi. Onew, namja itu setelah
beberapa detik lamanya merasa tak ada yang salah dengan tubuhnya, ia masih
bernafas dengan normal, dengan harapan bahwa Key hanya main-main dengan
tembakan sebelumnya ia membuka mata.
Shock yang ia
dapati karena bukan ia yang bersimbah darah ataupun tembakan Key yang salah
sasaran tapi ia justru mendapati Key tergeletak disebelahnya dengan tangan
bercecer darah dan darah yang merembes keluar dari kepalanya. Onew masih
terpaku beberapa saat hingga ia tersadar bahwa tembakan yang tadi bukanlah
salah sasaran tapi Key memang berusaha mengakhiri hidupnya sendiri dengan
menembakkan senapan yang dibawanya tadi.
Onew dengan
tangan yang masih terborgol hanya bisa menangis meratapi semua yang terjadi, ia
sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa, ingin menolong Key pun ia tak bisa
dengan keadaan yang seperti itu, bahkan hanya untuk menggenggam tangan orang
yang ia baru sadari di detik terakhir kematiannya begitu ia cintai ia tak
mampu. Ia begitu merasa berdosa telah membuat Key berakhir seperti ini. Tau
begitu sebelumnya ia akan mati-matian menolak pesona Key saat pertama mereka
bertemu. Kini, ia juga baru menyadarinya, bahwa ia pun jatuh dalam pesona Key
bahkan sebelum Key melihat dirinya.
Key, ia baru
sadar saat ini bahwa yang ia pernah dengar sebelumnya benar bahwa melepas orang
yang kita cintai itu lebih mudah daripada tetap berusaha menggenggam tangan
orang yang berusaha lepas dari kita. Ia menyadari bahwa sekarang dengan ia
merelakan Onew ia akan mulai melupakan sakitnya bukannya yang selama ini ia
lakukan. Terus menahan Onew di sampingnya hanya membuat Key seperti menaburkan
garam pada lukanya, semakin hari semakin perih yang ia rasakan. Ia kini bisa
dengan rela menyunggingkan senyum manisnya walau dengan air mata yang masih
berlinang dari kedua kelopak mata kucingnya, senyum yang bukan hanya sekedar
tuntutan pekerjaan atau keberpura-puraan. Senyum tulus di penghujung nafasnya
mengiringi raungan tangisan dari bibir Onew.
The End ...








0 komentar:
Posting Komentar